RENCANA PENGEMBANGAN MADRASAH
MADRASAH IBTIDAIYAH MA’ARIF NU 2 PENGADEGAN
TAHUN PELAJARAN 2024-2025
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan
merupakan kebutuhan hidup yang sangat penting untuk segera dipenuhi hal inilah
yang menjadi dasar Masyarakat Karangtengah untuk mendirikan Madrasah. Ada
beberapa hal yang melatar belakangi berdirinya MI Ma’arif NU 2 Pengadegan yaitu
:
Madrasah Ibtida`iyah Ma`arif NU 02 Pengadegan Purbalingga
merupakan suatu Madrasah yang didirikan berdasarkan inisiatif dari tokoh ulama
(NU), inisiatif tersebut lahir karena pada saat itu banyak terdapat anak-anak
yang tidak sekolah dan pada saat itu sekolah yang ada hanya Sekolah Dasar (SD)
dan itupun letaknya sangat jauh. Dengan alasan-alasan tersebut maka lahirlah
pemikiran dari para tokoh ulama NU serta masyarakat Karangtengah Pengadegan
untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan untuk menampung anak-anak yang
terlantar yang tidak bersekolah di daerah tersebut. Para
tokoh pendiri Madrasah tersebut antara lain:
1. K.H.
Sanrakim
2. Sanmunarji
3. Sanmurdi
4. Achmad
Salimi
5. Achmad
Musori
6. Akhmad
Daldiri
7. Ahmad
Dalail
Dengan
melalui musyawarah pada sesepuh Ulama NU Karangtengah maka pada tanggal 24
Maret 1964 berdirilah Gerakan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam (GUPPI)
Karangtengah yang pada saat itu masih bertempat di rumah-rumah penduduk
sekitar.
Pada
tanggal 01 Januari 1967 Gerakan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam (GUPPI)
disahkan oleh lembaga pendidikan Ma`arif cabang Purbalingga dan pada tahun itu
juga para pengurus madrasah dan masyarakat mengajukan bantuan dana untuk
membuat bangunan madrasah yang dikerjakan secara gotong royong. Pada tanggal 19
November 1973 berdirilah bangunan GUPPI sebanyak 2 lokal semi permanen dan
pengurus mengembagkan menjadi 3 lokal untuk kelas 4,5,6 dan pada tanggal 02
Januari 1974 mulailah bangunan tersebut dipergunakan dan pada saat itu nama
GUPPI dirubah menjadi MI YAPPI sampai dengan tahun 2005, dan pada tanggal 15
Juni 2006 mengalami perubahan nama menjadi MI Ma`arif NU 02 Pengadegan dan
masih digunakan sampai sekarang.
Letak
dan Keadaan Geografis
Madrasah
Ibtida`iyah Ma`arif NU 02 Pengadegan Purbalingga yang menjadi lokasi penelitian
ini adalah sebuah lembaga pendidikan dasar yang berada di bawah naungan Lembaga
Pendidikan Ma`arif NU, yang secara geografis berada di Desa Karangtengah RT 10
RW XV Pengadegan Kecamatan Pengadegan
Kabupaten Purbalingga.
Madrasah Ibtida`iyah Ma`arif NU 02 Pengadegan Purbalingga
menempati tanah seluas 1.387 m2. Dengan luas bangunan 670 m2,
lapangan olahraga 467 m2 dan lahan yang belum digunakan 250 m2. Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
8. Sebelah Utara berbatasan dengan Jalan Desa.
9. Sebelah Timur berbatasan dengan Rumah Penduduk.
10. Sebelah Selatan berbatasan dengan Makam Umum.
11. Sebelah Barat berbatasan dengan Perkebunan.
Dilihat dari sisi lokasi, maka area gedung MI Ma`arif NU
02 Pengadegan Purbalingga letaknya sangat strategis karena tidak jauh dari
jalan raya dan mudah dijangkau. Berikut ini adalah Identitas Madrasah
Ibtida`iyah Ma`arif NU 02 Pengadegan Purbalingga.
B. Alasan Penyusunan Rencana Pengembangan Madrasah (RPM)
Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlulah
kiranya dilakukan upaya penyusunan Rencana Pengembangan Madrasah (RPM), agar MI
Ma’arif NU 2 Pengadegan dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Penyusunan RPM tersebut
berdasarkan dari hasil pemikiran bahwa sekolah merupakan unit pelaksana
pendidikan formal terdepan dengan berbagai keragaman potensi anak didik yang
memerlukan layanan pendidikan yang beragam, kondisi lingkungan yang berbeda,
maka sekolah harus dinamis dan kreatif dalam melaksanakan perannya untuk
mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan dan sekaligus peningkatan sumber
daya manusia.
Hal ini akan terlaksana jika
sekolah dengan berbagai keragamannya, diberikan kepercayaan untuk mengatur dan
mengurus dirinya sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan anak didik.
Dengan adanya RPM diharapkan
dapat dijadikan sebagai pedoman kerja, untuk perbaikan dan pengembangan madrasah
masa mendatang, serta sebagai bahan untuk mengajukan usulan kelengkapan sarana
prasarana sekolah serta pendanaan pengembangan madrasah kepada pihak-pihak yang
terkait.
C. Landasan Hukum Penyusunan RPM
Adapun landasan hukum yang dipergunakan untuk penyusunan
Rencana Pengembangan Madrasah (RPM) ada beberapa hal :
1. UU no. 20 / 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal
4 (pengelolaan dana pendidikan berdasar pada prinsip keadilan, efisiensi,
transparansi dan akuntabilitas publik),
2. PP no. 19 / 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
pasal 53 ( setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan
yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan
pendidikan yang meliputi masa 4 tahun),
3. Tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap kualitas
pendidikan murid, serta
4. Tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan
seni ( IPTEKS).
BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN MADRASAH
Madrasah sebagai lembaga pendidikan formal
mengemban amanat untuk mencapai dan mendukung visi dan misi pendidikan nasional
serta pendidikan di daerah masing - masing. Oleh karena itu MI Ma’arif NU 2
Pengadegan perlu memiliki visi dan misi madrasah. Dengan adanya visi dan misi MI
Ma’arif NU 2 Pengadegan dapat dijadikan arah pijakan untuk bertindak dalam
mencapai tujuan pendididkan yang dicita - citakan. Berikut ini visi, misi dan
tujuan pendidikan MI Ma’arif NU 2 Pengadegan.
Sebagai lembaga pendidikan formal mengemban
amanat untuk mencapai dan mendukung visi dan misi pendidikan nasional serta
pendidikan di daerah masing - masing. Oleh karena itu MI Ma’arif NU 2
Pengadegan perlu memiliki visi dan misi sekolah. Dengan adanya visi dan misi MI
Ma’arif NU 2 Pengadegan dapat dijadikan arah pijakan untuk bertindak dalam
mencapai tujuan pendididkan yang dicita - citakan. Berikut ini visi, misi dan
tujuan pendidikan MI Ma’arif NU 2 Pengadegan.
A. VISI MADRASAH
“ Cinta Ilmu, Bebudi Luhur dan Unggul Dalam Prestasi “
B. MISI
1.
Mendorong
dan membantu siswa untuk mengenali potensi dirinya agar dapat berkomunikasi
dengan baik
2.
Melaksanakan
pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga setiap siswa berkembang
secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki.
3.
Menumbuhkan
penghayatan terhadap ajaran agama Islam dan budaya bangsa sehingga menjadi
sumber kearifan dalam bertindak.
4.
Menumbuhkan
sikap perilaku yang santun dan akhlak yang mulia.
5.
Mengembangkan
budaya kompetitif kepada siswa agar mampu meningkatkan kecakapan dan
ketrampilan.
6.
Menerapkan
manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan kelompok
kepentingan yang terkait dengan sekolah (stakeholder).
7. Menciptakan lingkungan sekolah yang
tertib, bersih, indah, nyaman, aman dan kondusif.
C. TUJUAN MADRASAH
1. Mengembangkan budaya madrasah yang religius melalui
kegiatan keagamaan
2. Melaksanakan pendekatan pembelajaran aktif pada semua
mata pelajaran
3. Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik warga
madrasah
4. Mengembangkan jiwa wirausaha dan keterampilan warga
madrasah
5. Mengoptimalkan budaya disiplin dan bersih di lingkungan
Madrasah.
6. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi
bagian dari pendidikan karakter bangsa
BAB
III
KEADAAN
MADRASAH
Gambaran mengenai keadaan madrasah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir
dapat dikemukakan sebagai berikut :
A. PROSES BELAJAR MENGAJAR
Pelaksanaan KBM di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan berjalan dengan baik
mengingat tenaga pendidik dan jumlah peserta didik sesuai dengan keperluan.
Pelaksanaan pembelajaran Kurikulum Merdeka di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan sudah
berjalan 3 tahun, sehingga trampil menampakkan ini di setiap kelas.
B.
KESISWAAN
1. Terlaksananya program Olahraga Bela Diri
2.
Terlaksananya program Unggulan Tahfidz
3. Jumlah siswa setiap tahun meningkat
4. Karena adanya kesadaran dari orangtua sehingga tidak adanya siswa yang
putus sekolah.
5. Ketidakhadiran siswa rata - rata dikarenakan alasan sakit ataupun ijin
tidak lebih dari 2 %.
6. Rata - rata nilai PAT, PAS setiap
tahun cenderung naik.
7. Sebagai hasil upaya maksimal dari pendidik di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan
maka setiap tahun lulus 100%. Dari seluruh jumlah lulusan tersebut ( 100 %
8. Beberapa prestasi akademik dan non akademik telah diraih baik tingkat
kabupaten
9. Untuk perkembangan kegiatan ekstrakulikuler, pada masing - masing jenis
kegiatan jumlah peserta bertambah.
C.
KETENAGAAN
1.
Dari 9 orang guru di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan,
1 orang memiliki ijazah S2, sedangkan 7 orang berijazah S1, 1 Orang Guru Masih
mengikuti pembelajaran S1 dan semuanya berdedikasi tinggi.
D.
SARANA DAN PRASARANA
1.
Ruang Kelas
Ruang kelas lengkap berjumlah 6 ruangan sesuai jumlah
kelas yang ada. Beberapa kondisi ruangan perlu perbaikan ringan seperti lantai
dan atap yang rusak ringan.
2.
Mebeler
10 % dari jumlah kursi dan meja di kelas - kelas dalam
keadaan rusak ringan.
3.
Perpustakaan
Kondisi perpustakaan seadanya dan koleksi buku
perpustakaan masih kurang.
4.
UKS
UKS MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dalam kondisi ruangan dan
sirkulasi udara baik dengan stok obat-obatan yang lengkap.
5.
Kantin
Kantin berada di luar Madrasah
6.
Masjid
Masjid MI Ma’arif NU 2 Pengadegan masih
menggunakan Masjid Masyarakat setempat dengan MOU dalam kondisi baik namun
belum cukup untuk menampung jamaah seluruh warga madrasah
7.
Koperasi
Sudah ada dengan menyediakan barang kebutuhan pokok warga
madrasah
8.
Lapangan Olahraga
Lapangan olahraga dalam kondisi di halaman Madrasah
9.
Tamanisasi
Guna mendukung tempat belajar yang nyaman dan asri MI
Ma’arif NU 2 Pengadegan membangun tamanisasi di halaman depan.
E. KEUANGAN
Kondisi keuangan di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan ini cukup baik sudah bisa
memenuhi kebutuhan operasional madrasah. Sumber dana dari BOS dan komite.
F. Peran Serta Masyarakat
1. Komite membantu aktif terhadap pengembangan madrasah berupa tenaga, dan
pikiran.
2. Telah disusunnya kepengurusan yang baik dan ideal
3. Kontribusi dan fungsi pengurus sudah baik.
G.
PENGEMBANGAN MADRASAH UNGGUL
1.
Tahfid
2. Kegiatan extra : Pramuka, Hadroh, Tilawah, Bela Diri
3.
Bank Sampah
H.
LAYANAN KHUSUS
1. Madrasah menyediakan sarana komunikasi dengan wali murid
2. Bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar, madrasah memberikan layanan
khusus berupa bimbingan oleh guru di luar jam pelajaran dan tidak dipungut
biaya.
BAB
IV
HARAPAN
A.
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM)
Untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar perlu adanya
kelengkapan administrasi yang lengkap dan benar.
Contoh :
1.
Silabus dan RPP
2.
Menggunakan sumber belajar
yang sesuai berupa lingkungan siswa dan media lain
3.
Penggunaan alat peraga yang optimal
4.
Pelaksanaan Kurikulum bisa terlaksana 100 %
5.
KBM dilaksanakan secara
benar dengan format yang sesuai
6.
Ketuntasan kompetensi 100
% untuk semua mata pelajaran
7.
Dalam pembelajaran daring
harus lebih aktif dan kreatif
KESISWAAN
1.
Terlaksananya Program Tahfid
2.
Peserta didik baru bisa mencapai 1
kelas
3.
Mempertahankan angka putus sekolah
sebesar 0 %
4.
Menurunkan presentasi ketidakhadiran 0 %
5.
Mempertahankan jumlah lulusan 100 %
6.
Prestasi akademik dan non
akademik lebih meningkat dari tahun sebelumnya
7.
Kegiatan ekstrakulikuler bisa
tetap aktif dilaksanakan sesuai kondisi
8.
Lulusan MI Ma’arif NU 2
Pengadegan sebagian besar bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi
9.
Mampu mengembangkan jiwa
wirausaha dan keterampilan siswa
10.
Membuat Koperasi Siswa
B.
SARANA PRASARANA
1.
Madrasah perlu menyediakan ruang
extra
2.
Pengadaan aplikasi perpustakaan
3.
Terwujudnya lingkungan yang
nyaman dan aman
4.
Madrasah perlu Membangun Kantin
5.
Madrasah Perlu pengadaan pompa Air
6.
Madrasah Perlu pengadaan jenset
7.
Madrasah Perlu menyediakan
ruangan untuk koperasi siswa
8.
Pembuatan Ruang Pertemuan
9.
Aula
10.
Wifi dan Upgrade bandwich internet
C.
PENGEMBANGAN MADRASAH UNGGUL
1.
Tahfid
2.
Bela Diri
3.
Tilawah
4.
AKSI
BAB V
PROGRAM PENGEMBANGAN MADRASAH
A.
Pengembangan kompetensi lulusan
1.
Workshop Kurikulum
2.
Pembentukan Team Pengembang Kurikulum
3.
Pencetakan Administrasi Pembelajaran
4.
Rapat penentuan mulok
5.
Penentuan Struktur Kurikulum
6.
Program Pengayaan dan Remidial
7.
Penyusunan Program Ekstrakurikuler
B.
Pengembangan kurikulum
1.
Workshop Kurikulum
2.
Pembentukan Team Pengembang Kurikulum
C.
Pengembangan pembelajaran
1.
Workshop Pengembangan Silabus dan Penyusunan RPP
Terbaru
2.
Workshop model pembelajaran yang menggunakan ITC
3.
KKG
D.
Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
1.
Mengikutkan pada kegiatan sertifikasi
2.
Mengikutkan pada kegiatan work
shop
3.
Mengikutkan pada kegiatan diklat
peningkatan kompetensi guru/pegawai
4.
Mengikutkan pada kegiatan seminar pendidikan
E.
Pengembangan sarana dan prasarana madrasah
1.
Perawatan Lahan / tamanisasi
2.
Perawatan Bangunan
3.
Perawatan Meja Kursi
4.
Perawatan inventaris kelas
5.
Pembelian buku referensi, pengayaan
6.
Pembelian buku mata pelajaran,
buku guru
11. Pengadaan Alat dan Bahan
12. Pengadaan aplikasi perpustakaan
13. Terwujudnya jembatan yang nyaman dan aman
14. Madrasah perlu Kantin
15. Madrasah Perlu pengadaan pompa Air
16. Madrasah Perlu pengadaan Rumah jenset
17. Pembelian peralatan perpustakaan
18. Pembelian peralatan olahraga
F.
KESISWAAN
1.
Terlaksananya Program Tahfid
2. Peserta didik
baru bisa mencapai 1 kelas
3. Mempertahankan
angka putus sekolah sebesar 0 %
4. Menurunkan presentasi ketidakhadiran
0 %
5. Mempertahankan jumlah
lulusan 100 %
6.
Prestasi akademik dan non
akademik lebih meningkat dari tahun sebelumnya
7.
Kegiatan ekstrakulikuler
bisa tetap aktif dilaksanakan sesuai kondisi dan situasi
8.
Lulusan MI Ma’arif NU 2
Pengadegan sebagian besar bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi
9.
Mampu mengembangkan jiwa
wirausaha dan keterampilan siswa
10. Membuat Koperasi Siswa
D.
SARANA PRASARANA
1.
Madrasah perlu menyediakan
ruangan Aula
2.
Pengadaan aplikasi perpustakaan
3.
Terwujudnya tamanisasi yang
nyaman dan aman
4.
Madrasah perlu Rehab Atap
5.
Madrasah Perlu pengadaan pompa
Air
6.
Madrasah Perlu pengadaan Rumah jenset
7.
Madrasah Perlu menyediakan
ruangan untuk koperasi siswa
8.
Aula
9.
Wifi dan Upgrade bandwich internet
E.
PENGEMBANGAN MADRASAH UNGGUL
1.
Takhfid Al Qur’an
2.
Extra Kurikuler
BAB VII
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari sajian RPM ini dapat disimpulkan :
1.
RPM telah
disusun berdasarkan profil madrasah yang melibatkan unsur Kepala madrasah,
Guru, Komite madrasah dan Paguyuban Kelas
2.
RPM disusun
agar peningkatan mutu madrasah dapat dilaksanakan lebih terarah, efisien dan
efektif
3.
Harapan dan
pengembangan dalam rangka peningkatan mutu terdiri atas KBM, kesiswaan,
ketenagaan, sarana prasarana, keuangan, program unggulan dan layanan khusus
4.
Perencanaan
tentang biaya disusun berdasar program kerja. Sedangkan sumber dana yang digali
dari dana BOS, Komite
B. SARAN-SARAN
1. RPM yang telah disusun perlu disosialisasikan kepada
orang tua dan pihak-pihak yang berkepentingan
2. Dalam melaksanakan RPM perlu didukung, dimonitor dan di bantu
pelaksanaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar