BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kondisi ideal yang diharapkan
dalam sebuah lembaga pendidikan khususnya MI Ma’arif NU 02
Pengadegan adalah terselenggaranya pelayanan
pendidikan yang dapat memenuhi ketentuan dari PP 19 tahun 2007 tentang Standar Nasional
Pendidikan dengan pemenuhan 8 standar
nasional pendidikan yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar
proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar, pengelolaan, standar
sarana dan prasarana, standar penilaian dan standar pembiayaan.
Aka tetapi
kondisi yang ada yang dialami oleh MI Ma’arif NU 02 Pengadegan hingga saat ini
belum dapat memenuhi dari apa yang disyaratkan oleh ketetntua PP 19 tahun 2007.
Dari kedelapan standar tidak satupun yang dapat terpenuhi. Setiap standar masih
ada bagian-bagian yang masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan agar dapat mencapai
standar nasional.Berangkat dari kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang
ada di sekolah kami maka kami susun program kegiatan/kerja untuk dapat mencapai
kondidi yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu yaitu selama empat tahun . Program kerja 4 tahunan ini
kami namakan dengan Rencana Peningkatan Mutu
Rencana Peningkatan Mutuini sebagai acuan Pendidikan di satuan pendidikan
dan sebagai dasar untuk melaksanakan proses pendidikan serta untuk meningkatkan mutu pendidikan
dalam usaha mencerdaskan anak bangsa di SD Negeri 3 Pengadegan pada khususnya
dan di Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya. Rencana Kerja Sekolah
ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan tuntunan arah langkah bagi seluruh
sumber daya manusia di Sekolah Dasar Negeri Kalikutuk dalam mengembangkan
berbagai kegiatan pembelajaran yang lebih operasional serta mampu mewujudkan
keunggulan sekolah secara akademik maupun non akademik.
Rencana
Peningkatan Mutu Sekolah disusun untuk
panduan pelaksanaan program selama 4 tahun ke depan. Penyusunan program ini dimaksudkan untuk mengembangkan 8 standar
nasional pendidikan yaitu standar isi,
standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar, pengelolaan, standar sarana dan prasarana, standar
penilaian dan standar pembiayaan. Penyusunan program peningkatan mutu dilaksananakan dengan mempertimbangkan masukan
dari pemangku kepentingan pendidikan yaitu semua dewan guru, komite sekolah dan
unsur dinas pendidikan . Penyususnan RPMS
juga dilakukan melalui proses analisis lingkungan baik internal maupun
eksternal dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan yang ada. Disamping itu
juga mempertimbangkan hasil evaluasi diri sekolah serta analisis kebutuhan sekolah.
B.
Landasan Hukum
Rencana Peningkatan Mutu Sekolah MI Ma’arif NU 02 Pengadegan ini
dilandasi oleh kebijakan-kebijakan yang dituangkan dalam peraturan
perundang-undangan sebagai berikut:
1.
Undang-undang No. 20 tahun 2003; tentang
Sistem Pendidikan Nasional;
2.
Undang-undang No. 25 tahun 2005 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
3.
Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
4.
Permendiknas No. 16 Tahun 2007
tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
5.
Permendiknas No. 13 Tahun 2007
tentang Kualifikasi Kepala Sekolah
6.
Permendiknas No. 22, 23, dan 24
Tahun 2006 tentang SI dan SKL
7.
Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
8.
Permendiknas No. 19 Tahun 2007
tentang Standar Pengelolaan
9.
Permeniknas nomor 28 tahun 2010
tentang Tugas Tambahan Guru sebagai Kepala Sekolah
10.
Permendiknas No. 20 Tahun 20007
tentang Standar Penilaian
11.
Permendiknas No. 24 Tahun 2007
tentang Standar Sarana dan Prasarana
12.
Permendiknas No. 69 Tahun 2009 tentang Standar
Pembiayaan
13.
Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran
2012/2013
C.
Maksud dan Tujuan
1.Maksud
Rencana Peningkatan Mutu
Sekolah ini dibuat dengan maksud :
a. Sebagai acuan
bagi sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran
b. Dapat
digunakan sebagai panduan bagi sekolah dalam menentukan kebijakan sekolah
c. Sebagai
sumber inspirasi bagi seluruh warga sekolah dalam memajukan pendidikan
d. Sebagai tolak
ukur bagi keberhasilan pendidikan baik akademik maupun non akademik
2. Tujuan
a. Menjamin agar
perubahan atau tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan
tingkat kepastian yang tinggi dan resiko kecil.
b. Tersedianya
panduan bagi sekolah dalam memanfaatkan subsidi baik subsidi dari pemerintah
maupun dari nonpemerintah.
c. Pedoman untuk
terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah,
antar sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten dan antar waktu
d. Menjamin
tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan
berkelanjutan
e. Dapat
dijadikan tolak ukur bagi keberhasilan implementasi berbagai program
peningkatan mutu pendidikan di sekolah
f. Membantu
sekolah dalam menyusun anggaran secara bijaksana untuk meningkatkan kualitas
pendidikan
g. Untuk
memberikan gambaran keadaan sekolah secara menyeluruh di masa empat tahun
mendatang
h. Sebagai pedoman dalam menemukan arah kebijakan sekolah dan landasan
komitmen bersama seluruh komponen sekolah.
i.
Sebagai acuan dalam menentukan
skala prioritas program sekolah.
j.
Untuk memacu peningkatan
prestasi sekolah dalam bentuk pengembangan fisik maupun non fisik
k. Untuk membangkitkan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam upaya
berinteraksi secara aktif dalam pengembangan program sekolah.
l.
Untuk mendorong pemerintah dan
instansi terkait lainnya agar memberikan pembinaan maupun kerjasamanya dalam
program pengembangan sekolah.
D.
Metode Penyusunan
1.
Pemahaman bersama pengetahuan Rencana
Peningkatan Mutu Sekolah kepada semua
warga sekolah.
2.
Penyusunan Rencana Peningkatan
Mutu Sekolah melalui diskusi dan
musyawarah bersama guru dan komite sekolah
3.
Sosialisasi Rencana Peningkatan
Mutu Sekolah kepada wali murid atau
masyarakat pada umumnya dan semua pihak ( stake holder ) yang berkepentingan
terhadap sekolah
E.
Kerangka Pemikiran
F.
1.Kesinambungan Antar Program
Penyelenggaraan pendidikan berjalan dengan efektif
dan efisien serta terarah diperlukan perencanaan yang baik. Program dan
perencanaan disusun bertahab dan
hirarkhis. Bertahab dimaksudkan bahwa program disusun berdasarkan waktu
pencapaian, dicapai dalam waktu satu tahun ( Rencana Kerja Tahunan ), Program
yang diselesaikan selama kurun waktu 4
(empat ) tahun disebut Rencana Kerja
Jangka menengah ( RPMS ), sedangkan jika selesai mebutuhkan waktu 8 ( delapan ) tahun atau lebih disebut
Program jangka Panjang. Rencana Kerja Tahunan, Rencana Peningkatan Mutu Sekolah
saling kerkaitan dan berkelanjutan. Keberhasilan Rencana Kerja Tahunan akan
berpengaruh terhadap Rencana Peningkatan Mutu, dan keberhasilan Rencana
Peningkatan Mutu Sekolah akan memberikan
dampak keberhasilan rencana Program jangka Panjang.
2. Kegiatan dalan Rencana
Peningkatan Mutu
Rencana Peningkatan Mutu Sekolah merupakan rencana
yang disusun untuk kerja selama 4 (empat ) tahun. RPMS ini meliputi pelaksanaan
8 standar yaitu standat isi, SKL, proses, sarana prasarana, pendidik dan tenaga
kependidikan, pengelolaan, penilaian , pembiayaan.
Penyusunan Rencana
Peningkatan Mutu Sekolah (RPMS) sesuai amanat dari Peraturan Menteri Nomor 19
Tahun 2007 tentang standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah merupakan gambaran tujuan yang akan dicapai oleh satuan pendidikan
dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin
dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan. RPMS
sebagai salah satu proses dan prosedur pengelolaan sekolah untuk menentukan
tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan ketersediaan sumber daya. Selain
dari pada itu RPMS merupakan dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa
depan untuk mencapai tujuan dan sasaran sekolah yang telah ditetapkan.
Materi dasar
penyusunan RPMS adalah hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS) berkaitan dengan 8
(delapan) standar pendidikan yang telah ditetapkan acuannya dalam Peraturan
Pemerintah RI No 19 Th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Pasal 2
ayat (1) yaitu meliputi: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik
dan tenaga kependidikan, standar sarana
prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan serta standar penilaian.
Dari delapan standar tersebut jika belum memenuhi angka minimal maka sekolah
harus memprioritaskan rencana kerja pada aspek-aspek yang belum memenuhi SNP.
Alur kerja penyusunan
RPMS adalah sebagai berikut:
PENGESAHAN
1. Penyetujuan
oleh rapat Komite Sekolah 2.
Pengesahan oleh pihak berwenang 3.
Sosialisasi kepada pemangku kepentingan


BAB II
KONDISI UMUM
A. Kondisi Masa Lalu
Kualitas sumber daya manusia dan sumber daya lingkungan yang ada belum
dapat memenuhi amanat dari standar
nasional pendidikan. Dalam menentukan Rencana Peningkatan Mutu
Sekolah diperlukan analisis . Analisis lingkungan strategis yang ada dari mulai
dari kondisi sosial , kondisi ekonomi, kondisi politik, kondisi keamanan,
kondisi budaya, pengembangan IPTEK. Semua kondisi yang ada di lingkungan ini
memberikan pengaruh terhadap kkeberhasilan program pendidikan di sekolah.
SD Negeri pada awal didirikan masih jauh dari
standar yang diatur dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) maupun Standar
Pelayanan Minimal (SPM).
B. Kondisi Sekarang
Cita-cita Kemendiknas
dalam pembangunan pendidikan nasional lebih menekankan pada pendidikan
transformatif, yaitu menjadikan pendidikan sebagai motor penggerak perubahan
dari masyarakat berkembang menuju masyarakat maju. Untuk mewujudkan hal
tersebut kemudian pemerintah kemudian menetapkan Standar Nasional Pendidikan
(SNP) sebagai acuan pelaksanaan pendidikan di seluruh Indonesia dan dalam
rangka menjamin mutu pendidikan nasional.
Analisis kondisi saat ini
menggambarkan tingkat ketercapaian pelaksanaan program dengan segala kelebihan
dan kekurangan yang ada. Keberhasilan saat ini akan menjadi pedoman dan
petunjuk waktu yang akan datang , sedangkan kekurangan merupakan kesenjangan antara
harapan dan kenyatan yang ada sehingga
perlu direfleksi aktor ketidak berhasilan dan menjadikan progran bagi
waktu/tahun berikutnya. Berikut secara lengkap digambarkan analisis kondisi
saat ini yang meliputi 8standar nasional pendidikan .
Berdasarkan hasil
evaluasi diri sekolah (EDS) di SD Negeri 3 Pengadegan Jika dibandingkan dengan
SNP maka kondisi saat ini dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1. Standar Isi
Yang sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (
SPM ) apabila telah memenuhi nilai 2
Gambar
2.1 Analisis standar isi
Berdasarkan gambar 2.1 pemenuhan belum meliputi seluruh
komponen standar isi masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata
1,77 poin. Aspek-aspek yang perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu pada
aspek layanan bimbingan dan konseling, struktur kurikulum dan pengembangan
kurikulum.
2. Standar Proses
Gambar 2.2 Analisis Standar Proses
Berdasarkan gambar 2.2 sebagian besar pemenuhan komponen standar proses belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata
1,62 poin. Aspek-aspek yang perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu pada
aspek pelaksanaan pembelajaran, kualitas pengelolaan kelas, sumber belajar,
kualitas RPP, perencanaan proses pembelajaran.
3.Standar
Kelulusan
Gambar 2.3. Analisis
Standar Kelulusan
Berdasarkan gambar 2.3 pemenuhan standar kelulusan masih
sangat jauh dari harapan untuk dapat memenuhi SNP dengan nilai rata-rata
0,90 poin. Semua aspek perlu peningkatan untuk memenuhi SNP , karena yang baru memenuhi SNP
baru satu aspek berprestasi
4.
Standar PTK
Gambar 2.4. Analisis
Standar PTK
Berdasarkan gambar 2.4 pemenuhan belum meliputi seluruh
komponen standar iPTK masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata
1,46 poin. Aspek-aspek yang perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu guru
5. Standar Sarana dan Prasarana
Gambar 2.5. Analisis
Standar Sarana dan Prasarana
Berdasarkan gambar 2.5 pemenuhan belum meliputi seluruh
komponen rata-rata 1,57 poin. Aspek-aspek yang perlu peningkatan agar memenuhi
SNP yaitu adalah laboratorium TIK dan bahasa, tempat bermain, gudang, jamban,
UKS, Tempat ibadah, ruang guru , ruang pimpinan, laboratorium IPA, Ruang
perpustakaan ruang kelas
1.6. Standar Pengelolaan
Gambar 2.6. Analisisi
Standar Pengelolaan
Berdasarkan gambar 2.6 pemenuhan belum meliputi seluruh
komponen standar sarana dan prasarana masih ada yang belum memenuhi SNP dengan
nilai rata-rata 1,57 poin. Aspek-aspek yang perlu peningkatan agar memenuhi SNP
yaitu adalah evaluasi rencana, kemitraan , akses laporan, realisasi visi misi,
rencana kerja sekolah, sosialisasi visi misi tujuan, mekanisme penetapan
7.
Standar Pembiayaan
Berdasarkan gambar 2.7 pemenuhan belum meliputi seluruh
komponen standar Pembiayaan masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai
rata-rata 1,48 poin. Aspek-aspek yang perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu
adalah Realisasi biaya nonpersonalia, penyusunan RAPBS
8. Standar
Penilaian
Gambar 2.8
Analisis Standar Penilaian
Berdasarkan gambar 2.8 pemenuhan belum meliputi seluruh
komponen standar penilaian masih banyak
yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 1,37 poin. Aspek-aspek yang
perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu adalah penilaian oleh pemerintah,
penilaian oleh pendidik, teknik penilaian, penilaian secara menyeluruh dan
obyektif
B. Tantangan yang Dihadapi
Tantangan sekolah merupakan kesenjangan kondisi nyata
sebagai hasil EDS dengan kondisi yang diharapkan. Tantangan utama diklarifikasi
dengan melakukan pembandingan nilai hasil EDS dengan SNP. Berdasarkan hasil
Evaluasi Diri Sekolah yang telah dilakukan maka ada beberapa tantangan yang
dihadapi yaitu:
1. Standar Isi
Kurikulum SD Kalikutuk
seperti konselor dan narasumber. Orientasi kurikulum juga harus mendukung mata
pelajaran yang di UN-kan. Selain
itu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah harus dapat melibatkan seluruh
siswa terlebih kelas 1 dan kelas 2.
2. Standar Proses
Tantangan yang ada pada muatan standar
proses diantaranya:
a.
Penyusunan RPP oleh guru dikembangkan dengan tidak hanya
mengacu pada silabus saja akan tetapi
juga berorientasi pada kondisi sekolah dan peserta didik.
b.
Optimalisasi pemanfaatan lingkungan sekolah dan
perpustakaan sebagai sumber belajar oleh segenap warga sekolah
c.
Peningkatan pengelolaan kelas dengan baik, berkualitas
dan menyenangkan sehingga anak didik lebih bahagia dalam belajar dan mencapai
ketuntasan minimal mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.
3. Standar Kompetensi
Lulusan
Tantangan yang dihadapi diantaranya:
a.
Meningkatkan penggunaan berbagai referensi belajar oleh
siswa dalam memahami kompetensi dasar suatu materi untuk pelajaran IPA, IPS,
PKn dan PAI bagi siswa kelas 4, 5 dan 6
b.
Peningkatan kebiasaan berperilaku santun oleh siswa kelas
1, 2 dan 6 terhadap Guru
c.
Pembiasaan merealisasikan karya seni dan budaya,
kebugaran jasmani, serta penggunaan teknologi yang sehat dalam pendidikan di
sekolah bagi seluruh siswa SD IT Samawi
4. Standar Pendidik
dan Tenaga Kependidikan
Tantangan yang dihadapi diantaranya:
a.
Memaksimalkan sistem perekrutan PTK yang sesuai dengan
kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan
b.
Meningkatkan kualitas dan memvasilitasi seluruh guru
kelas dalam mencapai kompetensi yang dipatok oleh SNP
5. Standar Sarana dan
Prasarana
Tantangan yang dihadapi yaitu memenuhi
tersedianya sarana prasarana penunjang pembelajaran sebagai berikut:
Tabel II.1
Sarana Prasarana yang Dibutuhkan
|
NO |
Jenis |
Jumlah |
Ket |
|
1. |
Ruang
Kelas |
1
lokal |
Ruang
kelasIV |
|
2.
|
UKS |
1 |
Peralatan
dan fasilitas lain |
|
3. |
Perpustakaan |
1 |
Fasilitas |
|
4. |
Ruang
pimpinan |
1 |
Fasilitas |
|
5. |
Mushala |
1 |
Fasilitas |
|
6. |
Tempat
bermain dan olahraga |
500
m2 |
Fasilitas |
|
7. |
Gudang |
1 |
Ukuran
dan fasilitas bermain |
|
8. |
Laboratorium
IPA, TIK, Bahasa |
1 |
Gedung |
|
9. |
sirkulasi |
1 |
Bangunan |
|
10 |
Ruang
kantin |
1 |
Bangunan
dan fasilitas |
|
11 |
Ruang
khusus Inklusi |
1 |
Bangunan
dan fasilitas |
Tabel II.1 Kebutuhan
sarana prasarana pendidikan
6. Standar
Pengelolaan
Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan
standar pengelolaan diantaranya:
a.
Mengembangkan visi, misi serta tujuan sekolah dengan
mekanisme yang akuntabel serta sesuai dengan SNP kemudian
mengimplementasikannya dalam seluruh kegiatan pendidikan di sekolah
b.
Melakukan kemitraan dengan pihak-pihak terkait yang dapat
mendorong cepatnya proses pendidikan yang berkualitas, seperti
departemen-departemen, instansi pemerintah, penegak hukum, lembaga sosial dan
swadaya masyarakat, serta perusahaan- perusahaan yang komitmen dengan
pendidikan
c.
Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan
bersahabat di tengah pemukiman penduduk yang heterogen dan majemuk
d.
Melaksanakan pelayanan mutu pendidikan serta evaluasi PTK
minimal setahun sekali
7. Standar Pembiayaan
Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan
standar pembiayaan diantaranya:
a.
Efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran sekolah
dengan memperhatikan skala prioritas yang telah ditetapkan oleh aturan yang
berlaku
b.
Akuntabilitas dalam pelaporan sesuai mekanisme yang telah
di atur dalam peraturan terkait
8. Standar Penilaian
Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan
standar penilaian diantaranya:
a.
Melaksanakan penilaian dengan menggunakan teknik
penilaian yang berlaku dan diakui tingkat akurasinya
b.
Melakukan penilaian secara adil, sahih, menyeluruh dan
transparan menyangkut mata pelajaran yang disampaikan serta perilaku siswa
terkait budi pekerti
Hasil evaluasi diri ecara detail dan rinci upaya dan
rekomendasi yang diperoleh dari hasil EDS untukmasing-masing standar adalah
sebagai berikut:
Tabel 2.1 Rekomendasi peningkatan mutu Standar Isi
|
ASPEK) |
REKOMENDASI UNTUK PENINGKATAN MUTU |
|
Kegiatan Ekskul |
Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler sesuai
minat siswa Pendokumentasian dan pelaporan kegiatan ekstrakurikuler |
|
Beban Belajar |
Pemenuhan Jam Belajar |
|
Struktur Kurikulum |
Struktur kurikulum telah sesuai pedoman
dari BSNP |
|
Pengembangan Kurikulum |
Pengintegrasian Pengembangan Karakter dalam Mata
Pelajaran Mengembangkan KTSP dilaksanakan di tingkat
satuan pendidikan |
Tabel 2.2 Rekomendasi peningkatan mutu Standar
Proses
|
Aspek |
REKOMENDASI UNTUK PENINGKATAN MUTU |
|
Ekstrakurikuler |
Peningkatan dalam setiap item kegiatan
ekstrakurikuler |
|
Pelaksanaan pembelajaran |
Pengembangan perangkat pembelajaran
berbasis penelitian tindakan kelas Optimalisasi pemanfaatan alat peraga Pembelajaran dengan prisip aktif learning
dengan menggunakan berbagai media dan metode pembelajaran Optimalisasi penerapan model-model pemeblajaran inovatif (
problem base learning, CTL, Group discussion, cooperative learning ) Mengembangkan pembelajaran berbasis ICT |
|
Kualitas pengelolaan kelas |
Peningkatan efektifitas pemanfaatan waktu pembelajaran Peningkatan pemahaman karakteristik
siswa yang memerlukan kebutuhan khusus |
|
Sumber belajar |
Belum tersedianya sarana pembelajaran
berbasis ICT Belum tercukupinya buku teks pelajaran bagi
semua siswa |
|
Kualitas RPP |
Penyusunan RPP masih dilaksanakan di
tingkat KKG gugus |
|
Perencanaan Proses pembelajaran |
Proses perencanaan pembelajaran perlu memperhatikan karakteristik peserta
didik |
Tabel 2.3 Rekomendasi peningkatan
mutu Standar Kelulusan
|
ASPEK |
REKOMENDASI UNTUK PENINGKATAN MUTU |
|
Berprestasi |
Telah mencapai prestasi akademik maupun non akademik dari tingkat
kecamatan, kabupaten dan nasional |
|
Menjaga tubuh serta lingkungan |
Peningkatan pelaksanaan kegiatan kebersihan
kelas,kebersihan lingkungan, kegiatan jumat bersih , dan penyediaan kantin
sekolah yang sehat Melaksanakan dan membiasakan pola hidup
bersih dan sehat |
|
Kebugaran
Jasmani serta hidup sehat |
Pelaksanaan senam pasi sebelum KBM setiap
hari Selasa dan Kamis agar ditingkatkan dan dikembangkan |
|
Mengekspesikan seni dan budaya |
Mengekspresikan seni budaya pada even-even sekolah yag sesuai
pada saat rapat pleno, tutup tahun, kegiatan pentas seni lainnya |
|
Mengenali menganalisis gejala alam |
Peningkatan dan pemahaman tentang gejala
alam pada pembelajaran pada mata pelajaran yang ada materi gejala alam |
|
Belajar Iptek secara efektif |
Peningkatan proses KBM |
|
Menegakkan aturan |
Meningkatkan didiplin dan tanggung jawab
pada siswa Pembiasaan pendidikan karakter, tidak ada
siswa terlambat masuk sekolah |
|
Berakhlak mulia |
Membiasakan akhlak mulia dalam kehidupan di
sekolah dan di masyarakan |
|
Melaksanakan ajaran agama |
Meningkatkan kegiatan praktek agama di
sekolah dan pemantauan terhadap siswa |
|
Berkomunikasi secara efektif dan santun |
Membiasakan berbahasa yang sopan santun dan
lemah lembut kepada siapapun |
|
Siap melanjutkan pendidikan ke jenjang
berikutnya |
Penjelasan dan bimbingan kelanjutan studi
pada siswa dan orang tua |
|
Biasa hidup bersih sehat dan bugar |
Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat Kegiatan senam pagi secara efektif |
|
Produktif dan bertanggung jawab |
Mengusahanan kebun sekolah dan
mengefektifkan kegiatan koprasi sekolah dan kantin sekolah |
|
Berbagai sumber belajar |
Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber
belajar Penggunaan alat peraga dan media belajar
yang ada di sekolah secara efektif |
|
Percaya diri dan bertanggung jawab |
Mengerjakan PR di rumah , tidak ada siswa yang tidak mengerjakan pR ketika
diberi tugas oleh guru Mengerjakan PR sampai selesai Tidak menyontek teman |
Tabel 2.4
Rekomendasi peningkatan mutu Standar PTK
|
ASPEK |
REKOMENDASI UNTUK PENINGKATAN MUTU |
|
Kualifikasi tenaga Kependidikan |
Tenaga pustakawan berijasah S1 |
|
Kompetensi Guru |
Perlu peningkatan komptensi guru melalui
diklat dan seminar |
|
|
Semua guru sudah S1, hanya 1 guru yang D2
dan 2 tahun lagi akan pensiun Tenaga guru masih muda namun masih perlu
peningkatan kompetensi melalui kegiatan diklat dan seminar |
Tabel 2.5
Rekomendasi peningkatan mutu Standar Sarana dan Prasarana
|
ASPEK |
REKOMENDASI UNTUK PENINGKATAN MUTU |
|
Laboratorium TIK |
Mangajukan proposal Lab TIK |
|
Laboratorium bahasa |
Mengusahakan laboratoriun bahasa,
mengusulkan proposal Lab Bahasa pada dinas |
|
Tempat bermain/olah raga |
Tempat bermain ada,aman hanya masih perlu
perindang agar tidak terlalu panas |
|
Sirkulasi |
Peningkatan kebersihan , dan perlu juga
ruang sirkulasi yang menghubungkan gedung
yang berhadapan |
|
Gudang |
Terlalu sempit dan tidak muat menanpung kearsipan yang ada di
sekolah, sehingga perlu adanya pembuatan gudang yang memadai |
|
Jamban |
Sudah memenuhi rasio 1 : 20 tapi perlu peningkatan kebersihan
dan penyediaan air bersih ketika di musim kemarau |
|
Ruang UKS |
Administarsi cukup lengkap namun perlu
sarana dipan dan alat-alat serta obat-obatan ringan |
|
Ruang tempat beribadah |
Sudah sesuai standar ukurannya namun
kelengkapan adaministrasi dan sarana
pendukung yang tidak lengkap |
|
Ruang guru |
Ruang guru masih belum
ada almari dan rak untuk guru perlu kiranya diusahakan mebelair untuk
guru-guru . perlu juga penataan ruang guru yang menjadikan para guru nyaman
menempati ruang tersebut |
|
Ruang Pimpinan |
Ruang pimpinan ukuran memenuhi standar
namun sarana parasaran belum memenuhi
standar Akan diusahakan almari data untk arsip
sekolah |
|
Laboratorium IPA |
Belum punya laboratorium ipa.
Mengkomunikasikan dan mengajukan proposal ke dinas pendidikan |
|
Ruang Perpustakan |
Gedung perpustakan mengalami rusak
berat dari segi tanah, dinding,
lantai .Penyampaian laporan tingkat kerusakan kepada dinas pendidikan Ruang perpustakaan masih membutuhkan sarana
untuk menunjang administrasi perpustakaan Mengusahakan laptop untukmemperlancar
pendataan dan aministrasi perpustakaan |
|
Ruang kelas |
Ada 6 ruang kelas tetapi mebelair meja
kursi murid semua ruang kelas rusak . Mengajukan proposal ke dinas pendidikan
sampai sekarang belum ada hasilnya. Ruang kelas belum ada sarana untuk
pembelajaran dengan menggunakan IT. Pengajuan bantuan
pembelajaran e-Learning |
|
Bangunan |
90 % bangunan kuat kokoh. Bangunan ruang Perpustakaan yang kuarang
kuat karena pengaruh kondisi tanah |
|
Lahan |
Kondisi lahan wilayah SD Kalikutuk berada pada tempat yang datar , sehingga memudahkan penataan ruang
dan bangunan, Juga berada di tengah-tengan masyarakat yang mendukung
tercapainya standar jumlah siswa , meskipun juga masih akan ditingkatkan
pencapaian standar siswa setiap rombel.
|
|
Satuan Pendidika |
Satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri Kalikutuk
|
Tabel 2.6 Rekomendasi peningkatan mutu Pengelolaan
|
ASPEK |
REKOMENDASI UNTUK PENINGKATAN MUTU |
|
Sekolah menerapkan sistem informasi
manajemen yang mudah diakses oleh warga sekolah Sekolah menerapkan sistem informasi
manajemen yang mudah diakses oleh warga sekolah |
Peningkatan sistim informasi
mmanagemen untuk mencapai tujuan
secara optima |
|
Kepala sekolah menerapkan kepemimpinan yang
efektif |
Peningkatan pemanfaatan sumber daya yang ada secara maksimal untuk
mencapai tujuan |
|
Partisipasi Warga sekolah |
Peningkatan partisipasi warga sekolah guru karyawan siswa ,
masyarakat, wali murid, komite sekolah. Pemerintah desa dan semua instansi yang terkait sebagai stake
holder sekolah secara maksimal untuk
mencapai tujuan |
|
Sekolah sudah melakukan akreditasi sesuai
dengan peraturan yang berlaku |
Sekolah mengikuti peraturan akreditasi yang berlaku |
|
Kepala sekolah melakukan evaluasi
pendayagunaan pendidik |
Peningkatan kegiatan monitoring, evaluasi
dan supervisi serta pemantauan pada
guru |
|
Sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga
lain |
Peningkatan jalinan kerjasama dengan mobil
hijau, KLH danKP4 KP, untuk mempersiapkan sekolah adiwiyata |
|
Sekolah menciptakan lingkungan yg kondusif
untuk kegiatan pembelajaran |
Peningkatan penciptaan kondisi lingkungan
sekolah yang rindang sejuk dan nyaman sehingga semua warga sekolah merasa nyaman bekerja
dan belajar di sekolah |
|
Program peningkatan mutu sekolah |
Melaksanakan program peningkatan mutu
secara efektif dan efisien |
|
Sekolah menyediakan akses laporan
pengelolaan keuangan sekolah secara transparan dan akuntabel |
Akses laporan pengelolaan keuangan
dilakukan setiaap ada pertemuan apa saja, rapotan, rapat komite, rapat pleno,
secara lisan dan berkala . Laporan tertulis baru disampaikan pada
dinas pendidikan. Mengusahakan laporan tertulis pada
masyarakat |
|
Sekolah menyusun pedoman pengelolaan
sekolah |
Penyususnan pedoman pengelolaan sekolah |
|
Realisasi visi dan misi ke dalam rencana
kerja sekolah |
Penyusunan RPMS dan RKT |
|
Kepemilikan rencana kerja sekolah |
Penyusunan RKS |
|
Sosialisasi visi, misi, dan tujuan sekolah |
Sosialisasi visi misi dan tujuan
sekolah kepada warga sekolah/ stake
holder sekolah |
|
Cakupan dan Mekanisme Penetapan Visi, Misi
dan Tujuan Sekolah |
Melaksanakan penyusunan visi misi dan
tujuan sekolah sesuai dengan mekanisme yang sudah ditetapkan. |
Tabel 2.7 Rekomendasi peningkatan standar
pembiayaan
|
ASPEK |
REKOMENDASI UNTUK PENINGKATAN MUTU |
|
Dokumen Laporan Pembiayaan Operasi
Nonpersonalia |
Peningkatan Dokumen Laporan Operasi Non
Personalia |
|
Dokumen Laporan Pembiayaan Operasi
Nonpersonalia |
Peningkatan Dokumen Laporan Operasi Non
Personalia |
|
Realisasi Pengelolaan Pembiayaan Operasi
Nonpersonalia |
Merealisasikan Pengelolaan Pembiayaan
Operasi Nonpersonalia |
|
Realisasi Besaran Pembiayaan selain Operasi Nonpersonalia, ATS dan BAHP |
Merealisasi kan Besaran Pembiayaan
selain Operasi Nonpersonalia, ATS dan
BAHP |
|
Besaran Standar Biaya Operasi Nonpersonalia |
Menetapkan dan mengalokasikan besaran
Standar Biaya Operasi Nonpersonalia |
|
RAPBS dan RAKS disusun bersama-sama dengan
Komite Sekolah dan mempertimbangkan kemampuan ekonomi orang tua siswa |
Meningkatkan kerjasama komite dalam rangka
penyusunan RAPBS dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi orang tua siswa |
Tabel 2.8 Rekomendasi peningkatan standar penilaian
|
ASPEK |
REKOMENDASI UNTUK PENINGKATAN MUTU |
|
Penilaian oleh pemerintah |
Meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan
instrument penilaian sehingga nanti dapat meningkatkan prestasi siswa secara khusus dan prestasi
sekolah,prestasi pendidikan dalam arti
yang lebih luas |
|
Penilaian oleh pendidik |
Peningkatan kemampuan
guru dalam menyusun
melaksanakan dan menindaklanjuti hasil penilaian peserta didik
sehingga penilaian bermakna bagi siswa dan guru itu sendiri |
|
Teknik-teknik penilaian |
Mengembangkan teknik-teknik penilaian pada
guru baik tes mapun nontes. Tertulis maupun non tertulis ( unjuk kerja,
lisan, performance/praktek dll ) disesuaikan
dengan karanteristik materi/KD yang akan disusun perangkat
penilaiannya. |
|
Penilaian secara menyeluruh |
Peningkatan penilaian secara menyeluruh baik penilaian proses
maupun hasil belajar siswa. Sehingga penilaian akan betul-betul bermakna bagi
siswa tidak hanya sekedar hafal tetapi faham yang lebih penting, mulai dari
pengamatan proses, ulangan harian , UTS, UAS dan UKK adalah satu penilaian
yang utuh dan saling berlesinambungan |
BAB III
PROGRAM
PENINGKATAN MUTU SEKOLAH
A.
Visi Sekolah
“UNGGUL
DALAM PRESTASI, BERWAWASAN LINGKUNGAN, BERDASAR IMTAQ DAN IPTEK”.
B. Misi Sekolah
1.
Menciptakan Kegiatan Belajar Mengajar yang aktif, kreatif dan inovatif
untuk mencapai daya serap dan ketuntasan belajar yang tinggi
2.
Mengoptimalkan bimbingan untuk mengembangkan bakat dan
kemampuan siswa
3.
Menumbuhkembangkan penghayatan serta pengamalan ajaran
agama untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta memiliki budi pekerti
luhur.
4.
Mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan lokal dan global
5.
Menumbuhkembangkan minat dan budaya membaca
6.
Tetap mengupayakan, mempertahankan keunggulan lokal dan
global (Komputer/TI dan Bahasa Inggris)
7.
Membekali ketrampilan hidup di dalam masyarakat sesuai
dengan kemampuan dan potensi yang ada.
8.
Mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat
9.
Mempersiapkan diri menjadi sekolah berwawasan lingkungan
10. Mengoptimalkan kegiatan
ektrakurikuler
11.
Meningkatkan pembinaan tim olahraga (sepak bola,
bulutangkis dan tenis meja),
12.
Meningkatkan pembinaan lomba mata pelajaran / olimpiade
MIPA
B.
TUJUAN SEKOLAH
SD N Kalikutuk
Sentolo Kulon Progo dalam tahun 2012/2013
1.
Mampu mencapai
nilai rata-rata Ujian Nasional 25,00
2.
Mampu meningkatkan prestasi Ujian Nasional peringkat 5
besar kecamatan
3.
Mampu menyiapkan siswa kelas VI 90 % diterima di sekolah
negeri.
4.
Mampu meraih prestasi
kejuaraan olahraga bulu tangkis, sepak bola dan tenis meja, dan sepak
takraw di tingkat Kabupaten dan propinsi
5.
Mampu meraih prestasi kejuaraan dalam kegiatan
kompetisi/lomba keagamaan di tingkat kecamatan
6.
Mampu meraih prestasi kejuaraan dalam kegiatan
kompetisi/lomba MIPA dan mata pelajaran lain di tingkat kabupaten
7.
Mampu membiasakan pola hidup bersih dan sehat
8.
Mampu menjadi
sekolah Adiwiyata kabupaten
9.
Mampu meraih prestasi juara dokter kecil tingkat nasional
10.
Mampu meraih prestasi juara lomba Kesenian di tingkat
kabupaten
11.
Mampu membiasakan siswa membaca buku di perpustakaan
12.
Memiliki kepribadian dan budi pekerti yang luhur, jujur,
tanggung jawab, disiplin
13.
Memiliki akhlak yang mulia,
dapat mengamalkan ajaran agama hasil proses pembelajaran dan kegiatan
pembiasaan
14.
Memiliki dasar keterampilan
dan kesenian sebagai bekal untuk hidup
mandiri
C.
Sasaran Sekolah
Berdasarkan tantangan
nyata yang dihadapi, dapat dirumuskan sasaran sekolah sebagai berikut:
1.
Pada tahun 2016 rata-rata nilai UN siswa adalan 26,00 dan
mulai tahun pelajaran 2012/2013 diadakan tambahan jam belajar bagi siswa kelas
5 (lima)
2. Pada tahun
2013 dapat menambah ruang kelas baru, dan ruang computer, perbaikan ruuang
perpustakaan
3. Pada tahun
2014 melengkapi sarana dan fasilitas
ruang ibadah, kantin, komputer di sekolah
4. Tahun
pelajaran 2012/2013 sudah terbentuk kelompok Olimpiade MIPA, OOSN, PKP, dan
lomba keagamaan
5. Tahun 2013
membentuk dan melaksanakan tim pelaksana sekolah adiwiyata dan KMDM (Kecil
Menanam Dewasa Memanen )
6.
Pada tahun 2013
nilai akreditasi adalah A dengan peningkatan nilai/skor
7.
Tahun 2013 mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan (
sekolah adiwiyata)
8. Pada tahun
2013 sudah terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana
9.
Prosentase siswa kelas 6 yang lancar membaca Al Quran dan
rutinitas menjalankan shalat lima waktu sebagai berikut:
a) tahun 2013 sebanyak 50%
b) tahun 2014 sebanyak 65 %
c) tahun 2015 sebanyak 80 %
d) tahun 2016 sebanyak 100%
10. Tahun 2013
diadakan pelatihan atau workshop riset sederhana dan PTK serta lomba riset
tingkat sekolah
D. Identifikasi
Fungsi-Fungsi yang Diperlukan Setiap Sasaran
Untuk
mencapai sasaran sekolah maka diperlukan identifikasi fungsi-fungsi dari setiap
sasaran sebagaimana tertuang dalam tabel berikut:
Tabel III.1
Identifikasi Fungsi-Fungsi Setiap Sasaran
|
NO |
SASARAN |
FUNGSI-FUNGSI |
|
1. |
Nilai rata-rata nilai UN siswa pada tahun 2016
adalah 26,25 dan tambahan jam belajar bagi siswa kelas 5 |
Pendidik, Peserta didik, Kurikulum, Sarana
Prasarana, Pembiayaan |
|
2. |
Menambah ruang kelas baru, dan fasilitas ruang
lain dan laboratorium |
Penyelenggara Sekolah, Pemerintah |
|
3. |
Melengkapi fasilitas sarana ibadah |
Sarana prasarana |
|
4. |
Terbentuk kelompok Olimpiade MIPA, dan lomba keagamaan |
Peserta didik, pendidik, |
|
5. |
Nilai akreditasi adalah A /nilai meningkat |
Pendidik, Tenaga kependidikan |
|
6. |
Terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim
pelaksana |
Kurikulum, pendidik, penyelenggara
pendidikan |
|
7. |
Peningkatan prosentase siswa lancar baca
Al Quran, dan rutinitas shalat lima waktu |
Kurikulum, Pendidik, |
|
8. |
Pelatihan atau workshop riset sederhana dan PTK
serta lomba riset tingkat sekolah |
Kurikulum, Pendidik |
E.
Analisis SWOT
Setiap fungsi yang terdapat
dalam setiap sasaran kemudian dianalisis lebih lanjut tingkat kesiapannya
dengan mengacu pada kriteria ideal yaitu
Standar Nasional Pendidikan, naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya
yang relevan. selain itu dapat juga dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria
ideal yang bersifat umum. Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan
”siap” pada faktor internal (kondisi telah memenuhi kriteria ideal) berarti
merupakan kekuatan, dan jika ”tidak siap” merupakan kelemahan.
Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan ”siap” pada faktor eksternal
(kondisi telah memenuhi kriteria ideal) berarti merupakan peluang,
dan jika ”tidak siap” merupakan tantangan.
Berdasarkan
fungsi pada sasaran yang telah ditentukan, maka dapat diperoleh analisis SWOT
sebagai berikut:
Tabel III.2
Analisis SWOT Untuk
Sasaran:Nilai rata-rata nilai UN siswa pada tahun 2016 adalah 26,25 dan
tambahan jam belajar bagi siswa kelas 5
|
FUNGSI |
FAKTOR |
KRITERIA KESIAPAN |
KONDISI NYATA |
TINGKAT KESIAPAN |
|
|
Siap |
Tidak Siap |
||||
|
Pendidik |
Internal: Ø Guru kelas
4, 5 dan 6 memiliki kompetensi dalam bidang pelajaran yang di UN-kan Eksternal: Ø Pelatihan
sukses UN oleh Dinas Pendidikan dan bedah kisi-kisi UN bagi guru kelas 6 |
Ø
Guru kelas 4, 5, 6 memiliki sertifikat kompetensi Ø Dinas
memfasilitasi pembekalan sukses UN untuk Guru |
Ø 50% Guru
kelas 4, 5 dan 6 sudah bersertifikat kompetensi dan berpengalaman dalam
bimbingan belajar Ø Ada
pelatihan bedah kisi-kisi UN dan pembekalan sukses UN oleh Dikdas |
Ö Ö |
|
|
Peserta
didik |
Internal: Ø Siswa
bersemangat, patuh, aktif dan bekerja sama dalam belajar Eksternal: Ø Dukungan
orang tua yang penuh dalam belajar |
Ø Siswa aktif
dan mau bekerjasama dalam belajar Ø Tingkat
kepercayaan dan dukungan orang tua siswa cukup kuat |
Ø Siswa
bersemangat, aktif, patuh dan mau bekerjasama dalam belajar Ø Orang tua
mendukung proses belajar siswa baik di sekolah dan di rumah |
Ö Ö |
|
|
Kurikulum |
Internal: Ø Pengetatan
ketuntasan minimal dan memaksimalkan program remedial serta pengayaan Eksternal: Ø Banyaknya
variasi perkembangan kurikulum baik di dalam negeri maupun luar negeri |
Ø Materi
kurikulum relevan dengan perkembangan kognitif peserta didik Ø Pengembangan
kurikulum dengan melibatkan unsur guru, konselor, kepala sekolah, komite
sekolah, dan nara sumber, dan pihak-pihak lain yang terkait. |
Ø KTSP
sekolah sudah mempertimbangkan perkembangan kognitif anak Ø Pengembangan
kurikulum belum melibatkan pihak-pihak terkait (eksternal) |
Ö |
Ö |
|
Sarana
Prasarana |
Internal: Ø Tersedianya perpustakaan,
ruang kelas dan laboratorium yang cukup untuk mendukung pembelajaran student
active learning Eksternal: Ø Adanya
bantuan dari pemerintah maupun swasta dalam pengadaan ruang kelas,
perpustakaan dan laboratorium |
Ø Sekolah
dilengkapi ruang kelas yang sesuai dengan rasio siswa, perpustakaan,
laboratorium Ø Sekolah
menjalin kemitraan dengan pihak lain |
Ø Ruang kelas
masih kurang, perpustakaan belum memenuhi standar, dan belum ada laboratorium
serta tempat bermain/berolahraga Ø Kemitraan
yang dilakukan sekolah belum maksimal |
|
Ö Ö |
|
Pembiayaan |
Internal: Ø Tersedianya
anggaran sekolah yang memadai untuk sukses UN Eksternal: Ø Adanya
bantuan dari pemerintah maupun swasta dalam mensukseskan UN |
Ø Sekolah
menyusun RKA-S dengan pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional Ø Pemerintah provinsi/kabupaten
mensubsidi biaya operasional UN |
Ø Sekolah
menyusun RKA-S dengan pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional Ø Ada subsidi biaya operasional
UN dari Pemerintah provins dan kabupaten |
Ö Ö |
|
Tabel III.3
Analisis SWOT Untuk
Sasaran:Menambah ruang kelas baru, perpustakaan dan laboratorium
|
FUNGSI |
FAKTOR |
KRITERIA KESIAPAN |
KONDISI NYATA |
TINGKAT KESIAPAN |
|
|
Siap |
Tidak Siap |
||||
|
Penyelenggara
Sekolah |
Internal: Ø Tersedianya perpustakaan,
ruang kelas dan laboratorium yang cukup untuk mendukung pembelajaran student
active learning Eksternal: Ø Adanya
bantuan dari pemerintah maupun swasta dalam pengadaan ruang kelas,
perpustakaan dan laboratorium |
Ø Sekolah
dilengkapi ruang kelas yang sesuai dengan rasio siswa, perpustakaan,
laboratorium yang nyaman Ø Sekolah
menjalin kemitraan dengan pihak lain |
Ø Ruang kelas
masih kurang, perpustakaan belum memenuhi standar, dan belum ada laboratorium
serta tempat bermain/berolahraga Ø Kemitraan
yang dilakukan sekolah belum maksimal |
|
Ö Ö |
|
Pemerintah |
Internal: Ø mengajukan
proposal pengadaan ruang kelas baru, perpustakaan dan laboratorium Eksternal: Ø Tersedianya
Dana Alokasi Khusus bagi sekolah swasta maupun negeri dari APBN |
Ø tersedianya
sarana dan prasarana belajar yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta
didik secara optimal Ø Pemerintah
menyediakan dana dari APBN untuk pengembangan sarana prasarana sekolah |
Ø Sudah
mengajukan proposal pengadaan ruang kelas baru ke Pemda Ø Pemerintah
mengalokasikan anggaran untuk pengembangan sarana prasarana |
Ö Ö |
|
Tabel III.4
Analisis SWOT
Untuk Sasaran:Pembuatan sarana ibadah
|
FUNGSI |
FAKTOR |
KRITERIA KESIAPAN |
KONDISI NYATA |
TINGKAT KESIAPAN |
|
|
Siap |
Tidak Siap |
||||
|
Sarana
Prasarana |
Internal: Ø Tempat Ibadah terintegrasi
dengan sekolah Eksternal: Ø Fasilitas
dan sarana ibadah alternatif di
sekitar sekolah |
Ø Tersedianya
sarana ibadah untuk menunjang belajar Ø Ada kerjasama dengan pengelola tempat ibadah
di sekitar sekolah |
Ø Belum ada
tempat ibadah yang terintegrasi di lingkungan sekolah Ø Telah
menjalin kerjasama dengan pengelola tempat ibadah di sekitar sekolah |
Ö |
Ö |
Tabel III.5
Analisis SWOT
Untuk Sasaran: Terbentuk kelompok Olimpiade MIPA, Rebana, dan lomba keagamaan
|
FUNGSI |
FAKTOR |
KRITERIA KESIAPAN |
KONDISI NYATA |
TINGKAT KESIAPAN |
|
|
Siap |
Tidak Siap |
||||
|
Pendidik |
Internal: Ø Guru
Pembina Olempiade MIPA, OOSN,PKP, dan lomba keagamaan Eksternal: Ø Pelatihan
kisi-kisi sukses olimpiade MIPA serta banyaknya event lomba MIPA, rebana dan
keagamaan |
Ø Ada tim
Guru Pembina kelompok Olimpiade MIPA, OOSN,PKP, dan lomba keagamaan Ø Ada
Pelatihan kisi-kisi sukses olimpiade MIPA serta banyaknya event lomba MIPA,
OOSN,PKP,dan keagamaan |
Ø Belum ada
tim Guru Pembina kelompok Olimpiade MIPA, PKP, dan lomba keagamaan Ø Belum ada
Pelatihan kisi-kisi sukses olimpiade MIPA serta belum banyaknya event lomba
MIPA, OOSN,PKP, dan keagamaan |
|
Ö Ö |
|
Peserta
Didik |
Internal: Ø Kelompok
Olimpiade MIPA, rOOSN,PKP, dan lomba keagamaan Eksternal: Ø Dukungan
yang kuat dari orang tua siswa |
Ø Setiap
perlombaan MIPA, rebana dan keagamaan selalu ikut serta Ø Orang tua
siswa turut berperan serta |
Ø selalu
berpartisipasi dalam lomba MIPA, OOSN,PKP,dan keagamaan Ø dukungan
yang kuat dari orang tua siswa dalam perlombaan |
Ö Ö |
|
Tabel III.6
Analisis SWOT Untuk
Sasaran:Nilai akreditasi adalah A
|
FUNGSI |
FAKTOR |
KRITERIA KESIAPAN |
KONDISI NYATA |
TINGKAT KESIAPAN |
|
|
Siap |
Tidak Siap |
||||
|
Pendidik |
Internal: Ø Guru dan
Kepala Sekolah menjalankan tugas pokok dan fungsi serta menyusun dokumen
administrasi Eksternal: Ø visitasi
dan uji kompetensi pendidik serta pendampingan |
Ø Dokumen
administrasi guru dan kepala sekolah lengkap dan teratur Ø Guru lulus visitasi dan uji kompetensi guru |
Ø Dokumen
administrasi guru dan kepala sekolah belum lengkap dan teratur Ø Sebagian
guru ada yang belum lulus visitasi dan uji kompetensi |
|
Ö Ö |
|
Tenaga
Kependidikan |
Internal: Ø Kemampuan mengelola
administrasi sekolah Eksternal: Ø Tersedianya lulusan SMA/SMK |
Ø Tenaga
administrasi mempunyai kualifikasi pendidikan minimal SMA/SMK Ø Lulusan
SMA/SMK yang siap kerja |
Ø Tenaga
administrasi mempunyai kualifikasi pendidikan minimal SMA/SMK dan mampu
mengelola administrasi sekolah Ø Banyaknya
lulusan SMA/SMK yang telah siap kerja |
Ö Ö |
|
Tabel III.7
Analisis SWOT
Untuk Sasaran:Terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog empat
bahasa
|
FUNGSI |
FAKTOR |
KRITERIA KESIAPAN |
KONDISI NYATA |
TINGKAT KESIAPAN |
|
|
Siap |
Tidak Siap |
||||
|
Kurikulum |
Internal: Ø Evaluasi KTSP Eksternal: Ø Berkembangnya
Metode pembelajaran 4 bahasa dan kurikulum Internasional |
Ø KTSP dievaluasi dan
dikembangkan Ø Sudah
mengaplikasikan model dialog empat bahasa dan kurikulum internasional |
Ø KTSP sudah
dievaluasi dan ditindaklanjuti oleh internal sekolah Ø belum ada
pengaplikasian model dialog empat bahasa dan kurikulum |
Ö |
Ö |
|
Pendidik |
Internal: Ø Tim pelaksana dialog empat
bahasa Eksternal: Ø Melimpahnya lembaga bahasa |
Ø Sudah ada
tim pelaksana dialog 4 bahasa Ø Melakukan
pelatihan dan pembekalan pelaksanaan komunikasi 4 bahasa |
Ø belum ada
tim pelaksana dialog 4 bahasa Ø belum ada pelatihan dan pembekalan
pelaksanaan komunikasi 4 bahasa |
|
Ö Ö |
|
Penyelenggara |
Internal: Ø tim pengembang kurikulum Eksternal: Ø Melimpahnya
lembaga bahasa dan lembaga pendidikan bertaraf internasional |
Ø Yayasan
membentuk tim pengembang kurikulum sekolah Ø Kerjasama denggan lembaga
/dinas |
Ø yayasan
belum membentuk tim pengembang kurikulum Ø |
|
Ö Ö |
Tabel III.8
Analisis SWOT Untuk
Sasaran:Peningkatan prosentase siswa lancar baca Al Quran dan ibadah lima waktu
|
FUNGSI |
FAKTOR |
KRITERIA KESIAPAN |
KONDISI NYATA |
TINGKAT KESIAPAN |
|
|
Siap |
Tidak Siap |
||||
|
Kurikulum |
Internal: Ø Jumlah jam belajar Al Quran Eksternal: Ø berkembangnya
metode pengajaran Al Quran |
Ø Minimal
jumlah jam belajar Al Quran adalah 30 menit Ø Menerapkan
salah satu metode pengajaran Al Quran |
Ø Jam belajar
Al Quran selama 30 menit Ø Sudah
menerapkan salah satu metode pengajaran Al Quran |
Ö Ö |
|
|
Pendidik |
Internal: Ø Jumlah pengajar Al Quran Eksternal: Ø SDM
pengajar Al Quran yang melimpah dari pesantren/TPA |
Ø Rasio
pengajar Al Quran memenuhi kriteria 1:5 Ø Guru Al Quran adalah alumni pondok pesantren yang telah khatam Al
Quran |
Ø Rasio pengajar Al Quran 1:10 Ø Guru Al
Quran merupakan alumni pondok pesantren yang sudah pernah khatam Al Quran |
Ö |
Ö |
Tabel III.9
Analisis SWOT Untuk
Sasaran: Pelatihan atau workshop riset sederhana dan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) serta lomba riset tingkat sekolah
|
FUNGSI |
FAKTOR |
KRITERIA KESIAPAN |
KONDISI NYATA |
TINGKAT KESIAPAN |
|
|
Siap |
Tidak Siap |
||||
|
Kurikulum |
Internal: Ø Intergrasi budaya penelitian
dengan pelajaran Eksternal: Ø Banyaknya
sekolah dan lembaga pendidikan yang melakukan riset di tingkat sekolah |
Ø Pembelajaran
di sekolah mengajarkan bidaya riset Ø Adanya lembaga pendidikan/praktisi
pendidikan yang bisa diajak kerjasama untuk melatih metode penelitian di
tingkat SD |
Ø Budaya
riset belum sepenuhnya dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar Ø Banyak
lembaga/praktisi pendidikan yang bisa dimintai kerjasama dalam pelatihan
metode penelitian |
Ö |
Ö |
|
Pendidik |
Internal: Ø Melakukan penelitian tindakan
kelas Eksternal: Ø Pelatihan
PTK oleh Pengawas atau Dinas Pendidikan Ø Lomba PTK tingkat Kabupaten |
Ø Setiap guru pernah melakukan
PTK Ø Dinas
Pendidikan memberikan pelayanan pelatihan PTK dan mengadakan lomba PTK |
Ø Belum ada
guru yang melakukan PTK Ø Ada pelayanan pelatihan PTK dan setiap tahun
diadakan lomba PTK |
Ö |
Ö |
F.
Alternatif Langkah Pemecahan Persoalan
Berdasarkan
sasaran yang telah di tentukan dan analisis SWOT maka dapat diambil langkah
solusi sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan
KKG lebih ke arah sukses UN dan dilakukan bedah kisi-kisi UN baik di tingkat
sekolah maupun kecamatan
2. Mengadakan
bimbingan belajar intensif untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia
dan IPA bagi kelas 5 dan 6
3. Memenuhi
fasilitas sarana prasarana belajar di sekolah
4. Mengoptimalkan
modal semangat belajar siswa dan peranserta orang tua siswa dalam program
sekolah melalui pertemuan setiap triwulan sekali
5. Pengembangan
kurikulum sekolah dengan melibatkan lembaga atau pihak yang dipandang
professional dan legitimate dalam bidang pendidikan
6. Mengalokasikan
biaya operasional sekolah (BOS) untuk peningkatan nilai kelulusan siswa
7. Mengajukan
bantuan kepada pemerintah dalam pengadaan ruang kelas baru, laboratorium,
perpustakaan dan sarana ibadah dan kelengkapan sarana/fasilitas ruang
8. Menjalin
kerjasama dengan penduduk sekitar atau lembaga untuk dapat menggunakan sarana
ibadahnya dalam tempo sementara
9. Membentuk tim
olimpiade MIPA, OOSN, PKP, kegiatan keagamaan beserta guru pembimbingnya
10. Berusaha
untuk berpartisipasi dalam setiap perlombaan yang melibatkan peserta usia
sekolah dasar
11. Mengadakan pelatihan atau workshop sukses
olimpiade MIPA
12. Mengoptimalkan kelengkapan administrasi tenaga
pendidik dan kependidikan dalam melaksanakan program kerja dan tugas pokok
serta fungsinya
13. Mempertahankan, memfasilitasi dan mengupayakan
tenaga pendidik dan kependidikan yang memenuhi kualifikasi minimal
14. Mengadakan diklat yang
mendukung kualifikasi guru baik dari Diknas maupun dari sekolah sendiri serta
mengajukan permohonan bimbingan persiapan akreditasi kepada dinas
15. Melakukan
evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian ditindaklanjuti
16. Membentuk tim
pengembang kurikulum dan tim pelaksana dan mengonsultasikan pelaksanaannya
dengan lembaga atau pihak memiliki kompetensi di bidang pendidikan
17. Mendorong
penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam pengembangan
kurikulum
18. Melakukan
kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf internasional dalam
pengembangan kurikulum berbasis wawasan global
19. Mengembangkan budaya belajar Al Quran setiap
pagi dengan menambah jumlah pengajar
sesuai dengan kriteria minimal 1:5 dan optimalisasi peran madrasah
diniyah dalam menunjang peningkatan siswa yang lancar membaca Al Quran,
melakukan pemamntauan pelaksanaan shalat lima waktu oleh orang tua dan guru
20. Mengadakan
diklat atau workshop guru mengenai penelitian sederhana untuk siswa sekolah
dasar dengan cara bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang berkompeten
21. Mendorong
guru untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas serta menfasilitasi diklat
penelitian tindakan kelas bagi guru di lingkungan sekolah
G.
Menyusun Program Peningkatan Mutu
1. Sasaran 1:
Nilai rata-rata nilai UN siswa pada tahun 2016 adalah 26,00 dan tambahan jam
belajar bagi siswa kelas 5
Rencana: Mengoptimalkan KKG lebih ke arah sukses UN dan
dilakukan bedah kisi-kisi UN baik di tingkat sekolah maupun kecamatan,
bimbingan belajar yang intensif bagi siswa kelas 5 dan 6 serta memenuhi
fasilitas pendukung belajar, mengalokasikan dana BOS untuk peningkatan nilai
kelulusan siswa
a. Program 1: Optimalisasi KKG
lebih ke arah sukses UN
b. Program 2:
Bedah kisi-kisi UN di tingkat sekolah dan kecamatan
c. Program 3:
Bimbingan belajar intensif bagi siswa kelas 5 dan 6
d. Program 4: Pemenuhan fasilitas
penunjang belajar
e. Program 5:
Mengoptimalkan dana BOS untuk peningkatan nilai kelulusan siswa
2. Sasaran 2: Menambah
ruang kelas baru, perpustakaan dan laboratorium
Rencana: Mengajukan bantuan kepada pemerintah dalam pengadaan
ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan serta mengoptimalkan lingkungan
sekitar sekolah sebagai laboratorium pembelajaran
a.
Program 1: Mengajukan proposal bantuan pengadaan ruang
kelas baru, perpustakaan, laboratorium
b.
Program 2: Memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah
sebagai laboratorium penunjang pembelajaran
3. Sasaran 3:
Melengkapi sarana dan fasilitas tempat
ibadah
Rencana: Mengusahakan bantuan pengadaan tempat ibadah serta
menjalin kerjasama dengan penduduk sekitar atau lembaga (Takmir masjid/ Pondok
pesantren) untuk dapat menggunakan sarana ibadahnya dalam tempo sementara
a.
Program 1:
Mengusahakan bantuan pengadaan tempat ibadah
b.
Program 2: menjalin kerjasama dengan penduduk sekitar
atau lembaga (Takmir masjid/ Pondok pesantren) untuk dapat menggunakan sarana
ibadahnya dalam tempo sementara
4. Sasaran 4: Terbentuk
kelompok Olimpiade MIPA, OOSN, PKP. dan lomba keagamaan
Rencana: Membentuk tim olimpiade MIPA, OOSN, dan keagamaan
beserta guru pembimbingnya; Berpartisipasi dalam setiap perlombaan yang
melibatkan peserta usia sekolah dasar; Mengadakan pelatihan atau workshop
sukses olimpiade MIPA
a.
Program 1: Membentuk tim olimpiade MIPA,
OOSN,PKP, dan keagamaan beserta guru pembimbingnya
b.Program 2:
Berpartisipasi dalam setiap perlombaan yang melibatkan peserta
usia sekolah dasar
B. Mengadakan
pelatihan atau workshop sukses olimpiade MIPA
5. Sasaran 5: Nilai akreditasi adalah A
Rencana : Mengoptimalkan kelengkapan
administrasi tenaga pendidik dan kependidikan dalam melaksanakan program kerja
dan tugas pokok serta fungsinya; Mempertahankan, memfasilitasi dan mengupayakan
tenaga pendidik dan kependidikan yang memenuhi kualifikasi minimal; Mengajukan
bimbingan akreditasi kepada dinas;
a.
Program 1: Mengoptimalkan kelengkapan administrasi tenaga
pendidik dan kependidikan dalam melaksanakan program kerja dan tugas pokok
serta fungsinya
b.
Program 2: Mempertahankan, memfasilitasi dan mengupayakan
tenaga pendidik dan kependidikan yang memenuhi kualifikasi minimal
Program
3: Mengajukan bimbingan akreditasi kepada dinas
6. Sasaran 6: Terbentuk tim
pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog empat bahasa
Rencana: Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram
kemudian ditindaklanjuti; Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana
dan mengonsultasikan pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak memiliki
kompetensi di bidang pendidikan; Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut
aktif dan berperan serta dalam pengembangan kurikulum; Melakukan kerjasama
dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf internasional dalam
pengembangan kurikulum berbasis wawasan global
C.
Program 1: Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan
terprogram kemudian ditindaklanjuti
D.
Program 2: Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim
pelaksana dialog 4 bahasa serta mengonsultasikan pelaksanaannya dengan lembaga
atau pihak memiliki kompetensi di bidang pendidikan
E.
Program 3: Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut
aktif dan berperan serta dalam pengembangan kurikulum
F.
Program 4: Melakukan kerjasama dengan lembaga
penyelenggara pendidikan bertaraf internasional dalam pengembangan kurikulum
berbasis wawasan global
7. Sasaran 7: Peningkatan prosentase siswa
khatam Al Quran
Rencana: Mengembangkan budaya belajar Al
Quran setiap pagi dengan menambah jumlah pengajar sesuai dengan kriteria minimal 1:5 dan
optimalisasi peran madrasah diniyah dalam menunjang peningkatan siswa yang
khatam Al Quran
G.
Program 1: Mengembangkan budaya belajar Al Quran
setiap pagi dengan menambah jumlah pengajar
sesuai dengan kriteria minimal 1:5
H.
Program 2: Optimalisasi peran madrasah diniyah
dalam menunjang peningkatan siswa yang khatam Al Quran
8. Sasaran 8: Pelatihan
atau workshop riset sederhana dan PTK serta lomba riset tingkat sekolah
Rencana: Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai penelitian
sederhana untuk siswa sekolah dasar dengan cara bekerjasama dengan lembaga atau
pihak yang berkompeten; Mendorong guru untuk melakukan Penelitian Tindakan
Kelas serta menfasilitasi diklat penelitian tindakan kelas bagi guru di
lingkungan sekolah
I.
Program 1: Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai
penelitian sederhana untuk siswa sekolah dasar dengan cara bekerjasama dengan
lembaga atau pihak yang berkompeten
H.
Program 2: Mendorong guru untuk melakukan
Penelitian Tindakan Kelas serta menfasilitasi diklat penelitian tindakan kelas
bagi guru
I.
Jadwal Kegiatan
Tabel III.10
Jadwal Kegiatan
|
NO |
NAMA PROGRAM |
KEGIATAN |
2012/2013 |
2013/2014 |
2014/2015 |
2015/2016 |
PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN |
||||
|
Gj |
Gn |
Gj |
Gn |
Gj |
Gn |
Gj |
Gn |
||||
|
1 |
Pengembangan Kompetensi Lulusan (Bidang Akademik dan
Non Akademik) |
a. Optimalisasi KKG lebih ke
arah sukses UN |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
Kepala Sekolah |
|
b. Bedah
kisi-kisi UN tingkat sekolah dan kecamatan |
|
a |
|
a |
|
a |
|
a |
Kepala Sekolah |
||
|
c.
Bimbingan belajar intensif bagi siswa kelas 5
dan 6 |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
Kepala Sekolah |
||
|
d. Mengoptimalkan
dana BOS untuk peningkatan nilai kelulusan siswa |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
Kepala Sekolah |
||
|
e. Berpartisipasi
dalam setiap perlombaan yang melibatkan peserta usia sekolah dasar |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
Kepala Sekolah |
||
|
2 |
Pengembangan
Kurikulum/KTSP |
a. Melakukan
evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian ditindaklanjuti |
a |
|
a |
|
a |
|
a |
|
Kepala Sekolah |
|
b. Membentuk
tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog 4 bahasa serta
mengonsultasikan pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak memiliki kompetensi
di bidang pendidikan |
|
a |
|
|
|
|
|
|
Kepala Sekolah |
||
|
3 |
Pengembangan
Pembelajaran |
a. Mengadakan
pelatihan atau workshop sukses olimpiade MIPA |
|
|
a |
|
|
|
|
|
Kepala Sekolah |
|
b. Optimalisasi
peran madrasah diniyah dalam menunjang peningkatan siswa yang khatam Al Quran |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
Kepala Sekolah |
||
|
c. Mengadakan
diklat atau workshop guru mengenai penelitian sederhana untuk siswa sekolah
dasar dengan cara bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang berkompeten |
|
a |
|
a |
|
|
|
|
Kepala Sekolah |
||
|
4 |
Pengembangan
Sistem Penilaian |
Meningkatkan teknik penilaian guru |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
Kepala Sekolah |
|
5 |
Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan |
a. Mengoptimalkan
kelengkapan administrasi tenaga pendidik dan kependidikan dalam melaksanakan
program kerja dan tugas pokok serta fungsinya |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
Kepala Sekolah |
|
b. Mempertahankan,
memfasilitasi dan mengupayakan tenaga pendidik dan kependidikan yang memenuhi
kualifikasi minimal |
a |
|
a |
|
a |
|
a |
|
Kepala Sekolah |
||
|
c. Mengembangkan
budaya belajar Al Quran setiap pagi dengan menambah jumlah pengajar sesuai dengan kriteria minimal 1:5 |
|
|
a |
|
|
|
|
|
Kepala Sekolah |
||
|
d. Mendorong
guru untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas serta menfasilitasi diklat
penelitian tindakan kelas bagi guru di lingkungan sekolah |
|
|
a |
|
|
|
|
|
Kepala Sekolah |
||
|
6 |
Pengembangan Sarana dan Prasarana Sekolah |
a. Pemenuhan fasilitas penunjang
belajar |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
Kepala Sekolah |
|
b. Mengajukan
proposal bantuan pengadaan ruang kelas baru, perpustakaan, laboratorium |
a |
|
a |
|
a |
|
a |
|
Kepala Sekolah |
||
|
c.
Memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah sebagai
laboratorium penunjang pembelajaran |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
Kepala Sekolah |
||
|
d. Mengusahakan
bantuan pengadaan tempat ibadah |
|
|
|
|
a |
|
|
|
Kepala Sekolah |
||
|
7 |
Pengembangan
Manajemen Sekolah |
a. Menjalin
kerjasama dengan penduduk sekitar atau lembaga (Takmir masjid/ Pondok
pesantren) untuk dapat menggunakan sarana ibadahnya dalam tempo sementara |
a |
|
a |
|
a |
|
a |
|
Kepala Sekolah |
|
b. Mengajukan
bimbingan akreditasi kepada dinas |
|
|
|
|
a |
|
|
|
Kepala Sekolah |
||
|
c. Mendorong
penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam
pengembangan kurikulum |
a |
|
a |
|
a |
|
a |
|
Kepala Sekolah |
||
|
d. Melakukan
kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf internasional
dalam pengembangan kurikulum berbasis wawasan global |
|
|
a |
|
|
|
|
|
Kepala Sekolah |
||
|
8 |
Pembinaan
Kesiswaan/Ekstrakurikuler |
a. Membentuk
tim olimpiade MIPA, Rebana dan keagamaan beserta guru pembimbingnya |
a |
|
a |
|
a |
|
a |
|
Kepala Sekolah |
|
b. Memaksimalkan
kegiatan ekstra kurikuler |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
Kepala Sekolah |
||
|
9 |
Budaya
dan Lingkungan Sekolah |
Meningkatkan kerjasama antara warga sekolah
dengan warga sekitar |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
Kepala Sekolah |
|
10 |
Penanaman
Karakter (Budi Pekerti) |
Pembiasaan Keteladanan |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
a |
Kepala Sekolah |
K. Rencana
Pendapatan dan Belanja Sekolah
Tabel III.11
RENCANA
PENDAPATAN SEKOLAH TAHUN 2012 -2016
|
NO |
Sumber Pendapatan |
2016/2017 |
2017/2018 |
2018/2019 |
2019/2020 |
2020/2021 |
|
(Rp.000) |
(Rp.000) |
(Rp.000) |
(Rp.000) |
(Rp.000) |
||
|
1. |
Pemerintah |
|
|
|
|
|
|
1.1 |
BOS |
800.000 |
800.000 |
800.000 |
800.000 |
900.000 |
|
1.2 |
Dana
Alokasi Khusus |
|
|
|
|
|
|
1.3 |
APBD
Propinsi |
|
|
|
|
|
|
1.4 |
APBD
Kabupaten |
|
|
|
|
|
|
2. |
Bantuan
Masyarakat |
|
|
|
|
|
|
2.1 |
Bantuan
Masyarakat |
|
|
|
|
|
|
2.2 |
Bantuan
Alumni |
|
|
|
|
|
|
3. |
Pendapatan
Asli Sekolah |
|
|
|
|
|
|
3.1 |
Bantuan
Komite Sekolah |
|
|
|
|
|
|
3.2 |
Bantuan
siswa baru |
|
|
|
|
|
|
4. |
Lain-Lain |
|
|
|
|
|
|
4.1 |
Beasiswa |
|
|
|
|
|
|
|
TOTAL |
|
|
|
|
|
Tabel III.12
RENCANA BIAYA DAN SUMBER
PENDANAAN 2012-2016
|
Program/Kegiatan |
Total Biaya (Rp.000) |
Sumber Pendanaan |
|||||||||
|
Pemerintah |
Masyarakat |
PAS |
Lain-Lain |
||||||||
|
BOS |
DAK |
APBD Prov |
APBD Kab |
Masy |
Alumni |
KS |
SB |
Beasswa |
|||
|
1.
Pengembangan Kompetensi Lulusan |
70.744 |
Ö |
|
|
|
|
|
Ö |
|
|
|
|
2.
Pengembangan Kurikulum/KTSP |
4.000 |
|
|
|
|
|
|
Ö |
|
|
|
|
3.
Pengembangan pembelajaran |
130.100 |
Ö |
|
|
Ö |
|
|
Ö |
|
|
|
|
4.
Pengembangan sistem penilaian |
19.060 |
Ö |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.
Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan |
7.800 |
Ö |
|
|
|
|
|
Ö |
|
|
|
|
6.
Pengembangan sarana dan prasarana sekolah |
230.175 |
Ö |
Ö |
|
Ö |
|
|
Ö |
Ö |
|
|
|
7.
pengembangan menejemen sekolah |
12.000 |
Ö |
|
|
|
|
|
Ö |
|
|
|
|
8.
Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler |
21.076 |
Ö |
|
|
|
|
|
Ö |
|
|
|
|
9.
Budaya dan lingkungan sekolah |
4.000 |
Ö |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10. Penanaman karakter (Budi pekerti) |
4.000 |
Ö |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
11. Non Program Sekolah
(beasiswa) |
15.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
Ö |
|
BAB IV
PENUTUP
Penyelenggaraan
pendidikan yang beroirentasi pada mutu serta peningkatan kualitas SDM peserta
didik merupakan amanat dari Undang-undang yang wajib dilaksanakan oleh satuan
pendidikan. Implementasi pedidikan yang bermutu membutuhkan perencanaan yang
matang dan sistematis serta memiliki perspektif ”esok harus lebih baik dari
pada saat ini”.
Penyusunan
Rencana Peningkatan Mutu Sekolah yang ideal berdasarkan pedoman dan ketentuan
yang diatur dalam permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan
pendidikan dan peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan
pendidikan menjadi harapan bagi semua pihak. Disadari bahwa setiap sekolah
masing-masing memiliki kelebihan di satu sisi dan memiliki kekurangan di sisi
lainnya. Oleh karenanya kami terbuka untuk menerima kritik dan saran baik dari
pihak internal maupun ekternal dalam rangka menuju standarisasi yang lebih
baik.
Kepala MI Ma’arif NU 02 Pengadegan
GENDRO
WIDODO, S.Pd.I
NIP.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar