KURIKULULUM
OPERASIONAL
MADRASAH IBTIDAIYAH MA’ARIF NU 2 PENGADEGAN
KABUPATEN PURBALINGGA
DOKUMEN I
NAMA :
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan
NSM :
111233030165
NPSN :
60710658
STATUS AKREDITASI :
B
TAHUN PELAJARAN :
2023/2024
ALAMAT :
Pengadegan Rt 10/15 Kec Pengadegan
YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF
KABUPATEN PURBALINGGA
MADRASAH IBTIDAIYAH MA’ARIF NU 2 PENGADEGAN
2023
REKOMENDASI PENGESAHAN
KURIKULUM OPERASIONAL MADRASAH (KOM)
MI MA’ARIF NU 2 PENGADEGAN KABUPATEN
PURBALINGGA
LEMBAR VALIDASI
KOM TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Setelah dilakukan validasi secara cermat dengan instrumen
validasi yang telah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku, maka Rancangan KOM :
Madrasah :
MI Ma’arif nu 2 Pengadegan
NSM :
1112003030165
NPSN : 60710658
Akreditasi : B
Alamat :
Pengadegan RT 10/15
Kecamatan : Pengadegan
Kab/Kota : Purbalingga
Tahun Pelajaran : 2023/2024
direkomendasikan untuk mendapat pengesahan sebagai
pedoman penyelenggaraan pendidikan pada madrasah tersebut pada Tahun Pelajaran
2023/2024 sesuai dengan ketentuan peraturan perudangan yang berlaku.
Pengadegan, 7 Agustus 2023
Pengawas,
Hasti
Nuraeni, S.Pd.I
NIP. 197109261991032001
LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NU CABANG
PURBALINGGA
MI MA’ARIF NU 2 PENGADEGAN
STATUS TERAKREDITASI “B”
Badan Hukum No : AHU-70.AH.01.08 Tahun 2015
Alamat : Desa Pengadegan RT 10/15 Kec. Pengadegan Kab. Purbalingga, 53393
Tel : 085227442437 e-Mail : mimanu02_pengadegan@yahoo.com
Visi :
Cinta Ilmu, Berbudi Luhur, dan Unggul Dalam Prestasi
PENGESAHAN
Nomor :03d Tahun 2023
Berdasarkan hasil telaah dan
kajian Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan
Kabupaten/Kota Purbalingga, dengan memperhatikan pertimbangan dari Komite
Madrasah dan rekomendasi Pengawas Madrasah maka dengan ini Kurikulum Operasional
Madrasah (KOM) / Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)* Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan disahkan dan
dinyatakan berlaku pada Tahun Pelajaran 2023/2024, selanjutnya pada akhir tahun
pelajaran akan dievaluasi keterlaksanaan dan ketercapaiannya sebagai acuan
pengembangan kurikulum pada tahun pelajaran berikutnya.
Ditetapkan di: Purbalingga
Pada tanggal: 12 Juli 2023
Ketua Yayasan Kepala
Madrasah
Hasyim Fahrudin Taufik,
S.Pd.I
NIP.197707112007011027
Purbalingga, Juli 2023
Mengetahui
a.n. Kepala
Kasi Pendidikan Madrasah
H. Sudiono,S.Pd.I.,M.Pd.I
NIP. 197609181999031005
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa karena kami dapat menyelesaikan kegiatan
penyusunan kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2
Pengadegan tahun pelajaran
2023-2024. Mengingat dokumen kurikulum
ini sangat penting
karena merupakan pedoman
bagi pelaksanaan keseluruhan proses pembelajaran selama tahun ajaran
2023-2024, maka pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah
mendukung
penyusunan dokumen ini:
1.
Bapak Kepala Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah
2.
Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga
3.
Bapak Pengawas Pembina Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga
4.
Bapak/Ibu Guru Tim penyusun
Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan
Kami berharap dokumen
kurikulum ini dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan Selain itu kami juga berharap dokumen
kurikulum ini dapat menjadi masukan bagi pengembangan kurikulum pada Tahun
Pelajaran berikutnya.
Pengadegan,
Juli 2023
Tim
Penyusun
DAFTAR
ISI
LATAR
BELAKANG..........................................................................................1
C LANDASAN HUKUM PENGEMBANGAN KOM........................................ 13
TUJUAN MADRASAH................................................................................... 17
MUATAN
KURIKULUM INTRAKURIKULER........................................... 20
STRUKTUR KURIKULUM 2013................................................................... 23
MUATAN KURIKULUM
EKSTRAKURIKULER........................................ 32
KEGIATAN PEMBIASAAN........................................................................... 33
KALENDER AKADEMIK............................................................................... 38
RENCANA
PEMBELAJARAN RUANG LINGKUP MADRASAH............. 42
STRATEGI PEMBELAJARAN....................................................................... 65
PENILAIAN PEMBELAJARAN..................................................................... 67
KETUNTASAN HASIL PEMBELAJARAN................................................... 67
BAB I
PENDAHULUAN
Kurikulum
operasional Madrasah merupakan pedoman pelaksanaan semua kegiatan di Madrasah.
Kurikulum operasional Madrasah disusun secara bersama-sama oleh kepala
Madrasah, wakil kepala Madrasah, guru dan komite Madrasah. Dokumen kurikulum
operasional Madrasah berisi rincian kurikulum yang akan digunakan pada tahun
ajaran 2023-2024. Dokumen ini disusun
dengan mengacu pada evaluasi terhadap
pelaksanaan kurikulum pada tahun ajaran sebelumnya. Beberapa
perbaikan pada kurikulum tahun ajaran 2023-2024 dilakukan dengan tujuan untuk
meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan kualitas lulusan dengan tetap
mempertahankan cirinya sebagai institusi pendidikan Indonesia.
Dokumen
kurikulum operasional Madrasah disusun dengan melihat karakteristik Madrasah,
visi dan misi Madrasah. Rincian di dalam dokumen kurikulum operasional Madrasah
merupakan panduan dan arahan bagi keseluruah kegiatan yang dilakukan di
Madrasah. Oleh karena itu semua pimpinan, guru dan tenaga kependidikan haruslah
memahami dan menjiwai dokumen kurikulum operasional Madrasah ini.
Pelaksanaan dari rancangan kurikulum
operasional Madrasah pada tahun ajaran 2022- 2023 ini haruslah juga menjadi pedoman pada penyusunan
kurikulum operasional Madrasah pada tahun berikutnya. Evaluasi pelaksanaan
merupakan acuan untuk menentukan bagian mana yang perlu tetap dipertahankan dan
bagian mana yang harus diperbaiki
A.
LATAR BELAKANG
1.
Rasional
Pengembangan Kurikulum
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional
serta kesesuaian dengan kekhasa, kondisi dan potensi daerah satuan pendidikan dan peserta didik.
Untuk mencapai tujuan pendidikan di atas diperlukan adanya standarisasi
pendidikan sebagai upaya menyetarakan kualitas pendidikan di berbagai satuan
pendidikan. Standarisasi pendidikan ini memberikan dasar sebagai indikator
minimal yang memungkinkan dapat dikembangkan oleh masing-masing satuan
pendidikan sesuai dengan karakteristik dan kondisi satuan pendidikan itu
sendiri. Untuk mencapai hal itu, diperlukan sebuah kurikulum. Kurikulum tingkat
satuan pendidikan yang disusun oleh satuan pendidikan memungkinkan penyesuaian
program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di satuan pendidikan
itu sendiri. Pengembangan Kurikulum Operasional di Madrasah (KOM) berpedoman
pada perundang-undangan yang berlaku.
Pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka, mewujudkan
pemahaman konten dan kompetensi siswa yang dicita-citakan harus menjadi poros
perhatian tiap satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat Undang- Undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan
Pemerintah nomor 57 Tahun 2021, sebagaimana telah diubah dengan peraturan
pemerintah nomor 04 tahun 2022 ttentang Standar Nasional Pendidikan dan setiap
satuan pendidikan wajib menyusun dokumen KTSP sebagai acuan untuk mewujudkan
target pemahaman capaian konten dan kompetensi peserta didik yang menjadi
targetnya. Adapun
regulasi kurikulum merdeka sebagai berikut:
1.
KMA no 347 tentang Implementasi
Kurikulum Merdeka pada Madrasah
2.
Permendikbud No 05 Tahun 2022 tentang standar kompetensi
Lulusan
3.
Permendikbidristek No 07 tahun 2022 tentang standar isi
4.
Kepmendikbud Kurikulum Pemulihan
Pembelajaran no 56/M/2022
5.
Kepmendikbudristek No 58 tahun 2022
tentang pedoman penerapan kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran.
6.
Keputusan Kepala BSKAP Kemendibudristek
No 008/H/KR/2022 tentang capaian pembelajaran kurikulum merdeka
7.
Keputusan kepala BSKAP Kemendikbudristek
NO 009/H/KR/2022 tentang dimensi, Elemen dan subelemen profil pelajar pancasila
pada kurikulum merdeka.
8.
Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021
tentang Standar Nasional Pendidikan;
9.
Keputusan Menteri Agama Nomor 347 Tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah.
10. Keputusan
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3211 Tahun 2022 tentang Capaian
Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab Kurikulum Merdeka pada RA;
11. Peraturan
Mendikbudristek RI Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Standar Kompetensi Lulusan pada
pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan
menengah;
12. Peraturan
Mendikbudristek RI Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Standar Isi pada pendidikan anak
usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah;
13. Peraturan
Mendikbudristek RI Nomor 9 Tahun 2022 Tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap pendidikan anak usia dini,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah;
14. Peraturan
Mendikbudristek RI Nomor 16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses pada pendidikan
anak usia dini, jenjang pendidikan dasar dan jenjang pend idikan menengah;
15. Peraturan
Mendikbudristek RI Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan
pada pendidikan anak usia dini, Jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan
menengah;
16. Keputusan
Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 009/H/KR/2022 Tentang Dimensi, Elemen, dan
Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka
Pengembangan
KTSP dalam merealisasikan tujuan
pelaksanaan kurikulum Merdeka dengan pengembangan yang
mengintegrasikan setiap mata pelajaran dengan pendekatan teaching at the
right level atau sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik dengan
menggunakan webbing kurikulum sesungguhnya merupakan bagian dari
strategi penjaminan pencapaian tujuan pendidikan nasional yang mengacu pada
pemenuhan delapan standar nasional. Poros dari kedelapan standar adalah
mewujudkan keunggulan mutu lulusan.
Penyusunan dokumen ini bertujuan menyediakan panduan
yang mengarahkan penyelenggara melaksanakan program pelaksanaan kurikulum
merdeka dengan melengkapi dokumen dengan rasional pengembangan KOM dengan
mempertimbangkan kebutuhan belajar siswa dengan mengembangkan pemahaman konten
dan kompetensi dalam dinamika perubahan kehidupan abad ke-21; sehingga
menghasilkan lulusan yang memiliki profil pelajar pancasila. Rumusan kurikulum
terdiri dari Landasan Hukum, Karakteristik
di Satuan Pendidikan, Visi, Misi dan Tujuan
Sekolah, pengorganisasian pembelajaran (Intrakurikuler, Kokurikuler
Projek Penguatan Profile Pelajar Pancasila Rahmatan lil ‘alamiin dan
Ektrakurikuler), Perencanaan Pembelajaran di Satuan Pendidikan serta Pendampingan,
Evaluasi, dan Pengembangan Profesional.
Penerapan standar kompetensi lulusan (SKL), standar
isi, standar proses, dan standar penilaian sudah berjalan sesuai dengan
perencanaan. Pencapaian semua komponen tersebut memiliki beragam pencapaian,
seperti pada pencapaian standar isi, dimana sasaran (goal) yang sudah di
rancang dapat memberikan peningkatan terhadap aspek-aspek yang ingin dicapai
seperti penguasaan kognitif, keterampilan, maupun sikap dan memberikan
pengalaman belajar yang baik kepada peserta didik. Perwujudan dalam proses
pembelajaran tampak dalam proses secara kontekstual dan memberikan pengalaman
baru bagi peserta didik.
Daya dukung sekolah terhadap proses pendidikan
dilingkungan sekolah merdeka berjalan dengan baik, meliputi penerapan dan
pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan, dimana manajemen sekolah
menerapkan standar yang ideal bagi semua yang terlibat dalam proses pendidikan.
Selain sumber daya manusia, sekolah juga memberikan dukungan penuh dalam hal
sarana dan prasarana bagi terselenggaranya proses pendidikan.
Dalam mendukung keterpenuhan dokumen dan
implementasi kurikulum pada tingkat satuan pendidikan dipandang perlu membentuk
tim perumus KOM dan tim penjamin mutu yang mengelola sistem evaluasi proses
dan pencapaian program pelaksanaan kurikulum. Pembentukan ini ditandai dengan
penerbitan tim dalam bentuk surat keputusan sekolah.
2.
Prinsip
Pengembangan Kurikulum
Madrasah, dalam hal ini sebagai
‘miniatur dunia’, tentunya
diharapkan dapat menyiapkan siswa menjadi pribadi yang
tangguh, kritis, kreatif, dan memiliki sikap positif dalam menghadapi perubahan.
Madrasah harus siap membimbing siswa untuk berkembang di setiap proses belajarnya sehingga mereka
akan menjadi pribadi yang memiliki kompetensi
untuk menjadi bagian dari masyarakat dunia.
Madrasah adalah tempat berkumpulnya anak dengan potensi yang
tidak sama. Di dalam kelas, setiap
siswa memiliki kebutuhan yang berbeda. Hal ini tentunya harus difasilitasi oleh Madrasah. Sebagai miniatur dunia, Madrasah
berfungsi sebagai laboratorium sosialisasi yang sangat bermanfaat bagi siswa untuk bersosialisasi, berkomunikasi, mengembangkan keterampilan emosi, dan memecahkan masalah.
Untuk membekali siswa menjadi pribadi yang kompeten dibutuhkan suatu perangkat yang dikembangkan dengan memerhatikan
berbagai dimensi serta melibatkan berbagai ahli dan merujuk kepada referensi yang terpercaya. Dengan demikian, kurikulum
yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Untuk mencapai tujuan di atas, Madrasah membutuhkan sebuah dokumen sebagai
acuan dalam menjalankan program belajarnya. Dokumen ini merupakan
dokumen kurikulum operasional yang menjadi pegangan (living
document) Madrasah.
Kurikulum operasional ini disusun dengan beberapa prinsip:
a)
Sebagai pedoman
dalam mengembangkan kurikulum
b)
Sebagai pedoman
mengevaluasi program Madrasah
c)
Sebagai acuan
untuk perencanaan program
selanjutnya
d)
Sebagai bahan informasi untuk para pemangku
kepentingan
3.
Tujuan
Pengembangan Kurikulum
Secara umum tujuan diterapkan Kurikulum Madrasah adalah untuk memandirikan dan memberdayakan
satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada satuan
pendidikan dan mendorong untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. Sedangkan
secara khusus tujuannya adalah:
a. meningkatkan
mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif madrasah dalam mengembangkan
kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia; (b)
meningkatkan kepedulian warga madrasah dalam mengembangkan kurikulum
melalui pengambilan keputusan
bersama untuk mewujudkan
keunggulan madrasah; dan (c) meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan. Pengembangan Kurikulum Madrasah diserahkan kepada satuan pendidikan dengan pertimbangan sebagai berikut:
b. madrasah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang
dan ancaman bagi dirinya sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya
yang tersedia untuk memajukan lembaganya;
c. madrasah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya
input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan
dalam proses pendidikan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta
didik; (c) pengambilan keputusan yang dilakukan oleh madrasah lebih cocok untuk
memenuhi kebutuhan madrasah karena pihak madrasahlah yang paling tahu apa yang
terbaik bagi madrasahnya;
d. keterlibatan semua warga madrasah dan masyarakat dalam
pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat, serta
lebih efisien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat setempat;
e. madrasah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikan
masing- masing kepada pemerintah, orang tua peserta didik dan masyarakat pada
umumnya, oleh karena itu madrasah akan berupaya semaksimal mungkin untuk
melaksanakan dan mencapai sasaran KOM;
f.
madrasah dapat melakukan
persaingan sehat dengan satuan pendidikan lain untuk meningkatkan mutu
pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orang tua peserta
didik, masyarakat dan pemerintah setempat;
g. madrasah dapat secara cepat merespon perkembangan zaman,
aspirasi masyarakat dan lingkungannya yang berubah dengan
cepat dan sulit diduga
pada saat sekarang dan yang akan datang
B.
ANALISIS KARAKTERISTIK MADRASAH
1. Profil Madrasah
|
a. |
Identitas Madrasah |
||||
|
|
1) |
Nama Madrasah |
: |
MI
Ma'arif NU 2 Pengadegan |
|
|
|
|
Alamat Madrasah |
: |
|
|
|
|
|
a) |
Jalan/Dusun |
: |
Karangtengah |
|
|
|
b) |
Desa/Kel. |
: |
Pengadegan |
|
|
|
c) |
Kecamatan |
: |
Pengadegan |
|
|
|
d) |
Kabupaten |
: |
Purbalingga |
|
|
|
e) |
Provinsi |
: |
Jawa Tengah |
|
|
|
f) |
No.Tlp/HP |
: |
085227442437 |
|
|
|
g) |
Nama Rekening |
: |
MI Ma'arif NU 2
Pengadegan |
|
|
|
h) |
No Rekening / Unit |
: |
682001000009565 |
|
|
|
i) |
No NPWP |
: |
31.501.304.5-529.000 |
|
|
|
j) |
e-mail |
: |
|
|
|
3) |
Status Madrasah |
: |
Swasta |
|
|
|
4) |
Tahun Pendirian |
: |
1967 |
|
|
|
5) |
Akreditasi |
: |
|
|
|
|
|
a) |
Status Akreditasi |
: |
B |
|
|
|
b) |
Nilai Akreditasi |
: |
87 |
|
|
|
c) |
Tahun Akreditasi |
: |
2019 |
|
|
|
d) |
Nomor sertifikat |
: |
817/BAN-SM/SK/2019 |
|
|
6) |
No. Statistik Madrasah |
: |
111233030165 |
|
|
|
7) |
NPSN |
: |
60710658 |
|
|
|
8) |
Yayasan Penyelenggara |
: |
LP Ma'arif |
|
|
|
9) |
Identitas Ketua Yayasan |
: |
|
|
|
|
|
a) |
Nama |
: |
Hasyim Fahrudin |
|
|
|
b) |
Tempat/ Tgl. Lahir |
: |
Purbalingga |
|
|
|
c) |
Jabatan |
: |
Ketua |
|
|
|
d) |
Alamat |
: |
Pengadegan Rt 10/15 |
|
|
9) |
Identitas Ketua Komite |
: |
|
|
|
|
|
a) |
Nama |
: |
Habibulloh, S.Pd.I |
|
|
|
b) |
Tempat/ Tgl. Lahir |
: |
Purbalingga |
|
|
|
c) |
Jabatan |
: |
Ketua |
|
|
|
d) |
Alamat |
: |
Pengadegan Rt 10/15 |
|
|
9) |
Identitas Kepala Madrasah |
: |
|
|
|
|
|
a) |
Nama |
: |
Taufik, S.Pd.I |
|
|
|
b) |
NIP |
: |
197707112007011027 |
|
|
|
c) |
Jabatan |
: |
Kepala Madrasah |
|
|
|
d) |
Alamat |
: |
Pengadegan Rt 09/15 |
2. Karakteristik Madrasah Hasil Analisis Internal
Kajian internal atau kondisi madrasah dalam pelaksanaan
penyusunan Kurikulum Oprasional Madrasah (KOM) terwujud atas dasar hasil
evaluasi diri (self evaluation) terhadap madrasah. Hal
itu dapat dilakukan dengan menerapkan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses,
Opportunities, dan Threats). Dalam hal
ini dapat diterapkan kajian lingkungan internal untuk memahami Strengths atau
kekuatan dan Weaknesses atau kelemahan.
Dari hasil analisis internal madrasah pada tahun pelajaran 2023/2024
dapat disampaikan bahwa karakteristik MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan adalah :
Situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang
dimiliki MI Ma’arif NU 2 Pengadegan yang bisa memberikan pengaruh positif pada saat ini atau pun di masa
yang akan datang adalah sebagai berikut :
a. Penerapan pendidikan karakter agar peserta didik
memiliki budi pekerti yang luhur dan dapat diterapkan pada kehidupan
sehari-hari.
b. Berupaya membentuk sifat eksplorasi agar peserta
didik dapat mencari berbagai informasi serta mengetahui ilmu pengetahuan lebih
luas dan mendalam.
c. Memiliki koleksi perpustakan yang memadai dan di
kelola dengan sistem yang baik untuk mendukung peroses pembelajaran.
d. Pendidik dan tenaga kependidika memiliki semangat
kerja yang baik dan mampu berkolaborasi untuk mewujudkan visi misi madrasah.
e. Memiliki sarana TIK yang memadai untuk media
pembelajaran.
f.
Jumlah
siswa yang sedikit sehingga dalam pengelolan kelas dan proses pembelajaran
lebih mudah.
Situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan
yang dimiliki MI Ma’arif NU 2 Pengadegan yang bisa memberikan pengaruh negatif pada saat
ini atau pun di masa yang akan datang adalah sebagai berikut :
a. Jumlah guru yang belum memenuhi dan sesui dengan
klasifikasi sehingga berpengaruh kepada pelaksanaan proses pembelajaran.
b. Tugas tambahan guru di luar tugas pokoknya
sehingga mempengaruh kualitas proses pembelajaran.
c. Keterbatas sumber dana madrasah sehingga harus
mengorbankan beberapa fasilitas madrasah yang tidak dapat terpenuhi seperti
fasilitas UKS, Perpustakaan, Ruang Laporat
Komputer dan Lapangan yang belum memadai.
3. Karakteristik Madrasah Hasil Analisis External
Kajian eksternal atau
situasi madrasah dalam pelaksanaan penyusunan Kurikulum Oprasional Madrasah
(KOM) terwujud atas dasar hasil evaluasi diri (self evaluation) terhadap
madrasah. Hal itu dapat dilakukan dengan menerapkan
pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Dalam hal ini dapat diterapkan kajian lingkungan
eksternal untuk mengungkap opportunities atau peluang dan threats atau
tantangan.
Dari hasil analisis
eksternal madrasah pada tahun pelajaran 2023/2024 dapat disampaikan bahwa
karakteristik MI Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah :
a. Lokasi madrasah di daerah pegunungan yang jauh
dari keramaian sehingga penanaman sosial budaya lebih mudah dilaksanakan.
b. Orangtua siswa dan masyarakat sekitar memiliki
kepedulian yang tinggi program / kegiatan madrasah.
c. Lingkungan sekitar madrasah sangat asri dah hijau
lingkunga perkebunan berpeluang untuk digunakan sebagai menanamkan budaya cinta
lingkungan hidup.
Situasi atau kondisi yang merupakan ancaman atau
tantangan yang akan dihadapi MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan yang bisa menghambat
laju perkembangan madrasah adalah sebagai berikut :
a. Perekonomian orang tua siswa tidak menentu
sehingga fasilitas yang dimiliki siswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
terbatas.
b. Lokasi madrasah yang jauh dari pusat kota
sehingga dapat mempengaruhi lambannya informasi dan perkembangan IPTEK.
c. Sedikitnya jumlah penduduk di sekitar madrasah
sehingga mempengaruhi jumlah siswa yang tidak mencapai jumlah ideal.
4. Keunggulan Madrasah
Program prioritas/
keunggulan MI Ma’arif NU 2 Pengadegan mencakup pendidikan berbasis keunggulan lokal dan
global yang memanfaatkan keunggulan
lokal dan kebutuhan daya saing global dalam
aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi,
ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi
peserta didik.
Dalam pengembangan
kecakapan hidup spesifik vocational dilaksanakan melalui pendidikan berbasis
program keunggulan lokal dan global yaitu :
a. Program Unggulan Lokal
Program
Unggulan Lokal yang dilaksanakan di MI
Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah Keterampilan
Pertanian dan Pemasarannya. Program kegiatannya dapat dilihat pada tabel
berikut :
|
No. |
Kelas |
Materi Kegiatan |
Waktu Kegiatan |
|
|
1 |
I |
1. |
Mengenal
jenis-jenis bibit unggul |
|
|
2. |
Mengenal
jenis-jenis pupuk |
|||
|
2 |
II |
1. |
Mengenal
cara pengolahan tanah. |
|
|
2. |
Mengenal
jenis obat/pestisida |
|||
|
3 |
III |
1. |
Menentukan
waktu penanaman |
|
|
2. |
Mengenal
cara pemberantasan hama |
|||
|
4 |
IV |
1. |
Mengenal
alat pertanian modern |
|
|
2. |
Mengenal
alat memanen modern |
|||
|
5 |
V |
1. |
Mengenal
cara penanaman Pepaya |
|
|
2. |
Mengenal
cara pemeliharaan Pepaya |
|||
|
6 |
VI |
1. |
Mengolah
hasil pertanian |
|
|
2. |
Pemasaran
hasil pertanian |
|||
b. Program Unggulan Global
Program
Unggulan Global yang dilaksanakan di MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan adalah Keterampilan
Komputer dan Internet. Program kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut :
|
No. |
Kelas |
Materi Kegiatan |
Waktu Kegiatan |
|
|
1 |
I |
1. |
Pengenalan
bagian-bagian komputer |
|
|
2. |
Menyalakan
dan mematikan computer |
|||
|
3. |
Memainkan
salah satu game |
|||
|
2 |
II |
1. |
Menyalakan
dan mematikan computer dengan urutan
secara tepat |
|
|
2. |
Memainkan
salah satu game |
|||
|
3 |
III |
1. |
Mengetik
huruf dan angka |
|
|
2. |
Memainkan
beberapa macam game |
|||
|
4 |
IV |
1. |
Membuat
dan mengetik surat dan menggambar |
|
|
2. |
Membuat
kolom/ tabel jadwal pelajaran mengetik naskah surat |
|||
|
3. |
Memainkan
beberapa macam game |
|||
|
5 |
V |
1. |
Membuat
ketikan word |
|
|
2. |
Membuat
exel |
|||
|
3. |
Mengoperasikan
CD interaktif |
|||
|
6 |
VI |
1. |
Menguasai
word dan exel |
|
|
2. |
Membuat
power point |
|||
|
3. |
Mengenal
internet |
|||
c. Program Unggulan Madrasah
Program
Unggulan Madrasah yang dilaksanakan di MI
Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah Bank Sampah Program kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut :
|
No. |
Kelas |
Materi Kegiatan |
Waktu Kegiatan |
|
|
1 |
I |
1. |
Membawa
Sampah Plastik Dari Rumah |
Setiap Hari |
|
2 |
II |
1. |
Membawa
Sampah Plastik Dari Rumah |
Setiap Hari |
|
3 |
III |
1. |
Membawa
Sampah Plastik Dari Rumah |
Setiap Hari |
|
4 |
IV |
1. |
Membawa
Sampah Plastik Dari Rumah |
Setiap Hari |
|
5 |
V |
1. |
Membawa
Sampah Plastik Dari Rumah |
Setiap Hari |
|
6 |
VI |
1. |
Membawa
Sampah Plastik Dari Rumah |
Setiap Hari |
5. Peta Profil Pendidik
Profil pendidik dan Tenaga Kependidikan di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan pada tahun pelajaran 2023/2024 dapat dilihat pada
tabel sebagai berikut:
|
No. |
Nama/NIP |
Tempat, Tgl. Lahir |
Jabatan |
Pendidikan Terakhir |
Golongan Ruang |
TMT |
Di Sekolah ini Mulai |
|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
|
|
1 |
Taufik,S.Pd.I |
Purbalingga |
Kepala |
S2 |
Penata |
01-04-2021 |
02-01-2019 |
|
|
NIP.197707112007011027 |
11 Juli 1977 |
III/c |
|
|||||
|
2 |
Sri Ponirah, S.Pd.I |
Purbalingga |
Guru |
S1 |
Penata Muda |
01/04/2019 |
05/07/2014 |
|
|
NIP.198311182007102001 |
18/11/1983 |
III/a |
|
|||||
|
3 |
Sokwan, S.Pd |
Purbalingga |
Guru |
S1 |
Penata Muda |
01/04/2022 |
20/07/2019 |
|
|
NIP.198207032007011009 |
03/07/1982 |
III/a |
|
|||||
|
4 |
Yuniati, S.Pd.I |
Purbalingga |
Guru |
S1 |
Penata Muda Tk I |
01/10/2019 |
11/06/2021 |
|
|
NIP.198306012007012006 |
01/06/1983 |
III/b |
|
|||||
|
5 |
Titik Ambar Siami,
S.Pd |
Purbalingga |
Guru |
S1 |
|
|
19/07/2009 |
|
|
|
15-Mei-86 |
|
|
|||||
|
6 |
Desi Muntowati,
S.Pd.I |
Purbalingga |
Guru |
S1 |
|
|
27/08/2007 |
|
|
|
20/12/1985 |
|
|
|||||
|
7 |
Mufti Aimatul
Ngaliyah, S.Pd |
Purbalingga |
Guru |
S1 |
|
|
13/07/2020 |
|
|
|
02/05/1996 |
|
|
|||||
|
8 |
Umi Ngatiqoh, S.Pd |
Purbalingga |
Guru |
S1 |
|
26/10/2009 |
01/01/2021 |
|
|
|
02/02/1990 |
|
|
6. Rekapitulasi Siswa
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan
adalah satuan pendidikan kerjasama yang berlokasi di salah satu desa di Purbalingga. Lokasi Madrasah yang berada di
jalan raya memberikan lingkungan belajar yang kondusif. Fasilitas
pembelajaran yang dilengkapi dengan lapangan, badminton dan aula,
mampu mendukung siswa untuk
mengembangkan potensinya secara maksimal. Gambaran mengenai Madrasah dapat
dilihat dari tabel-tabel di bawah ini.
Rekapitulasi data siswa MI Ma’arif NU
2 Pengadegan pada tiga tahun
terakhir dapat dilahat pada tabel berikut:
|
No |
Kelas |
Jumlah Rombel |
Laki-laki |
Perempuan |
Total |
|
1 |
1 |
I |
12 |
16 |
28 |
|
2 |
II |
I |
10 |
7 |
17 |
|
3 |
III |
I |
8 |
12 |
20 |
|
4 |
IV |
I |
9 |
9 |
18 |
|
5 |
V |
I |
7 |
9 |
16 |
|
6 |
VI |
I |
12 |
14 |
26 |
|
Jumlah |
|
58 |
67 |
125 |
|
Jika melihat pada karakteristik sosial budaya,
sebagian besar siswa Madrasah
Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan berasal dari kalangan sosial
ekonomi menengah ke bawah yang masih mementingkan nilai nilai relegius, identitas dan budaya
sebagai bangsa Indonesia. Latar belakang ini mendasari keinginan orangtua untuk
menyekolahkan anak mereka di Madrasah dengan kurikulum yang berciri khas relegius, tetapi yang masih diwarnai dengan identitas budaya dan karakter bangsa Indonesia.
Oleh karena itu walaupun menggunakan kurikulum berciri khas Islam, Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan
mengintegrasikan pendidikan karakter dan Profil Pelajar Pancasila, profil pelajar Rahmatal Lil alamin ke dalam semua
aspek kegiatan dan pembelajaran.
Dengan melihat latar belakang sosial budaya dan untuk
dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi siswa, Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan berikhtiar merubah bentuknya menjadi madrasah plus ketrampilan yang menonjolkan sikap
akademik melalui kelas digital pada tahun 2021. Kemampuan berbahasa Indonesia dilengkapi dengan karakter Profil Pelajar
Pancasila dan Rahmatal Lil alamin, yang merupakan identitas pelajar Indonesia, ditambah dengan
kemampuan berbahasa Arab dan Inggris merupakan modal utama bagi siswa dalam menghadapi era globalisasi.
Selain latar belakang sosial budaya di atas, ikhtiar perubahan Madrasah
Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan menjadi Madarsah Plus Ketrampilan
(sesuai diversifikasi kurikulum) dapat sekaligus menjembatani persiapan bagi siswa yang ingin memasuku dunia kerja. Dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan perusahaan,
Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2
Pengadegan mampu mempersiapkan siswa yang akan memasuki dunia kerja dengan
lebih baik, Bagi siswa yang tidak memasuki
dunia kerja, Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan melalui kelas digital juga melakukan kerjasama dengan
universitas-universitas serta lembaga swadaya Masyarakat di Indonesia atau di
luar negeri untuk mendukung siswa yang melanjutkan studi di Indonesia maupun di luar negeri.
Dengan melihat kepada
karakteristik sosial budaya dimana sebagian besar siswa Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan berasal dari kalangan sosial ekonomi
menengah kebawah, Madrasah merasa perlu meningkatkan
heterogenitas sosial budaya siswa. Oleh karena itu, Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan memberikan beasiswa kepada siswa
berprestasi dalam bidang akademik, olahraga maupun kesenian bagi siswa kurang mampu.
Dalam hal prestasi, siswa
Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU
2 Pengadegan telah banyak menorehkan prestasi baik di tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten antara lain:
●
Juara 1 dan 2 Jamran
●
Juara 1
dan 2 Jamcab
Dengan melihat pada uraian
karakteristik Madrasah Ibtidaiyah
Ma’arif NU 2 Pengadegan di
atas, maka dapat dilakukan analisa berkaitan
dengan kekuatan, kelemahan dan tantangan yang dihadapi yang termuat pada tabel berikut ini:
|
Kekuatan |
●
Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan berdiri pada tahun 1967. Pengalaman selama 56 tahun berdiri membuat Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan mempunyai sistem yang stabil dalam
operasional Madrasahnya ●
Sebagian
besar siswa berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi menengah ke
atas yang sangat mendukung perkembangan pendidikan dan karakter putra
putrinya. Hal ini membuat kerjasama orangtua dan Madrasah berjalan dengan
sangat baik ●
Sebagian
besar siswa mempunyai kemampuan berbahasa Inggris yang sangat baik yang
merupakan modal utama untuk dapat berpartisipasi dalam ajang tingkat dunia (global) ●
|
|
Tantangan |
●
Sebagian
besar siswa berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas yang harus
berlatih untuk lebih mandiri. ●
Agar
siswa Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif
NU 2 Pengadegan dapat
berpartisipasi dalam ajang tingkat dunia (global) dibutuhkan kemampuan
akademis yang memadai yang disertai dengan kecakapan abad 21 |
|
Strategi
menghadapi tantangan |
●
Madrasah
melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan student- centered yang bertujuan untuk membuat siswa sebagai
subyek dalam pembelajaran. Dengan demikian
kemandirian dapat ditingkatkan. ●
Madrasah menerapkan Profil Pelajar Pancasila dalam setiap aspek
kegiatan di Madrasah agar siswa mengembangkan kecakapan abad 21 (untuk
dapat bersaing di tingkat dunia) dengan tetap memegang teguh identitas
sebagai bangsa Indonesia. |
7. Kemitraan/Kerjasama Madrasah dengan Pihak lain
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan menjalin kemitraan
dengan pemerintah daerah, swasta, maupun dengan wali murid.
Kemitraan MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dengan
pemerintahan diwujudkan dengan:
a) Puskesmas Kecamatan Pengadegan Pendampingan
Program UKS
b) Polsek Pengadegan : Pendampingan Program Sadar
Lalu Lintas, Pembinaan Karakter
c) RA Diponegora Karangtengah, BA Karangtengah, TK
Pertiwi Pengadegan
Kemitraan MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dengan non
pemerintahan diwujudkan dengan:
a) Masjid Baitul Mutaqim : Tempat Praktek Ibadah dan
Pembinaan Anak
Kemitraan MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dengan Pihak
Swasta diwujudkan dengan:
a. Kerjasama dengan Pengrajin dalam kegiatan
pembelajaran
b. Kerjasama dengan Petani dalam kegiatan
pembelajaran
C.
LANDASAN HUKUM PENGEMBANGAN KOM
Yuridis dalam penyusunan Kurikulum Operasional di
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dikembangkan, berlandaskan pada ketentuan peraturan
perundang-undangan sebagai berikut:
1.
Landasan Yuridis
Landasan hukum yang dipergunakan MI Ma’arif NU Banjaran dalam mengembangkan dan menyusun
Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan. Tahun
Ajaran 2023 / 2024 adalah sebagai
berikut.
i.
Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
ii.
Peraturan
Pemerintah 13 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah 19 tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
iii.
Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Republik Indonesia
Nomor 8 Tahun 2014 tentang Kebijakan Madrasah Ramah Anak.
iv.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan
Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
v.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan
Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
vi.
Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan
dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah.
vii.
Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter
pada Satuan Pendidikan Formal.
viii.
Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.
ix.
Peraturan Gubernur
No.19 Tahun 2014 tentang Bahasa Daerah Sebagai Muatan Lokal Wajib di
madrasah/madrasah.
x.
Permendikbudristek
No.262 Tahun 2022 perubahan permendikbudristek no 56 2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Merdeka
xi.
Permendikbudristek
No.5 Tahun 2022 Tentang SKL Kurmer
xii.
Permendikbudristek
No.7 Tahun 2022 Tentang Standart Isi Kurmer
xiii.
Permendikbudristek
No.16 Tahun 2022 Tentang Standart Proses Kurmer
xiv.
Permendikbudristek
No.21 Tahun 2022 Tentang Standart Penilaian Kurmer
xv.
KMA Nomor 347 Tahun 2022 tentang Pedoman Kurikulum
Merdeka Pada Madrasah.
xvi.
SK Kepala Badan Standar
Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek No. 008 Tahun 2022 Ttng CP
Mapel umum
xvii.
SK Dirjen Pendis No. 3211 tentang CP/materi Agama dan B. Arab
xviii.
Permendikbudristek No.56/M/2022, proyek penguatan profil pelajar Pancasila
2.
Landasan Sosiologis
Madrasah, sebagai suatu lembaga pendidikan yang
bertanggung jawab terhadap proses belajar
siswa, memiliki tujuan yang mulia dalam mengembangkan pendidikan anak – anak Indonesia di lingkungannya. Sebagai bangsa
Indonesia, pendidikan yang mereka dapatkan berlandaskan pada agama dan nilai – nilai luhur yang dianut oleh bangsa serta tidak melupakan akar budaya dalam perjalanan belajar
mereka. Siswa Indonesia
diharapkan menjadi warga negara yang mandiri dan bertanggung jawab, menghargai kebhinekaan, mengedepankan berpikir positif dan kritis, serta mampu
berkolaborasi. Hal
tersebut bertujuan untuk melahirkan generasi penerus yang tangguh.
3.
Landasan Pedagogis
Madrasah adalah suatu lembaga yang terdiri atas siswa yang memiliki karakteristik unik. Siswa di kelas awal adalah anak-anak usia
dini yang masih berpikir konkret dan baru mengenal
pendidikan formal. Transisi
dari pendidikan sebelumnya membutuhkan program yang disesuaikan dengan perkembangan usia. Siswa pada tingkatan kelas yang
lebih tinggi adalah siswa dengan usia
transisi dari pendidikan usia dini ke jenjang
pendidikan yang membutuhkan pola berpikir yang lebih abstrak.
Pada jenjang ini keterampilan
berpikir siswa dikembangkan melalui proses belajar yang menantang sehingga kemampuan
kognitifnya berkembang
maksimal.
Siswa di Madrasah Ibtidaiyah membutuhkan pengenalan pendidikan karakter. Proses penanaman
pendidikan karakter dilakukan
melalui pembiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Belajar dari nilai-nilai baik yang mereka lihat di sekitar mereka menjadi
sangat penting. Madrasah dan rumah
harus memberikan contoh baik sehingga siswa dapat
belajar langsung dan meneladaninya. Proses
belajar ini menjadi fondasi yang sangat penting dan menjadi
bekal menuju jenjang pendidikan selanjutnya.
Pengalaman belajar yang beragam dan
kontekstual akan membantu siswa memahami konsep yang diberikan. Belajar
bagi siswa harus menyenangkan, bermakna,
sekaligus menantang. Kesempatan untuk bereksplorasi membantu
siswa menumbuhkan rasa ingin tahu.
Keberhasilan proses belajar setiap siswa akan
tercapai dengan dukungan dari semua pihak. Manajemen
madrasah yang responsif, guru yang memahami kebutuhan siswa, serta dukungan
positif dari orang tua akan membantu setiap anak memaksimalkan potensinya.
BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN MADRASAH
Visi, misi dan tujuan
Madrasah merupakan arah dan panduan bagi setiap individu maupun aspek kegiatan di Madrasah. Seluruh individu baik siswa,
guru, staf maupun karyawan harus memahami dan menjiwai visi misi Madrasah agar
dapat berjalan beriringan untuk dapat mencapai satu tujuan yang sama. Melalui visi dan misi yang diterjemahkan ke dalam setiap aspek kegiatan, Madrasah
akan mampu menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu berperan aktif dalam
perkembangan dunia
A.
VISI MADRASAH
“CINTA ILMU,
BERBUDI LUHUR DAN UNGGUL DALAM PRESTASI”.
B.
MISI MADRASAH
Untuk mencapai Visi tersebut, MI Ma’arif 2 Pengadegan menetapkan misi
sebagai berikut:
1.
Mendorong dan membantu siswa untuk mengenali potensi
dirinya agar dapat berkomunikasi dengan baik
2.
Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif,
sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang
dimiliki.
3.
Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama Islam dan
budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak.
4.
Menumbuhkan sikap perilaku yang santun dan akhlak yang
mulia.
5.
Mengembangkan budaya kompetitif kepada siswa agar mampu
meningkatkan kecakapan dan ketrampilan.
6.
Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan
seluruh warga sekolah dan kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah
(stakeholder).
7.
Menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, bersih,
indah, nyaman, aman dan kondusif.
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Visi Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan sejalan dengan pendidikan karakter dan Profil Pelajar
Pancasila dan Rahmatal Lil alamin. Oleh karena itu dalam pelaksanaan
misinya, pendidikan karakter dan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatal Lil alamin dilakukan dengan cara berikut ini:
|
Profil Pelajar Pancasila |
Deskripsi |
|
Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, dan
berakhlak mulia |
Setiap pagi kegiatan pembelajaran selalu diawali dengan renungan dalam
bentuk: ●
Renungan keagamaan ●
Renungan moral berbasis keagamaan ●
Pembimbingan setiap
siswa bermasalah melalui pendekatan keagamaan |
|
Kebinekaan
global |
Semua kegiatan di Madrasah tidak
bertentangan dengan budaya luhur
dan identitas bangsa Indonesia. Siswa dididik untuk menghargai budaya lain
dengan tetap memegang teguh budaya luhur bangsa Indonesia. |
|
Bergotong
royong |
Penanaman sikap bergotong royong dilaksanakan dalam bentuk: ●
Pembelajaran kolaborasi yang dilaksanakan melalui berbagai
kegiatan kelompok. ●
Kegiatan
sosial yang bertujuan untuk memupuk jiwa kepedulian dan berbagi di kalangan siswa |
|
Kreatif |
Proses pembelajaran dilakukan untuk
mengasah kreatifitas siswa agar dapat menghasilkan sesuatu yang orisinal dan bermanfaat bagi masyarakat |
|
Bernalar
kritis |
Setiap proses pembelajaran mengarah
kepada Higher Order Thinking Skill
dimana siswa dituntut untuk dapat melakukan analisa dalam pengambilan keputusan. |
|
Mandiri |
Dengan sistem pembelajaran student-centered, siswa
dituntut untuk mandiri
karena siswa merupakan subjek dari proses pembelajaran sehingga dapat
menumbuhkan tanggung jawab siswa terhadap kelangsungan dan keberhasilan
proses pembelajaran |
C.
TUJUAN MADRASAH JANGKA PENDEK, MENENGAH DAN PANJANG
Berdasarkan pemahaman akan visi,
dan misi Madrasah,
maka semua kegiatan
Madrasah untuk tahun ajaran 2023-2024 harus mengarah kepada pengembangan
kemampuan siswa untuk dapat menjadi pembelajar seumur hidup Pelajar Pancasila
dan Profil Pelajar Rohmatal Lil ’Alamin . Untuk dapat mencapai ini, Madrasah
Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan menerapkan strategi baik untuk siswa maupun
untuk guru.
Tujuan Madrasah termuat
dalam perencanaan jangka pendek, menengah dan
panjang. Strategi Madrasah untuk
mengembangkan kemampuan siswa untuk dapat menjadi pembelajar seumur hidup dilakukan melalui
perencanaan sebagai berikut:
|
Perencanaan
jangka pendek (1 tahun) |
●
Mengintegrasikan
Profil Pelajar Pancasila dan
Rahmatal lil alamim ke dalam kegiatan pembelajaran dan semua
kegiatan lain di Madrasah ●
Meningkatkan budaya membaca melalui: ▪
kegiatan 10 menit membaca per hari ▪
tugas membaca buku minimal
2 buku per
semester |
|
Perencanaan
jangka menengah (4 tahun) |
●
Semua
siswa memahami dan menerapkan karakteristik Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatal Lil alamin dalam kesehariannya ●
Meningkatkan
kemampuan siswa dalam bidang penelitian
sebagai bentuk pengembangan dari pendekatan project- based learning dan higher
order thinking skills (HOTS) |
|
Perencanaan
jangka panjang (8 tahun) |
●
Profil
Pelajar Pancasiladan Rahmatal lil
alamin merupakan salah satu ciri dari profil
lulusan Madrasah ●
Lebih banyak
siswa yang dapat
berpartisipasi dalam ajang bertaraf dunia |
Strategi Madrasah untuk meningkatkan kualitas guru dalam mencapai tujuan
dilakukan dengan melalui perencanaan sebagai berikut:
|
Perencanaan
jangka pendek (1 tahun) |
●
Pembimbingan
mengenai pengintegrasian Profil Pelajar Pancasila dan rahmatal lil alamin ke dalam seluruh aspek kegiatan Madrasah ●
Meningkatkan
kemampuan mengajar guru melalui pelatihan internal (sebulan sekali) maupun
pelatihan dari luar Madrasah |
|
Perencanaan
jangka menengah (4 tahun) |
●
Guru memahami, menjiwai dan menerapkan Profil Pelajar
Pancasila dan Rahmatal Lila alamin dalam segala kegiatan di Madrasah ●
Pelatihan
guru dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan
pembelajaran interaktif berbasis teknologi dalam Kelas digital |
|
Perencanaan
jangka panjang (8 tahun) |
●
Karakteristik
Profil Pelajar Pancasila dan
rahmatal lil Alamin
merupakan salah satu ciri dominan dalam segala kegiatan Madras ●
Pembelajaran
dilaksanakan secara interaktif berbasis teknologi dalam kelas digital |
Tujuan Madrasah berkaitan erat dengan karakteristik lulusan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan mempunyai 2 aspek dalam karakteristik
lulusannya, yaitu:
1.
Aspek masa sekarang berupa
pengembangan kemampuan belajar
2.
Aspek masa mendatang berupa
peran aktif sebagai pembelajaran mandiri seumur
hidup



![]()
Masa
sekarang Masa mendatang
Proses pengembangan kemampuan belajar mandiri untuk nantinya di masa
mendatang menjadi pembelajar seumur hidup dilaksanakan melalui kegiatan
berikut:
|
Bentuk kegiatan |
Uraian
kegiatan |
|
Project based learning |
Kegiatan pembelajaran dengan siswa sebagai
subyek dalam perencanaan dan pelaksanaan project |
|
Organisasi
(kolaborasi) |
Organisasi kesiswaan pelatihan kepemimpinan |
|
Camp
pengembangan diri |
Kegiatan agar siswa memahami karakter, kemampuan
dan potensi diri sekaligus dengan bagaimana cara mengembangkannya |
|
Mentoring |
Pembimbingan intensif per individu atau kelompok
kecil yang dilakukan oleh guru yang ditunjuk |
Kompetensi/karakteristik lulusan Profil Pelajar Pancasila dan Profil
Pelajar Rohmatal Lil ’Alamin yang akan dihasilkan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah sebagai berikut:
|
Pembelajar seumur hidup |
Deskripsi |
|
Selalu belajar
seumur hidup |
Belajar secara mandiri agar mampu mengikuti
perkembangan |
|
Kemampuan
berkomunikasi |
Mendengar untuk belajar dari orang lain dan
berani menyampaikan pendapatnya |
|
Kemampuan untuk
bekerja sama |
Tidak mengutamakan kepentingan pribadi, tapi
mengutamakan kemajuan bersama |
|
Kemampuan untuk
berpikir kritis |
Mampu melihat dari berbagai sudut pandang dan
mampu menganalisa dengan bijak |
|
Kemampuan untuk
berpikir kreatif |
Mampu menemukan hal-hal baru yang dapat menjadi
solusi dari permasalahan yang ada |
|
Memiliki
wawasan global |
Mampu melihat segala sesuatu tidak hanya dari
lingkup nasional tetapi juga dari lingkup internasional |
BAB III
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
Berdasarkan pada
KMA No. 347 Tahun 2022 dan Buku Panduan Implemntasi Kurikulum Merdeka pada
Madrasah bahwa Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada madrasah diterapkan
secara bertahap. Pada tahun pertama Implementasi Kurikulum Merdeka pada jenjang
MI dapat diterapkan pada kelas I dan 4 dan kelas 2, 3, 5 dan 6 masih
menggunakan kurikulum 2013.
Dengan acuan
dasar diatas, maka pengorganisasian pembelajaran untuk kelas 1 dan 4 di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan merujuk pada
ketentuan yang dijelaskan dalam Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam
panduan tersebut dijelaskan bahwa Pengorganisasian pembelajaran adalah cara
madrasah mengatur pembelajaran muatan kurikulum dalam satu rentang waktu.
Pengorganisasian ini termasuk pula mengatur beban belajar dalam struktur
kurikulum, muatan mata pelajaran dan area belajar, pengaturan waktu belajar
serta proses pembelajaran.
Pengorganisasian
pembelajaran di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan utama, yaitu
pembelajaran intrakurikuler yang berorientasi pada Capaian Pembelajaran (CP)
serta kokurikuler dalam bentuk projek untuk pencapaian Profil Pelajar Pancasila
dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin. Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin juga dapat dirancang secara
terpadu/terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler atau ekstrakurikuler.
Selain
intrakurikuler dan kokurikuler, MI Ma’arif NU 2 Pengadegan menyusun kegiatan
ekstrakurikuler untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan,
kepribadian, kerja sama dan kemandirian peserta didik secara optimal.
Secara rinci
pengorganisasian pembelajaran di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dapat diorganisir dalam
bentuk struktur kurikulum yang dapat dideskripsikan dalam penjelasan berikut :
A.
MUATAN KURIKULUM
INTRAKURIKULER
Intrakurikuler
adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang ditempuh
peserta didik. Adapun mata pelajaran yang diselenggarakan oleh kelas 1 di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah
Pendidikan Agama (Al-Qur'an Hadits, Akidah Akhlak, Fikih), Bahasa Arab,
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika,
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Mapel Pilihan (Seni Budaya
dan Prakarya), Bahasa Inggris, Mapel Pilihan (Seni Budaya dan Prakarya) serta
Mata Pelajaran muatan lokal (Bahasa Jawa ).
Adapun
mata pelajaran yang diselenggarakan oleh kelas 4 di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah
Pendidikan Agama (Al-Qur'an Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, SKI), Bahasa Arab,
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK),
Mapel Pilihan (Seni Budaya dan Prakarya), Bahasa Inggris, Mapel Pilihan (Seni
Budaya dan Prakarya) serta Mata Pelajaran muatan lokal (Bahasa Jawa ).
Muatan
lokal merupakan bahan kajian pada madrasah yang berisi muatan dan proses
pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksud untuk membentuk
pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya. Muatan
lokal di MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan sesuai dengan peraturan Gubernur
Provinsi Jawa Tengah yaitu memilih Bahasa Jawa
Strategi
pelaksanaan pembelajaran Bahasa Jawa sesuai dengan peraturan Gubernur Provinsi
Jawa Tengah yaitu 2 jam pelajaran per minggu dengan berbasis pada budaya, tata
nilai, dan kearifan lokal yang berkembang di lingkungan masyarakat untuk
menciptakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Pembelajaran Bahasa Jawa di ajarkan dengan memperhatikan aspek pragmatik,
atraktif, rekreatif, dan komunikatif.
Pembelajaran
di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan menekankan pada pembelajaran berbasis literasi
dengan mengangkat nilai luhur budaya lokal dan mengacu pada tema-tema yang
sudah ditentukan dalam capaian pembelajaran. Dalam pembelajaran berbasis
literasi ini peserta didik diharapkan mampu untuk mengkreasikan ide/gagasan
untuk memperoleh sebuah karya dalam bentuk tulisan. Pada akhirnya karya ini
akan didokumentasikan dalam berbagai bentuk contohnya buku, artikel, atau
publikasi digital.
Dalam
pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis literasi ini tetap harus
mengimplementasikan model dan syntak pembelajaran yang sudah ada diantaranya
Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, Inquiry
Based Learning, dan model pembelajaran lain yang relevan.
Struktur
kurikulum pada kegiatan intrakurikuler untuk kelas 1 dan 4 di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dapat dideskripsikan dalam tabel berikut:
|
Struktur Kurikulum
Merdeka MI Kelas I & 4 |
|||||||||||||||||||||
|
Tahun Pelajaran
2023/2024 |
|||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Mata Pelajaran |
Alokasi
Waktu Per Tahun (Minggu) |
||||||||||||||||||||
|
Kelas I |
Kelas IV |
||||||||||||||||||||
|
Pendidikan Agama Islam* |
|
|
|
|
|||||||||||||||||
|
a. |
Al Quran Hadis |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
||||||||||
|
b. |
Akidah Akhlak |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
||||||||||
|
c. |
Fikih |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
||||||||||
|
d. |
SKI |
- |
|
- |
|
- |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
||||||||||
|
Bahasa Arab |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
|||||||||||
|
Pendidikan Pancasila |
144 |
( |
4 |
) |
JP |
144 |
( |
4 |
) |
JP |
|||||||||||
|
Bahasa Indonesia |
216 |
( |
6 |
) |
JP |
216 |
( |
6 |
) |
JP |
|||||||||||
|
Matematika |
144 |
( |
4 |
) |
JP |
180 |
( |
5 |
) |
JP |
|||||||||||
|
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial |
- |
|
- |
|
- |
180 |
( |
5 |
) |
JP |
|||||||||||
|
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan |
108 |
( |
3 |
) |
JP |
108 |
( |
3 |
) |
JP |
|||||||||||
|
Seni dan Budaya**: |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||||||
|
1. |
Seni Musik |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||
|
2. |
Seni Rupa |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
||||||||||
|
3. |
Seni Teater |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||
|
4. |
Seni Tari |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||
|
Prakarya (Budidaya, |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||||||
|
Bahasa Inggris |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
72 |
( |
2 |
) |
JP |
|||||||||||
|
Jumlah |
1044 |
|
29 |
|
0 |
1332 |
|
37 |
|
0 |
|||||||||||
|
Muatan Lokal *** |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||||||
|
1. |
Bahasa Jawa |
36 |
( |
1 |
) |
JP |
36 |
( |
1 |
) |
JP |
||||||||||
|
2. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||
|
Total *****) |
1080 |
( |
30 |
) |
JP |
1368 |
( |
38 |
) |
JP |
|||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Catatan:
·
Siswa yang berasrama maupun yang terintegrasi dengan
pondok pesantren pelaksanaan proyek bisa lebih fleksibel dan dinamis dalam mengembangkan sistem pengaturan waktu pembelajarannya
bekerja sama dengan kepala asrama maupun pengurus pondok pesantren.
·
Pelaksanaan P5 dan P2RA dilaksanakan scra intra
maupun kokurikuler
·
Pelasanaan P5 dan P2RA semua Mapel
alokasi 20 sd 30 % dari jumlah Jam dalam satu Tahun, dilaksanakan secara khusus sesuai dengan
karakteristik madrasah dengan tetap memenuhi prinsip pelaksanaan P5 RA
Jam pelajaran di atas adalah untuk kegiatan intrakurikuler, MI Ma'arif NU 2
Pengadegan menyediakan tambahan waktu 20% (dua puluh persen) dari total jam
pelajaran selama 1 (satu) tahun untuk kegiatan Penguatan Proyek Profil Pelajar
Pancasila (P5) & Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin (P2RA).
Jam pelajaran
untuk kegiatan Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) & Profil
Pelajar Rahmatan lil 'Alamin (P2RA) di MI Ma'arif NU 2 Pengadegan adalah :
|
Kegiatan Proyek |
Alokasi Waktu Per Tahun (Minggu) |
|
|
|
Kelas I |
Kelas IV |
|
Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5)
& Profil Pelajar Rahmatan lil
'Alamin (P2RA) |
209 (6) JP |
266 (7) JP |
|
Jumlah JP Intrakurikuler dan Kokurikuler |
1325 (37) JP |
1670 (46) JP |
MI Ma'arif NU 2 Pengadegan
menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater,
dan/atau Seni Tari). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni (Seni Musik,
Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari). Dengan alokasi Waktu 2 (dua) JP per
minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan
dan 1 JP atau 32 JP pertahun diitegrasikan ke P5 dan P2RA
MI
Ma'arif NU 2 Pengadegan memilih mulok Bahasa Jawa dan Ke NUan dengan alokasi
Waktu masing-masing 1 (satu) JP per
minggu atau 36 (tiga puluh enam) JP per tahun.
Berdasarkan assessmen awal
yang dilaksanakan guru MI Ma'arif NU 2 Pengadegan kepada seluruh peserta didik,
didapatkan informasi bahwa tidak ditemukan anak dengan kebutuhan khusus.
Sehingga kurikulum yang dilaksanakan adalah kurikulum regular. Oleh karena itu,
MI Ma'arif NU 2 Pengadegan tidak menyelenggarakan Pendidikan inklusif,
melainkan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai denga kebutuhan,
bakat, dan minat peserta didik.
B. STRUKTUR
KURIKULUM 2013
Struktur
kurikulum disusun mengacu pada struktur kurikulum yang terdapat dalam KMA Nomor
184 Tahun 2019 sebagai berikut;
|
Mata Pelajaran |
|
|
|
|
|
|
Kelompok A |
II |
III |
V |
VI |
|
|
1. |
Pendidikan Agama Islam |
|
|
|
|
|
|
a. Al-Qur’an Hadis |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
|
b. Akidah Akhlak |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
|
c. Fikih |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
|
d.
Sejarah Kebudayaan Islam |
- |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan |
5 |
6 |
4 |
4 |
|
3 |
Bahasa Indonesia |
9 |
9 |
7 |
7 |
|
4 |
Bahasa Arab |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
5 |
Matematika |
6 |
6 |
6 |
6 |
|
6 |
Ilmu Pengetahuan Alam |
- |
- |
3 |
3 |
|
7 |
Ilmu Pengetahuan Sosial |
- |
- |
3 |
3 |
|
Kelompok B |
|
|
|
|
|
|
1 |
Seni
Budaya dan Prakarya* |
4 |
4 |
5 |
5 |
|
2 |
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan |
4 |
4 |
4 |
4 |
|
3 |
Bahasa Jawa |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
4 |
Ke Nuan |
1 |
1 |
1 |
1 |
|
5 |
|
|
|
|
|
|
Jumlah |
39 |
43 |
45 |
45 |
|
Muatan KTSP
meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban
belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu, materi
muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.
Hal-hal yang harus dimasukkan
tim pengembang kurikulum madrasah dalam dokumen KTSP dokumen 1 sebagai berikut:
1) Muatan nasional mencakup mata pelajaran
dan alokasi waktu yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Permendikbud) maupun Keputusan Menteri Agama (KMA) atau peraturan
lain yang berlaku. Mata pelajaran adalah seluruh mata pelajaran yang diajarkan
di madrasah dengan tetap berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum
dalam KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada
Madrasah. Sedangkan alokasi waktu adalah waktu yang tersedia dalam setiap mata
pelajaran. Madrasah dapat menambah beban belajar maksimal 6 jam pelajaran.
Penambahan 6 jam pelajaran tersebut sudah termasuk di dalamnya mata pelajaran
muatan lokal.
2) Disamping itu madrasah dapat merelokasi
jam pada mata pelajaran tertentu untuk mata pelajaran lain sebanyak-banyaknya 6
JTM untuk keseluruhan relokasi, dengan ketentuan bahwa relokasi tersebut dengan
memindahkan mata pelajaran kelompok B ke mata pelajaran kelompokMadrasah dapat
melakukan relokasi jam pelajaran dengan pertimbangan kebutuhan peserta didik,
akademik, dan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Merelokasi jam
pelajaran bukan karena pertimbangan kekurangan atau kelebihan guru.
Pada kurikulum 2013, mata
pelajaran dikelompokkan menjadi dua yaitu kelompok A dan kelompok B. Kelompok A
tediri dari 4 mata pelajaran untuk kelas I – III dan 6 mata pelajaran untuk
kelas IV – VI.
Tabel Komponen Mata Pelajaran Kurikulum 2013 SD/MI
|
Komponen Mata pelajaran |
|
|
Kelompok A |
|
|
1. |
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|
2. |
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan |
|
3. |
Bahasa Indonesia |
|
4. |
Matematika |
|
5. |
Ilmu Pengetahuan Alam |
|
6. |
Ilmu Pengetahuan Sosial |
|
Kelompok B |
|
|
1. |
Seni Budaya
dan Prakarya |
|
2. |
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan |
Keterangan:
a)
Mata
pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat memuat Bahasa Daerah
b)
Selain
kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum
diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler Sekolah Dasar / Madrasah
Ibtidaiyah antara lain Pramuka (Wajib), Silat, dan Usaha
Kesehatan Sekolah.
c)
Kegiatan
ekstrakurikuler seperti Pramuka (terutama), Unit Kesehatan Sekolah, dan yang
lainnya adalah dalam rangka mendukung pembentukan kompetensi sikap sosial
peserta didik, terutamanya adalah sikap peduli. Di samping itu juga dapat
dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan
maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit.
d)
Mata
pelajaran kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontenya dikembangkan
oleh pusat. Mata pelajaran kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni
Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah
kelompok mata pelajaran yang kontenya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi
dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah
e)
Sebagai
pembelajaran tematik terpadu, angka jumlah jam pelajaran per minggu untuk tiap
mata pelajaran adalah relatif. Guru dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan
peserta didik dalam pencapaian kompetensi yang diharapkan
f)
Jumlah
alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat
ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
3.2.1
Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk
mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah
yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau
terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran sendiri.
Muatan lokal merupakan mata
pelajaran sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan standar kompetensi dan
kompetensi dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan oleh
satuan pendidikan.
v
Komponen Muatan Lokal Bahasa Jawa
Bahasa Jawa
merupakan muatan lokal wajib Provinsi Jawa Tengah. Muatan lokal Bahasa Jawa wajib bagi semua
siswa kelas I hingga kelas VI. Alokasi waktu adalah 2 jam pelajaran.
Tujuan:
Untuk mengembangkan apresiasi
terhadap bahasa dan budaya Jawa Tengah, mengenalkan identitas masyarakat Jawa
Tengah dan menanamkan kecintaan pada Bahasa Jawa.
Ruang Lingkup:
a.
Kemampuan
berkomunikasi yang meliputi mendengarkan (ngrungokake), berbicara (guneman),
membaca (maca), dan menulis (nulis).
b.
Kemampuan menulis huruf Jawa.
v Komponen Muatan Lokal Ke
Nuan
Pendidikan Ke Nu
an adalah salah satu mata pelajaran pokok di semua lembaga pendidikan Ma’arif.
Dari pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi di bawah persyarikatan
Muhammadiyah. Saat ini secara normatif telah disusun rumusannya dalam bentuk bahan
ajar Al Islam dan Ke Nuan
Ke Nu an dijadikan
pelajaran pokok dengan tujuan agar dapat diamati, dipahami dan dihayati oleh
setiap peserta didik. Selain itu diharapkan agar kelak peserta didik bersedia
dengan suka rela mengamalkan berbagai prinsip keyakinan dan cita-cita para
Ulama NU.
Ruang lingkup
muatan local Ke NU an meliputi aspek:
a.
sejarah berdirinya,
b.
organisasi,
c.
perjuangan,
d.
amal usaha, dan
e.
tokoh pemimpinnya.
f.
Amalan orang NU
g.
Ciri khas orang NU
Peminatan Diri
Pengembangan diri bukan
merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri
bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan
mengekspresikan diri sesuai kebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik
sesuai dengan kondisi madrasah.
Pengembangan diri adalah
kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan
minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi madrasah.
Bentuk kegiatan pengembangan diri:
1)
Pengembangan
diri tidak terprogram (Pembiasaan)
Pembiasaan
diri rutin
a)
Upacara
bendera setiap hari senin dan tanggal 17 di setiap bulan
Tujuan: Menumbuhkan rasa cinta
tanah air, menumbuhkan jiwa patriotisme, dan menghargai jasa Pahlawan.
Ruang lingkup: Pembiasaan
upacara bendera setiap hari senin dan tanggal 17 di setiap bulan
b)
Jum’at sehat
Tujuan:
Menumbuhkan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Ruang lingkup:
Pembiasaan hidup sehat dan gemar berolahraga
c)
Jum’at bersih
Tujuan:
Menumbuhkan hidup bersih dan tanggap terhadap lingkungan dalam kehidupan
sehari-hari.
Ruang lingkup:Pembiasaan hidup bersih di
madrasah dan di rumah.
d)
Pembiasaan
Shalat Dluha dan Shalat Dhuhur Berjamaah
Tujuan: Untuk
membiasakan dan menanamkan kecintaan menjaga shalat fardlu.
Ruang Lingkup:
Pembiasaan shalat dluha dan shalat dhuhur berjamaah
e)
Tadarus
Al Qur’an dan Hafalan Surat Pendek Juz 30
Tujuan: Untuk
menanamkan rasa cinta terhadap Al Qur’an dan membiasakan peserta didik agar
senantiasa membaca Al Qur’an.
Ruang Lingkup:
Pembiasaan membaca Al Qur’an dan menghafal surat pendek juz 30 setiap hari.
Pembiasaan diri
spontan
1.
Memberi
salam ketika masuk ruangan.
2.
Memberi
salam kepada guru atau teman
3.
Mengucapkan kalimatthoyibah
4.
Masuk
ruang kelas/guru dengan kaki kanan terlebihdahulu
5.
Masuk
kamar mandi dengan kaki kiri
Pembiasaan diri keteladanan
1.
Pakaian
2.
Bahasa yang baik
3.
Rajin membaca
4.
Memuji kebaikan
5.
Datang tepat waktu
2)
Pengembangan diri terprogram
(Ekstrakurikuler)
a)
Kepramukaan
Tujuan:
Untuk melatih peserta didik agar terampil dan mandiri, menanamkan sikap peduli
terhadap orang lain, melatih agar mampu bekerja sama dengan orang lain,
menanamkan sikap disiplin, menumbuhkan rasa percaya diri.
Ruang
Lingkup: Keterampilan personal, Keterampilan sosial, Keterampilan vokasional
sederhana.
b)
UKS d
Tujuan: Untuk menumbuhkan
kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Ruang Lingkup: Pembiasaan hidup sehat, Keterampilan penanganan pertama pada
kecelakaan.
c)
Seni Bela
Diri
Tujuan:
Untuk menumbuhkan patriotisme
keanekaragaman budaya dan mengarahkan kreatifitas peserta didik
dalam bidang seni bela diri.
Ruang
Lingkup: Keterampilan memainkan alat music, Menciptakan inovasi dalam memainkan
alat music
d)
Seni Baca Al Qur’an/TPQ
Tujuan: Untuk menumbuhkan apresiasi
(penghargaan) peserta didik terhadap seni budaya islami, memupuk bakat dan
minat peserta didik di bidang seni baca Al Qur’an serta menumbuhkan rasa
percaya diri.
Ruang
Lingkup: Keterampilan seni membaca Al Qur’an
Ketuntasan Belajar
1.
Kriteria
Ketuntasan Minimum (KKM)-(Panduan penilaian 2016)
Kriteria
Ketuntasan Minimum (KKM) Belajar adalah tingkat pencapaian standar kompetensi
dan kompetensi dasar mata pelajaran oleh siswa per mata pelajaran. Penentuan
kriteria ketuntasan minimal belajar ini ditetapkan dengan memperhatikan; (1)
Tingkat kompleksitas (kesulitan dan kerumitan) setiap indikator pencapaian
kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa; (2) Tingkat kemampuan (intake)
rata-rata siswa di madrasah; danketersediaan sumber daya pendukung dalam
penyelenggaraan pembelajaran.
KRITERIA
KETUNTASAN MINIMAL (KKM) PER MATA PELAJARAN PERKELAS
|
No |
Komponen |
Kriteria
Ketuntasan Minimum |
|||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
||
|
A. |
Mata Pelajaran |
|
|
|
|
|
|
|
1. |
Pendidikan Agama |
|
|
|
|
|
|
|
|
a. Qur’an Hadits |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
|
b. Akidah Akhlak |
75 |
75 |
75 |
75 |
75 |
75 |
|
|
c. Fikih |
75 |
75 |
75 |
75 |
75 |
75 |
|
|
d. SKI |
- |
- |
60 |
60 |
60 |
60 |
|
2. |
Pendidikan Kewarganegaraan |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
3. |
Bahasa Indonesia |
75 |
75 |
75 |
75 |
75 |
75 |
|
4. |
Bahasa Arab |
- |
- |
60 |
60 |
60 |
60 |
|
5. |
Matematika |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
6. |
Ilmu Pengetahuan Alam |
70 |
75 |
75 |
70 |
75 |
75 |
|
7. |
Ilmu Pengetahuan Sosial |
70 |
70 |
70 |
70 |
||
|
8. |
Seni Budaya dan Keterampilan |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
9. |
Pendidikan Jasmani |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
B. |
Muatan Lokal |
|
|
|
|
|
|
|
|
a. Bahasa Jawa |
65 |
65 |
65 |
65 |
65 |
65 |
|
|
b. BTA |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
|
c. Bahasa Inggris |
60 |
- |
- |
60 |
60 |
60 |
|
|
a. MDNU |
- |
- |
- |
70 |
70 |
70 |
|
10. |
Pengembangan Diri |
|
|
|
|
|
|
|
a. Shalat Dluha dan Dluhur |
B |
B |
B |
B |
B |
B |
|
|
b. Tadarus Al Qur’an dan
Hafalan Surat pendek juz 30 |
B |
B |
B |
B |
B |
B |
|
|
c. Kepramukaan |
B |
B |
B |
B |
B |
B |
|
|
d. UKS |
B |
B |
B |
B |
B |
B |
|
|
e. Seni Baca Al Qur’an |
B |
B |
B |
B |
B |
B |
|
|
f. Seni Rebana |
B |
B |
B |
B |
B |
B |
|
Ket: Menggunakan kurikulum
2013 dengan pendekatan Tematik Terpadu dan Autentic Assesment.
Setelah KKM setiap muatan/mata
pelajaran ditentukan, KKM satuan pendidikan dapat ditetapkan dengan memilih KKM
yang terendah dari seluruh KKM muatan/mata pelajaran. Untuk MI Ma’arif NU 2
Pengadegan, KKM terendah dari seluruh muatan/mata pelajaran adalah 70.
Rentang predikat dapat
menggunakan satu ukuran yang sama di satu sekolah. Karena KKM satuan pendidikan
70, berarti predikat Cukup dimulai dari nilai 70.Rentang predikat untuk semua
mata pelajaran menggunakan rumus sebagai berikut:
Rentang Predikat = nilai
maksimum – KKM = 110 – 70 = 11
3 3
*Keterangan: angka 3
pada rumus diperoleh dari jumlah predikatselain D (A,B, dan C) Sehingga panjang
interval untuk setiap predikat 8 atau 9.
Karena rentang predikat
nilainya 8 atau 9, maka rentang predikatnya sebagai berikut:
|
KKM Sat. Pend |
Panjang Interval |
Rentang Predikat |
|||
|
A (Sangat Baik) |
B (Baik) |
C (Cukup) |
D (Perlu Bimbingan |
||
|
70 |
30:3 = 11 |
90< A<110 |
80<B<89 |
70<C<79 |
D< 70 |
Satuan pendidikan ini menggunakan prinsip mastery learning
(ketuntasan belajar), ada perlakuan khusus untuk peserta didik yang belum
maupun sudah mencapai ketuntasan. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus
mengikuti kegiatan remedial, sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM
mengikuti kegiatan pengayaan
C.
PELAKSANAAN PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
DAN RAHMATAL LIL ALAMIN
1)
Dalam setahun harus dilaksanakan 3 proyek
2)
Pelaksanaan
proyek dilakukan dengan cara kolaborasi (integrasi beberapa mata pelajaran yang
berkaitan dengan topik)
3)
Proyek dapat
dilaksanakan dalam satu atau dua semester (disesuaikan dengan kondisi di
lapangan)
4)
Rencana
pelaksanaan pembelajaran Mata pelajaran Aqidah Akhlak dan PPKn disusun
berdasarkan capaian pembelajaran dengan mengintegrasikan dengan proyek
penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatal
lil alamin. Uraian proyek penguatan profil Pelajar
Pancasila dan Rahmatal lill Alamin untuk ketiga tema ini termuat dalam lampiran (disertai dengan contoh RPP)
5)
Tiga tema
utama proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan
rahamatal Lil alamin yang digunakan untuk tahun
ajaran 2023-2024 adalah:
●
Perubahan Iklim Global
●
Sejarah Rakyat Indonesia
●
Bineka Tunggal Ika
●
Keteladanan
●
Toleransi
●
Tawasuth
6)
Jadwal pelaksanaan proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan setiap hari dalam minggu ke-1 sampe minggu ke-4
seperti terlihat pada tabel di bawah ini:
|
|
Senin |
Selasa |
Rabu |
Kamis |
Jum’at |
Sabtu |
|
Minggu ke-1 |
|
|
|
P5 & RA |
|
P5 & RA |
|
Minggu ke-2 |
|
|
|
P5 & RA |
|
P5 & RA |
|
Minggu ke-3 |
|
|
|
P5 & RA |
|
P5 & RA |
|
Minggu ke-4 |
|
|
|
P5 & RA |
|
P5 & RA |
Minggu ke-1 sampe minggu ke-4 adalah jadwal
pelaksanaan proyek di kelas dimana
siswa dapat berdiskusi dan berkoordinasi dengan guru dan teman
sekelasnya. Minggu ke -2 dan minggu ke-4 adalah jadwal pelaksanaan proyek
secara mandiri (ini sesuai dengan filosofi student-centered
yang diterapkan pada Madrasah
Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan
D. KOKURIKULER
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL
'ALAMIN
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin
(P2RA) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk
menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil
pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil 'alamin yang disusun
berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Proyek penguatan profil pelajar
rahmatan lil alamiin beriringan dan disatukan dengan Proyek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila.
Pelaksanaan
proyek penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil
'alamin dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu
pelaksanaan. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya dapat dilaksanakan terpisah
atau terpadu dengan pembelajaran intrakurikuler dan dapat pula terintegrasi
dengan pembelajaran intrakurikuler tergantung keefektivan capaian pembelajaran
yang dibutuhkan oleh siswa.
Proyek
penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil 'alamin di
MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan menambah alokasi waktu 20% (dua puluh persen) dari total jam pelajaran
selama 1 (satu) tahun dan dilaksanakan secara berkelompok sesuai Fase A (kelas
I dan II), Fase B (kelas III dan kelas IV) dengan pengalokasian waktu untuk
kelas 1 adalah 209 (6) Jam pelajaran,
untuk kelas 4 adalah 266 (7) jam pelajaran dalam setahun dan dilaksanakan pada
setiap hari sabtu setiap minggu.
Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan proyek penguatan profil pelajar Rahmatan
lil ‘Alamiin bagi madrasah pelaksana Kurikulum Operasional Madrasah (KOM)
Kurikulum Merdeka jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI)
wajib memilih minimal 2 (dua)proyek/ tema untuk dilaksanakan per tahunnya.
Di
MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan, kepala madrasah dan tim fasilitator memutuskan bahwa di tahun pelajaran
2023/2024 ingin fokus pada dimensi profil berkebhinnekaan global,
bergotong-royong dan bernalar kritis. Sementara tema projek pilihannya adalah
Kearifan Lokal dan Kewirausahaan. Dimensi dan tema tersebut berdasarkan kondisi
dan kebutuhan lingkungan madrasah.
Berdasarkan
hal tersebut, tim fasilitator pada kelas I memetakan projek profil sebagaimana
tercantum dalam tabel berikut:
|
|
Projek Profil 1 |
Projek Profil 2 |
||||
|
Dimensi
Pelajar |
Berkebhinnekaan
Global, Bergotong- Royong |
Bergotong-Royong
dan |
||||
|
Nilai
Pelajar |
Kewarganegaraan
& kebangsaan |
Toleransi
(Tasāmuh), Dinamis dan inovatif (Tathawwur wa Ibtikâr) |
||||
|
Tema |
Kearifan Lokal |
Kewirausahaan |
||||
|
Alokasi Waktu |
122 |
|
JP |
108 |
|
JP |
Selanjutnya
tim fasilitator pada kelas IV memetakan projek profil sebagaimana tercantum
dalam tabel berikut:
|
|
Projek Profil 1 |
Projek Profil 2 |
||||
|
Dimensi Pelajar |
Berkebhinnekaan |
Bergotong-Royong
dan |
||||
|
Nilai Pelajar |
Kewarganegaraan
& |
Toleransi
(Tasāmuh), |
||||
|
Tema |
Kearifan Lokal |
Kewirausahaan |
||||
|
Alokasi Waktu |
133 |
|
JP |
133 |
|
JP |
Total JP diatas tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal
dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan madrasah.
Pengemasan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin
di MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan berada di luar jam pembelajaran regular dengan komposisi 20% dari
alokasi waktu selama satu tahun. Sehingga proyek ini tidak mengganggu atau
mengurangi jumlah jam pembelajaran intrakurikuler.
E.
MUATAN KURIKULUM EKSTRAKURIKULER
Kegiatan ekstrakurikuler
sebagai wadah mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian,
kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal. Untuk menyalurkan
minat dan bakat siswa, ekstrakurikuler yang dilaksanakan di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan tahun ajaran
2023/2024 antara lain: Ekstrakurikuler Wajib dan pilihan
Eksrakurikuler wajib merupakan
kegiatan yang wajib diikuti oleh semua siswa dari kelas I sampai VI,
ekstrakurikuler wajib yang dilaksanakan adalah pramuka.
Ekstarakurikuler pilihan yang
dilaksanakan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa terdiri dari beberapa
bidang.
Jenis kegiatan yang dapat
dilaksanakan di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan pada tahun pelajaran 2023/2024 dapat dideskripsikan
pada tebel berikut:
|
Kegiatan |
Deskripsi |
|
Pramuka |
Ekskul Pramuka merupakan
Ekskul Pilihan Wajib bagi siswa laki-laki maupun perempuan |
|
Volly |
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan terkenal
dengan tim Vollynya yang telah memenangkan berbagai pertandingan di tingkat
nasional maupun internasional. Melalui ekskul dapat dilakukan regenerasi agar
tim basket MI Ma’arif NU 2 Pengadegan tetap bertahan sebagai tim yang kuat. |
|
Badminton |
Ekskul badminton merupakan cabang olahraga yang disukai siswa baik
laki-laki maupun perempuan |
|
Hadroh |
Ekskul Hadroh merupakan ekskul yang
sangat disukai terutama siswa Perempuan. |
|
Bela Diri |
Ekskul Bela Diri Pagar Nusa memberi peluang bagi yang ingin belajar
di dunia persilatan yang sangat menarik bagi kalangan siswa. |
Pelaksanaan
kegiatan ekstrakurikuler
|
Semester 1 |
Agustus – November |
|
Semester 2 |
Februari - Mei |
F.
KEGIATAN PEMBIASAAN
Kegiatan
pembiasaan yang ditumbuhkan melalui kegiatan rutin, spontan, dan keteladanan
yang baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sedangkan pembiasaan melalui
kegiatan terprogram dilaksanakan secara bertahap disesuaikan dengan kalender
pendidikan, semua guru berpartisipasi aktif dalam membentuk watak, kepribadian
dan kebiasaan positif. Peran Konselor dalam hal ini memberikan bimbingan dan
konseling, arah pengembangan kebiasaan
peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dan sekaligus mengkoordinir penilaian
prilaku mereka melalui pengamatan guru-guru terkait.
Kegiatan
pembiasaan dilaksanakan secara rutin, baik harian, mingguan, bulanan dan
tahunan, dan tehnik pelaksanaannya ada yang terstruktur dan tidak terstruktur
atau spontan berupa direct dan indirect learning, yang bertujuan melatih dan
membimbing peserta didik bersikap dan berperilaku dengan menananmkan
nilai-nilai karakter baik sehingga menjadi habituasi yang terinternalisasi
dalam hati dan jiwa peserta didik.
Berikut
adalah Aktualiasasi kegiatan pembiasaan yang dibudayakan di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan diantaranya seperti yang tercantum dalam tabel:
|
Jenis Kegiatan
Pembiasaan sebagai Aktualisasi Budaya Madarasah |
|
|||||||||
|
Kegiatan Harian |
Kegiatan Mingguan |
Kegiatan Tahunan |
|
|||||||
|
1. |
Penyambutan
peserta didik. |
1. |
Upacara
bendera |
1. |
Peringatan
Hari Besar Islam (PHBI). |
|
||||
|
2. |
Tartil
Qur’an |
|
||||||||
|
2. |
Do’a
Sebelum dan Sesudah Belajar. |
3. |
Pembiasaan
Do’a Sehari-hari |
* |
Peringatan
Tahun Baru Hijriyah 1444 H. |
|
||||
|
|
||||||||||
|
3. |
Salam
5S: Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun |
4. |
Infak
Shadaqah |
* |
Peringatan
Maulid Nabi SAW. |
|
||||
|
5. |
Ekstrakurikuler
wajib (pramuka). |
|
||||||||
|
4. |
Sholat
Dhuha kelas 1 – kelas 6 dan Sholat Duhur berjamaah Kelas 4, 5 dan kelas 6. |
* |
Peringatan
Isra!’ Mi’raj. |
|
||||||
|
6. |
Ekstrakurikuler
pilihan |
|
||||||||
|
7. |
Kegiatan
Jumat Religi |
* |
Peringatan
Nuzulul Qur’an. |
|
||||||
|
8. |
Kegiatan
Sabtu bersih |
|
||||||||
|
5. |
Kedisiplinan |
9. |
Kegiatan
olahraga bersama bersama sebelum pembelajaran. |
* |
Peringatan
Hari Santri |
|
||||
|
6. |
Pembiasaan
Do’a Sehari-hari. |
|
Kegiatan
Pesantren Kilat |
|
||||||
|
7. |
Gerakan
literasi madrasah |
|
|
|
Peringatan
Hari Besar Nasional (PHBN). |
|
||||
|
8. |
Gerakan
Pungut Sampah (GPS) |
10 |
Bang
Sampah |
|
||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
9. |
Gerakan
kelas bersih |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10. |
Gerakan
kamar mandi bersih. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jadwal Pelaksanaan
|
No |
Uraian Kegiatan
Harian Sekolah |
Penanggungjawab |
|
|
1 |
Nasionalis |
1. |
|
|
Peserta didik melaksanakan Upacara rutin, menyanyikan lagu-lagu nasional,
berlatih berbaris, dan bersalaman terhadap guru. Tujuannya untuk menanamkan
jiwa nasionalisme, ketertiban dan menumbuhkan sikap hormat terhadap guru. |
2. |
|
|
|
3. |
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
2 |
Literasi |
1. |
|
|
Peserta didik secara mandiri membaca buku di dalam kelas selama 10 menit.
Tidak hanya membaca buku, tetapi peserta didik juga mampu menceritakan
kembali dengan bahasanya sendiri dan makna yang terkandung dalam isi buku
yang telah dibaca. |
2. |
|
|
|
3. |
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
3 |
Sedekah |
1. |
|
|
Peserta didik melaksanakan sedekah seiklasnya. Hasil sedekah untuk
membantu teman yang sakit, korban bencana, teman yang keluarganya meninggal,
santunan anak yatim. Tujuannya untuk melatih peserta didik memiliki
kepedulian terhadap sesama. |
2. |
|
|
|
3. |
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
4 |
Tartil Qur’an |
1. |
|
|
Peserta didik beraga Islam membaca juz amma secara bergiliran sebelum jam
pembelajaran. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa cinta Alqur’an, mengetahui
makna isi kandungan Alqur’an, dan melatih membaca dengan tajwid yang benar. |
2. |
|
|
|
3. |
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
5 |
Religi |
1. |
|
|
Peserta didik dan guru melaksanakan kegiatan keagamaan (melafalkan asmaul
husnah, dzikir bersama, istigosah, bersholawat, ceramah keagamaan). Tujuannya
untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, mendalami dan mempraktikkan
kegiatan agama, mengetahui sejarah ke Islaman, pembentukan karakter siswa
sesuai ajaran Rasullah. |
2. |
|
|
|
3. |
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
6 |
Bersih dan Sehat |
1. |
|
|
Semua peserta didik dan guru melaksanakan senam bersama dan melaksanakan
kebersihan lingkungan sekolah. Tujuannya untuk menjaga Kesehatan tubuh dan
menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. |
2. |
|
|
|
3. |
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
|
|
|
||
G. Pengaturan Beban Belajar dan Kalender Pendidikan
Perhitungan waktu
atau beben belajar di MI Ma’arif NU 2
Pengadegan disampaikan dalam
satu tahun. Beban belajar di Kelas I dan kelas VI, dalam satu semester paling
sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu. Beban belajar dalam satu tahun
pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu.
Asumsi 1 Tahun
untuk kelas I dan kelas 4 adalah 36 pekan dan 1 JP = 35 menit.
Beban belajar di
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan kelas I untuk alokasi kegiatan intrakurikuler per tahun (minggu)
berjumlah 1152 (32) JP, dan untuk alokasi P5 & P2RA ditambah 20% dari total
jam pelajaran selama 1 (satu) tahun sehingga mendapatkan jumlah 209 JP bila di
bagi 36 minggu maka menjadi (6) JP. Alokasi kegiatan P5 dan P2RA tersebut
kepala dan tim fasilitator projek kelas
I MI Ma’arif NU 2 Pengadegan
memutuskan bahwa di tahun pelajaran 2023/2024 kegiatannya akan di bagi 2
proyek P5 dan P2RA dalam setahun yaitu
122 JP di Semester 1 dan 108 JP di semester 2 yang pelaksanaannya dilakukan
secara terjadwal yaitu pada setiap hari sabtu setiap minggu. Tema yang pilih
dalam kegiatan tersebut adalah Kearifan Lokal dan Kewirausahaan. Dimensi dan
tema tersebut berdasarkan kondisi dan kebutuhan lingkungan madrasah.
Beban belajar di
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan kelas IV untuk alokasi kegiatan intrakurikuler per tahun (minggu)
berjumlah 1368 (38) JP, dan untuk alokasi P5 & P2RA ditambah 20% dari total
jam pelajaran selama 1 (satu) tahun sehingga mendapatkan jumlah 266 JP bila di
bagi 36 minggu maka menjadi (7) JP. Alokasi kegiatan P5 dan P2RA tersebut
kepala dan tim fasilitator projek kelas
I MI Ma’arif NU 2 Pengadegan
memutuskan bahwa di tahun pelajaran 2023/2024 kegiatannya akan di bagi 2
proyek P5 dan P2RA dalam setahun yaitu
133 JP di Semester 1 dan 133 JP di semester 2 yang pelaksanaannya dilakukan
secara terjadwal yaitu pada setiap hari sabtu setiap minggu. Tema yang pilih
dalam kegiatan tersebut adalah Kearifan Lokal dan Kewirausahaan. Dimensi dan
tema tersebut berdasarkan kondisi dan kebutuhan lingkungan madrasah.
|
Mata
Pelajaran |
|
|
Alokasi
Waktu |
|||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kelas
I |
Kelas
IV |
||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||
|
Pendidikan Agama Islam* |
|
|
|
|
||||||||||||
|
a. |
Al Quran Hadis |
72 |
2 |
72 |
2 |
|||||||||||
|
b. |
Akidah Akhlak |
72 |
2 |
72 |
2 |
|||||||||||
|
c. |
Fikih |
72 |
2 |
72 |
2 |
|||||||||||
|
d. |
SKI |
- |
- |
72 |
2 |
|||||||||||
|
Bahasa Arab |
72 |
2 |
72 |
2 |
||||||||||||
|
Pendidikan Pancasila |
144 |
4 |
144 |
4 |
||||||||||||
|
Bahasa Indonesia |
216 |
6 |
216 |
6 |
||||||||||||
|
Matematika |
144 |
4 |
180 |
5 |
||||||||||||
|
Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial |
- |
- |
180 |
5 |
||||||||||||
|
Pendidikan
Jasmani Olahraga dan Kesehatan |
108 |
3 |
108 |
3 |
||||||||||||
|
Seni dan Budaya**: |
|
|
|
|
||||||||||||
|
1. |
Seni Musik |
|
|
|
|
|||||||||||
|
2. |
Seni Rupa ** |
72 |
2 |
72 |
2 |
|||||||||||
|
3. |
Seni Teater |
|
|
|
|
|||||||||||
|
4. |
Seni Tari |
|
|
|
|
|||||||||||
|
Prakarya
(Budidaya, |
|
|
|
|
||||||||||||
|
Bahasa Inggris *** |
72 |
2 |
72 |
2 |
||||||||||||
|
Total |
1044 |
29 |
1332 |
37 |
||||||||||||
|
Muatan Lokal *** |
|
|
|
|
||||||||||||
|
1. |
Bahasa Jawa |
36 |
1 |
36 |
1 |
|||||||||||
|
2. |
Kemuhammadiyahan |
36 |
1 |
36 |
1 |
|||||||||||
|
Jumlah |
1116 |
31 |
1404 |
39 |
||||||||||||
|
Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) & Profil Pelajar
Rahmatan lil 'Alamin (P2RA) |
209 |
6 |
266 |
7 |
||||||||||||
|
Total |
1325 |
37 |
1670 |
46,4 |
||||||||||||
Contoh Jadwal Pelajaran Kelas I
|
Jam
Ke- |
Waktu Hari Senin |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Selasa |
Rabu |
Kamis |
Jumat |
Sabtu |
|||||||||||||
|
|
06.45
- 07.00 |
Kegiatan
Pembiasaan |
||||||||||||||||
|
1 |
07.00
- 07.35 |
Upacara |
Bahasa
Indonesia |
MTK |
Bahasa
Indonesia |
Qurdis |
P5 & P2RA |
|||||||||||
|
2 |
07.35
- 08.05 |
Pend.
Pancasila |
Bahasa
Indonesia |
MTK |
Bahasa
Indonesia |
Qurdis |
P5 & P2RA |
|||||||||||
|
3 |
08.05
- 08.40 |
Pend.
Pancasila |
MTK |
Bahasa
Indonesia |
Bahasa
Inggris |
Fikih |
P5 & P2RA |
|||||||||||
|
4 |
08.40
- 09.15 |
Pend.
Pancasila |
MTK |
Bahasa
Indonesia |
Bahasa
Inggris |
Fikih |
P5 & P2RA |
|||||||||||
|
|
09.15
- 09.30 |
Istirahat |
||||||||||||||||
|
5 |
09.30
- 10.05 |
Pend.
Pancasila |
PJOK |
Akidah
Akhlak |
SBdP |
KMD |
P5 & P2RA |
|||||||||||
|
6 |
10.05
- 10.40 |
Bhs.
Arab |
PJOK |
Akidah
Akhlak |
SBdP |
|
P5 & P2RA |
|||||||||||
|
7 |
10.40
- 11.15 |
Bhs.
Arab |
PJOK |
B
Jawa |
|
|
|
|||||||||||
Contoh Jadwal Pelajaran Kelas IV
|
Jam
Ke- |
Waktu Hari Senin |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Selasa |
Rabu |
Kamis |
Jumat |
Sabtu |
|||||||||||||
|
|
06.45
- 07.00 |
Kegiatan
Pembiasaan |
||||||||||||||||
|
1 |
07.00
- 07.35 |
Upacara |
Bhs.
Indo. |
SKI |
MTK |
Qurdis |
Akidah Akhlak |
|||||||||||
|
2 |
07.35
- 08.05 |
Pend.
Pancasila |
Bhs.
Indo. |
PJOK |
MK |
Qurdis |
Akidah Akhlak |
|||||||||||
|
3 |
08.05
- 08.40 |
Pend.
Pancasila |
MTK |
PJOK |
MTK |
Fikih |
P5 & P2RA |
|||||||||||
|
4 |
08.40
- 09.15 |
Pend.
Pancasila |
MTK |
PJOK |
Bahasa
Indonesia |
Fikih |
P5 & P2RA |
|||||||||||
|
|
09.15
- 09.30 |
Istirahat |
||||||||||||||||
|
5 |
09.30
- 10.05 |
Pend.
Pancasila |
IPAS |
SKI |
Bahasa
Indonesia |
KeNUan |
P5 & P2RA |
|||||||||||
|
6 |
10.05
- 10.40 |
Bhs
Jawa |
IPAS |
IPAS |
Bahasa
Indonesia |
|
P5 & P2RA |
|||||||||||
|
7 |
10.40
- 11.15 |
Bhs.
Arab |
SBdP |
IPAS |
Bahasa
Inggris |
|
P5 & P2RA |
|||||||||||
|
|
11.15
- 12.00 |
Istirahat |
||||||||||||||||
|
8 |
12.00-12.35 |
Bhs.
Arab |
SBdP |
IPAS |
Bahasa
Inggris |
|
|
|||||||||||
G.
KALENDER AKADEMIK
|
Juli 2023 |
|
Agustus 2023 |
||||||||||||
|
Mgg |
Sen |
Sel |
Rabu |
Kam |
Jum |
Sab |
|
Mgg |
Sen |
Sel |
Rabu |
Kam |
Jum |
Sab |
|
|
|
|
|
|
|
1 |
|
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
|
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
|
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
|
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
|
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
|
16 |
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
22 |
|
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
|
23 |
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
|
27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
|
|
|
30 |
31 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari : |
|
31 |
|
|
|
|
|
Total Hari : |
31 |
|
|
|
|
|
|
Hari Efektif : |
25 |
|
|
|
|
|
Hari Efektif : |
26 |
|
|
|
|
||
|
September 2023 |
||||||
|
Mgg |
Sen |
Sel |
Rabu |
Kam |
Jum |
Sab |
|
|
|
|
|
|
1 |
2 |
|
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
|
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
|
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
|
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari
: |
30 |
|
|
|
|
|
|
Hari
Efektif : |
25 |
|
|
|
|
|
|
Oktober 2023 |
||||||
|
Mgg |
Sen |
Sel |
Rabu |
Kam |
Jum |
Sab |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
|
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
|
15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
|
22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
|
29 |
30 |
31 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari : |
31 |
|
|
|
|
|
|
Hari Efektif : |
26 |
|
|
|
|
|
|
Nopember 2023 |
|
Desember 2023 |
||||||||||||
|
Mgg |
Sen |
Sel |
Rabu |
Kam |
Jum |
Sab |
|
Mgg |
Sen |
Sel |
Rabu |
Kam |
Jum |
Sab |
|
|
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
|
|
|
|
|
|
1 |
2 |
|
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
|
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
|
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
|
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
|
19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
|
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
|
26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
|
|
|
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
31 |
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari : |
30 |
|
|
|
|
|
Total Hari : |
31 |
|
|
|
|
||
|
Hari Efektif : |
26 |
|
|
|
|
|
Hari Efektif : |
27 |
|
|
|
|
||
|
SEMSETER
I |
TANGGAL |
KETERANGAN |
|
10 Juli 2023 |
Hari pertama masuk semester ganjil TP 2023/2024 |
|
|
19 Juli 2023 |
Tahun Baru Islam 1445 H |
|
|
17 Agustus 2023 |
HUT Kemerdekaan RI |
|
|
28 September 2023 |
Maulid Nabi Muhammad SAW |
|
|
25 Desember 2023 |
Hari Raya Natal |
|
|
11 Juli 2023 |
Penilaian Akhir Semester (PAS) |
|
|
24 Juni 2023 |
Pembagian Rapor Semester GanjiL (6
Hari Kerja) |
|
|
26 Juni 2023 27 Nopember 2023 22 Desember 2023 |
Libur Semester GanjiL Asesmen Sumatif Akhir Semester Ganjil Pembagian Raport Semester Ganjil |
|
Januari 2024 |
|
Februari 2024 |
||||||||||||
|
Mgg |
Sen |
Sel |
Rabu |
Kam |
Jum |
Sab |
|
Mgg |
Sen |
Sel |
Rabu |
Kam |
Jum |
Sab |
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
|
|
|
|
|
1 |
2 |
3 |
|
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
|
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
|
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
20 |
|
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
|
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
27 |
|
18 |
19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
|
28 |
29 |
30 |
|
|
|
|
|
25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari : |
31 |
|
|
|
|
|
Total Hari : |
29 |
|
|
|
|
||
|
Hari Efektif : |
26 |
|
|
|
|
|
Hari Efektif : |
25 |
|
|
|
|
||
|
April 2024 |
||||||
|
Mgg |
Sen |
Sel |
Rabu |
Kam |
Jum |
Sab |
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
|
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
|
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
20 |
|
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
27 |
|
28 |
29 |
30 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari : |
30 |
|
|
|
|
|
|
Hari Efektif : |
26 |
|
|
|
|
|
|
Maret 2024 |
||||||
|
Mgg |
Sen |
Sel |
Rabu |
Kam |
Jum |
Sab |
|
|
|
|
|
|
1 |
2 |
|
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
|
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
|
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
|
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
|
31 |
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari
: |
31 |
|
|
|
|
|
|
Hari
Efektif : |
26 |
|
|
|
|
|
|
Mei 2024 |
|
Juni 2024 |
||||||||||||
|
Mgg |
Sen |
Sel |
Rabu |
Kam |
Jum |
Sab |
|
Mgg |
Sen |
Sel |
Rabu |
Kam |
Jum |
Sab |
|
|
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
|
|
|
|
|
|
|
1 |
|
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
|
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
|
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
|
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
|
19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
|
16 |
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
22 |
|
26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
|
|
23 |
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
30 |
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari : |
31 |
|
|
|
|
|
Total Hari : |
30 |
|
|
|
|
||
|
Hari Efektif : |
26 |
|
|
|
|
|
Hari Efektif : |
24 |
|
|
|
|
||
|
SEMSETER
II |
TANGGAL |
KETERANGAN |
|
01 Januari 2024 |
Tahun Baru Masehi 2024 |
|
|
02 Janurai 2024 |
Hari Pertama Semester Genap TP. 2023/2024 |
|
|
03 Januari 2024 |
HAB Kementerian Agama |
|
|
10 Februari 2024 |
Tahun Baru Imlek |
|
|
08 Februari 2024 |
Peringatan Hari Isra Miraj Nabi Muhammad SAW |
|
|
11 Maret 2024 |
Hari Raya Nyepi |
|
|
29 Maret 2024 |
Wafat Yesus Kristus |
|
|
10 April 2024 |
Hari Raya Idul Fitri 1444 H |
|
|
01 Mei 2024 |
Hari Buruh |
|
|
|
Hari Paskah |
|
|
09 Mei 2024 |
Kenaikan Yesus Kristus |
|
|
22 April 2024 |
Perkiraan rentang Waktu UM |
|
|
27 Mei 2024 |
Penilaian Akhir Tahun (PAT) |
|
|
01 Juni 2024 |
Hari Lahir Pancasila |
|
|
22 Juni 2024 |
Pembagian Rapor Semester Genap |
|
|
24 Juni 2024 |
Libur Akhir Tahun pelajaran |
BAB IV
RENCANA PEMBELAJARAN
A.
RENCANA PEMBELAJARAN RUANG LINGKUP MADRASAH
Perencanaan
pembelajaran pada Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) MI Ma’arif NU 2
Pengadegan untuk Fase A (kelas 1) dan Fase B (kelas 4) Tahun Pelajaran
2023/2024 dimulai dengan memahami Alur Pembelajaran.
Dalam
alur pembelajaran di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan mengacu pada kurikulum merdeka,
yaitu memperhatikan beberapa hal-hal sebagaimana berikut:
a. Memahami Capaian Pembelajaran (CP).
b. Merumuskan dan menentukan Tujuan Pembelajaran
(TP).
c. Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).
d. Merancang Modul Ajar (MA).
Untuk
memudahkan bapak dan ibu guru MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dalam memahami Capaian
Pembelajaran (CP), merumuskan dan menentukan Tujuan Pembelajaran (TP), menyusun
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan merancang Modul Ajar (MA), Tim Penyusun KOM
Kurikulum Merdeka menjabarkan sebagaimana berikut:
1. Capaian Pembelajaran
Capaian
Pembelajaran (CP) adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa di
akhir fase. Sementara ini pada Tahun Pelajaran 2023/2024, Capaian Pembelajaran
(CP) yang akan dilaksanakan oleh MI Ma’arif NU 2 Pengadegan terbagi menjadi 2
(dua) fase, yaitu: Fase A (kelas 1) dan Fase B (kelas 4).
MI Ma’arif NU
2 Pengadegan hanya mengembangkan kedua fase tersebut. Sementara untuk Fase A
(kelas 2), Fase B (kelas 3), Fase C (kelas 5 dan 6) akan dikembangkan pada
Tahun Pelajaran 2024/2025. Acuan Capaian Pembelajaran (CP) untuk mata pelajaran
umum ditetapkan oleh pemerintah sebagaimana dituangkan dalam Keputusan Kepala
BSKAP Kemendikbudristek Nomor 033/H/KR/2022, dan acuan untu mata pelajaran PAI
dan Bahasa Arab mengacu pada Surat Keputusan Dirjen Pendis No. 3211 Tahun 2022,
sehingga CP untuk Fase A (kelas 1 dan 2) dan Fase B (kela 4 dan kelas 4) di MI
Ma’arif NU 2 Pengadegan sebagaimana berikut:
|
1.1. |
Capaian Pembelajaran Al-Qur'an Hadist |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Fase
A (Kelas I dan kelas 2) Madrasah Ibtidaiyah |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Ilmu Tajwid |
Peserta
didik mampu mengenal huruf hijaiyah secara terpisah dan bersambung beserta
tanda bacanya, bacaan Ghunnah, Al Qamariyah, dan Al Syamsiyah, sehingga mampu
melafalkan dan mempraktikkan hukum bacaan dengan baik dan benar. sebagai
prasyarat membaca Al-Qur’an secara fasih untuk menjalankan kewajiban
menghayati dan mengamalkannya dalam konteks beragama, berbangsa, dan
bernegara. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Al-Qur’an |
Peserta
didik mampu melafalkan, menghafal, dan memahami ayat-ayat serta arti
surah-surah pendek/pilihan, dan membiasakan diri melaksanakan tilawah,
tadabbur dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Hadis |
Peserta
didik mampu melafalkan, menghafalkan, memahami hadis tentang kebersihan dan
keutamaan belajar agar memiliki pola perilaku hidup bersih dan semangat
belajar sepanjang hayat, hormat kepada orang tua sebagai upaya mendasari pola
hidup yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw. dalam konteks beragama,
berbangsa, dan bernegara. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
Fase
B (Kelas 3 dan kelas 4) Madrasah Ibtidaiyah |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Ilmu Tajwid |
Peserta
didik mampu menerapkan hukum bacaan Qalqalah, Mad Thabi’i, Idhhar, Ikhfa’,
Idgham Bighunnah, Idgham Bilaghunnah, dan Iqlab agar terbiasa membaca
Al-Qur'an dengan baik dan benar sebagai prasyarat membaca Al-Quran secara
fasih untuk menjalankan kewajiban, menghayati dan mengamalkannya dalam kontek
beragama, berbangsa, dan bernegara. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Al-Qur’an |
Peserta
didik mampu melafalkan, menghafal, memahami, mengomunikasikan arti dan isi
kandungan surah-surah pendek/pilihan secara tekstual dan kontekstual agar
dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sebagai upaya menghayati
dan mengamalkan Al-Quran dalam konteks beragama, berbangsa, dan bernegara. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Hadis |
Peserta
didik mampu melafalkan, menghafal, memahami dan mendemonstrasikan arti dan
isi kandungan hadis tentang salat berjamaah, persaudaraan, takwa, niat, dan
silaturrahmi sebagai upaya mendasari pola hidup yang sesuai dengan tuntunan
Rasulullah Saw. Dalam konteks beragama, berbangsa, dan bernegara. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Sumber
: Lampiran SK Dirjen Pendis No. 3211 Tahun 2022, hal. 10-12 |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
1.2. |
Capaian Pembelajaran Akidah Akhlak |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Fase
A (Kelas I dan kelas 2) Madrasah Ibtidaiyah |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Akidah |
Peserta
didik mampu mengenal dan mengimani Allah Swt. melalui dua kalimat syahadat,
enam rukun iman, sifat wajib Allah Swt., dan al-Asma’ al Husna (ar-Rahmnn,
ar-Rahiin, aI-Hafizh, aI-WaIiy, aI- ’Alimm,dan al-Khabir} sebagai
landasan dan motivasi beraktivitas agar bernilai ibadah dan berdimensi
ukhrawi. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Akhlak |
Peserta
didik terbiasa mengucapkan kalimah tayibah basmalah, hamdalah dan ta’awudz.
Menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Membiasakan jujur, berterimakasih dan
rendah hati. Mampu menghindari akhlak tercela egois, berkata kasar dan
berbohong dalam kehidupan sehari-hari sehingga terwujud interaksi yang
harmonis dalam konteks bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Adab |
Peserta
didik membiasakan adab hormat kepada orang tua, guru, menghagai teman, mandi,
berpakaian, bersin, menguap, belajar, makan, minum, gemar membaca dan rajin
dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya mewujudkan perwajahan Islam yang
damai dan sejuk. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Kisah Keteladanan |
Peserta
didik mampu menceritakan dan meneladani kisah Nabi Muhammad Saw., Nabi Nuh a.
s, dan Nabi Musa a.s. dalam kehidupan sehari- hari, sebagai inspirasi dalam
menghadapi tantarigan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang agar
bahagia dunla akhirat. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
Fase
B (Kelas 3 dan kelas 4) Madrasah Ibtidaiyah |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Akidah |
Peserta
didik mampu memahami sifat- sifat Allah, makna asma al-husna (ar- Razzaq
al-wahab, al-Kabir, al- ’Adhim, al-Malik, aI-Aziz, al-Quddus, as- Salam dan
aI-Mu’min dan asma’ aI-husna yang lainnya), mengenal kitab-kitab Allah
Swt., nabi dan rasul-Nya, sebagai landasan dan motivasi beraktivitas agar
bernilai ibadah dan berdimensi ukhrawi. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Akhlak |
Peserta
didik terbiasa mengucapkan kalimah tayyibah subhanallah, Allahu Akbar,
masya Allah, mempraktikkan sikap bersyukur, pantang menyerah, pemberani,
tolong-menolong, amanah, dan mampu menghindari sikap nifak, kikir dan kufur
nikmat sehingga terbentuk pribadi tangguh dan toleran dalam kehidupan
sehari-hari. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Adab |
Peserta
didik membiasakan adab kepada kedua orang tua, guru, dan teman dalam
kehidupan sehari-hari sebagai upaya mewujudkan hubungan sosial yang harmonis
dalam kebinekaan berbangsa dan bernegara. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Kisah Keteladanan |
Peserta
didik mampu meneladani perilaku positif melalui kisah Nabi Ismail a.s dan
persahabatan Nabi Muhammad Saw. dengan Abu Bakar ash-Shiddiq dalam kehidupan
sehari-hari, sebagai inspirasi dalam menghadapi tantangan kehidupan masa kini
dan masa yang akan datang agar bahagia dunia akhirat. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Sumber
: Lampiran SK Dirjen Pendis No. 3211 Tahun 2022, hal. 43-45 |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
1.3. |
Capaian Pembelajaran Fikih |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Fase
A (Kelas I dan kelas 2) Madrasah Ibtidaiyah |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Fikih Ibadah |
Mengenal
rukun Islam, melafalkan kalimah syahadatain, terbiasa melakukan tata cara
bersuci, azan, iqamah, shalat fardhu, shalat berjamaah, zikir dan doa sesudah
shalat sebagai prasyarat untuk menjalankan agama secara mendasar dengan baik
dan benar, sehingga ibadahnya dapat mempengaruhi cara berfikir, bersikap dan
bertindak dalam kehidupan sehari-hari. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
Fase
B (Kelas 3 dan kelas 4) Madrasah Ibtidaiyah |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Fikih Ibadah |
Peserta
didik membiasakan puasa, shalat Jum’at dan berbagai shalat sunnah (tarawih,
witir, rawatib, tahajud, dhuha dan ‘idain), rukhshah pada shalat meliputi
jama’, qashar, kondisi sakit, sehingga kewajiban ibadah dijalankan secara
istiqamah dalam kondisi apapun dan dimanapun. Peserta didik menganalisis
tanda tanda baligh, cara bersuci dari hadats besar (haid dan ihtilam) sebagai
prasyarat menjalankan ibadah dengan baik dan benar sesuai syarat dan rukunnya
dalam konteks kehidupan sehari hari. Dengan ini peserta didik juga terbiasa
menjalankan pola hidup bersih, sehat dan kuat. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Sumber
: Lampiran SK Dirjen Pendis No. 3211 Tahun 2022, hal. 65 |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
1.4. |
Capaian Pembelajaran SKI |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Fase
B (Kelas 3 dan kelas 4) Madrasah Ibtidaiyah |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Periode Rasulullah saw. |
Peserta
didik mampu memahami kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam sebagai
inspirasi dalam menjalankan sikap kasih sayang, kerja keras, dan
tanggungjawab dalam kehidupan sehari-hari. Memahami kehidupan dan kepribadian
Rasulullah saw. sebagai rahmat bagi seluruh alam dan menjadikannya inspirasi
dalam menjalankan sikap santun dan peduli di kehidupan masa kini. Memahami
peristiwa kerasulan Rasulullah saw., ketabahan Rasulullah saw. dan para
sahabat dalam berdakwah, peristiwa hijrah Rasulullah saw, dan menganalisis
latar belakang peristiwa Isra Mikraj Rasulullah saw. sebagai inspirasi dalam
menjalankan sikap gigih menghadapi tantangan era digital. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Sumber
: Lampiran SK Dirjen Pendis No. 3211 Tahun 2022, hal. 85. |
|
|
|||||||||||||||||
|
1.5. |
Capaian Pembelajaran Bahasa Arab |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Fase
A (Kelas I dan kelas 2) Madrasah Ibtidaiyah |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menyimak |
Peserta
didik mampu mendengarkan komponen bahasa seperti fonem, kata, intonasi,
penanda wacana tentang topik perkenalan, keluargaku, hobiku, rumahku,
nama-nama buah, warna, peralatan sekolah, seragam, alat transportasi, alat
rumah tangga, dan pemandangan alam dengan pola kalimat: |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
هذا، هذه، ذلك، تلك، ماهذا؟،
ماهذه؟، ماذلك، ما تلك، من هذا؟، من هذه؟، من ذلك؟، من تلك ؟ |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
untuk
membedakan komponen bahasa dari teks yangdidengar. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Berbicara |
Peserta
didik mampu meniru kata, frasa, kalimat tentang topik perkenalan, keluargaku,
hobiku, rumahku, nama-nama buah, warna, personil madrasah, peralatan sekolah,
seragam, alat transportasi, alat rumah tangga, dan pemandangan alam dengan
pola kalimat: |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
هذا، هذه، ذلك، تلك، ماهذا؟،
ماهذه؟، ماذلك، ما تلك، من هذا؟، من هذه؟، من ذلك؟، من تلك ؟ |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
untuk
mengemukakan kata, frase dan kalimat. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Membaca-Memirsa |
Peserta
didik mampu membaca huruf dan memahami kata, tanda baca dalam teks tertulis
atau teks visual tentang topik perkenalan, keluargaku, hobiku, rumahku,
nama-nama buah, warna, personil madrasah, peralatan sekolah, seragam, alat
transportasi, alat rumah tangga, dan pemandangan alam dengan pola kalimat: |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
هذا، هذه، ذلك، تلك، ماهذا؟،
ماهذه؟، ماذلك، ما تلك، من هذا؟، من هذه؟، من ذلك؟، من تلك ؟ |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
untuk
memahami kata dalam teks tertulis. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menulis-
Mempresentasikan |
Peserta
didik mampu meniru dan memaparkan huruf, kata, tanda baca, dan kalimat yang
sangat sederhana tentang topik perkenalan, keluargaku, hobiku, rumahku,
nama-nama buah, warna, personil madrasah, peralatan sekolah, seragam, alat
transportasi, alat rumah tangga, dan pemandangan alam dengan pola kalimat: |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
هذا، هذه، ذلك، تلك، ماهذا؟،
ماهذه؟، ماذلك، ما تلك، من هذا؟، من هذه؟، من ذلك؟، من تلك ؟ |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
untuk
mengungkapkan gagasan yang sangat sederhana secara tulis dan lisan. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
Fase
B (Kelas 3 dan kelas 4) Madrasah Ibtidaiyah |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menyimak |
Peserta
didik mampu memahami kosa kata, perintah, sapaan, pertanyaan tentang materi
pelajaran, nama-nama binatang, penyakit, olahraga, teman- temanku, taman,
alamat, profesi, cita- citaku, anggota keluarga, di rumah, dan cinta
Indonesia dengan pola kalimat: |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
الأرقام ١ – ٣٠ ، الضمير المنفصل، الضمير المتصل ، الاسم المفرد، |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
untuk
merespon teks yang didengar. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Berbicara |
Peserta
didik mampu menggunakan bahasa Arab sesuai dengan gramatikal, frasa,
leksikal, atau fonologis tentang materi pelajaran, nama-nama binatang,
penyakit, olahraga, teman-temanku, taman, alamat, profesi, cita-citaku,
anggota keluarga, di rumah, dan cinta Indonesia dengan pola kalimat: |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
الأرقام ١ – ٣٠ ، الضمير المنفصل، الضمير المتصل ، الاسم المفرد، |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
sebagai
alat komunikasi global. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Membaca-Memirsa |
Peserta
didik mampu membaca dan memahami wacana yang sangat sederhana berupa teks
tertulis atau teks visual tentang materi pelajaran, nama- nama binatang,
penyakit, olahraga, teman-temanku, taman, alamat, profesi, cita-citaku,
anggota keluarga, di rumah, dan cinta Indonesia dengan pola kalimat: |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
الأرقام ١ – ٣٠ ، الضمير المنفصل، الضمير المتصل ، الاسم المفرد، |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
untuk
memahami informasi tersurat dari wacana sangat sederhana. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menulis-
Mempresentasikan |
Peserta
didik mampu menghasilkan dan memaparkan kosakata yang sesuai tata bahasa dan
konteks dengan topik materi pelajaran,nama-nama binatang, penyakit, olahraga,
teman-temanku, taman, alamat, profesi, cita-citaku, anggota keluarga, di
rumah, dan cinta Indonesia dengan pola kalimat: |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
الأرقام ١ – ٣٠ ، الضمير المنفصل، الضمير المتصل ، الاسم المفرد، |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
untuk
mengungkapkan gagasan secara tulis dan lisan. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Sumber
: Lampiran SK Dirjen Pendis No. 3211 Tahun 2022, hal. 97-100 |
|
|
|||||||||||||||||
|
1.5. |
Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Fase
A (Kelas I dan kelas 2 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Pancasila |
Peserta
didik mampu mengenal dan menceritakan simbol dan sila-sila Pancasila dalam
lambang negara Garuda Pancasila. Peserta didik mampu mengidentifikasi dan
menjelaskan hubungan antara simbol dan sila dalam lambang negara Garuda
Pancasila. Peserta didik mampu menerapkan nilainilai Pancasila di lingkungan
keluarga dan sekolah. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 |
Peserta
didik mampu mengenal aturan di lingkungan keluarga dan sekolah. Peserta didik
mampu menceritakan contoh sikap mematuhi dan tidak mematuhi aturan di
keluarga dan sekolah. Peserta didik mampu menunjukkan perilaku mematuhi
aturan di keluarga dan sekolah. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Bhinneka Tunggal Ika |
Peserta
didik mampu menyebutkan identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin,
ciri-ciri fisik, dan hobinya. Peserta didik mampu menyebutkan identitas diri
(fisik dan non fisik) keluarga dan teman-temannya di lingkungan rumah dan di
sekolah. Peserta didik mampu menceritakan dan menghargai perbedaan baik fisik
(contoh : warna kulit, jenis rambut, dll) maupun nonfisik (contoh : miskin,
kaya, dll) keluarga dan teman-temannya di lingkungan rumah dan sekolah. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Negara Kesatuan
Republik Indonesia |
Peserta
didik mampu mengidentifikasi dan menceritakan bentuk kerja sama dalam
keberagaman di lingkungan keluarga dan sekolah. Peserta didik mampu mengenal
ciri-ciri fisik lingkungan keluarga dan sekolah, sebagai bagian tidak
terpisahkan dari wilayah NKRI. Peserta didik mampu menyebutkan contoh sikap
dan perilaku menjaga lingkungan sekitar serta mempraktikkannya di lingkungan
keluarga dan sekolah. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
Fase
B (Kelas 3 dan kelas 4 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Pancasila |
Peserta
didik mampu memahami dan menjelaskan makna sila-sila Pancasila serta
menceritakan contoh penerapan sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta didik. Peserta didik mampu
menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 |
Peserta
didik mampu mengidentifikasi aturan di keluarga, sekolah, dan lingkungan
sekitar tempat tinggal serta melaksanakannya dengan bimbingan orang tua dan
guru. Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyajikan hasil identifikasi
hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan sebagai warga sekolah. Peserta
didik melaksanakan kewajiban dan hak sebagai anggota keluarga dan sebagai
warga sekolah. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Bhinneka Tunggal Ika |
Peserta
didik mampu menjelaskan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai
budaya, minat, dan perilakunya. Peserta didik mampu mengenali dan menyebutkan
identitas diri (fisik dan non-fisik) orang di lingkungan sekitarnya. Peserta
didik mampu menghargai perbedaan karakteristik baik fisik (contoh : warna
kulit, jenis rambut, dll) maupun non fisik (contoh : miskin, kaya, dll) orang
di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu menghargai kebinekaan suku bangsa,
sosial budaya, dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Negara Kesatuan
Republik Indonesia |
Peserta
didik mampu mengidentifikasi dan menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku
bangsa, sosial budaya di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami
lingkungan sekitar (RT/RW/desa/kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian tidak
terpisahkan dari wilayah NKRI. Peserta didik mampu menampilkan sikap kerja
sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di
Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Sumber : Lampiran SK Keputusan
Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 033/H/KR/2022, hal. 101-103 |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
1.7. |
Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Fase
A (Kelas I dan kelas 2 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menyimak |
Peserta
didik mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik
menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami pesan lisan
dan informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau
didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan dengan tujuan
berkomunikasi. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Membaca dan Memirsa |
Peserta
didik mampu bersikap menjadi pembaca dan pemirsa yang menunjukkan minat
terhadap teks yang dibaca atau dipirsa. Peserta didik mampu membaca kata-kata
yang dikenalinya sehari-hari dengan fasih. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
Peserta
didik mampu memahami informasi dari bacaan dan tayangan yang dipirsa tentang
diri dan lingkungan, narasi imajinatif, dan puisi anak. Peserta didik mampu
memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa
dengan bantuan ilustrasi. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Berbicara dan Mempresentasikan |
Peserta
didik mampu berbicara dengan santun tentang beragam topik yang dikenali
menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Peserta didik
mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi
komentar orang lain (teman, guru, dan orang dewasa) dengan baik dan santun
dalam suatu percakapan. Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan secara
lisan dengan atau tanpa bantuan gambar/ilustrasi. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
Peserta
didik mampu menceritakan kembali suatu isi informasi yang dibaca atau
didengar; dan menceritakan kembali teks narasi yang dibacakan atau dibaca
dengan topik diri dan lingkungan. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menulis |
Peserta
didik mampu menunjukkan keterampilan menulis permulaan dengan benar (cara
memegang alat tulis, jarak mata dengan buku, menebalkan garis/huruf, dll.) di
atas kertas dan/atau melalui media digital. Peserta didik mengembangkan
tulisan tangan yang semakin baik. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
Peserta
didik mampu menulis teks deskripsi dengan beberapa kalimat sederhana, menulis
teks rekon tentang pengalaman diri, menulis kembali narasi berdasarkan teks
fiksi yang dibaca atau didengar, menulis teks prosedur tentang kehidupan
sehari-hari, dan menulis teks eksposisi tentang kehidupan seharihari. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
Fase
B (Kelas 3 dan kelas 4 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menyimak |
Peserta
didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari
media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan
instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi. Peserta didik
mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Membaca dan Memirsa |
Peserta
didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari, teks
narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik
mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telah
dikenalinya dengan fasih. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
Peserta
didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informatif.
Peserta didik mampu menjelaskan hal-hal yang dihadapi oleh tokoh cerita pada
teks narasi. Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca
atau tayangan yang dipirsa sesuai dengan topik. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Berbicara dan Mempresentasikan |
Peserta
didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang santun,
menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Peserta didik
mengajukan dan menanggapi pertanyaan, jawaban, pernyataan, penjelasan dalam
suatu percakapan dan diskusi dengan aktif. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
Peserta
didik mampu mengungkapkan gagasan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan
mematuhi tata caranya. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu
informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi dengan topik yang
beraneka ragam. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menulis |
Peserta
didik mampu menulis teks narasi, teks deskripsi, teks rekon, teks prosedur,
dan teks eksposisi dengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang
rinci dan akurat dengan topik yang beragam. Peserta didik terampil menulis
tegak bersambung. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Sumber : Lampiran SK Keputusan
Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 033/H/KR/2022, hal. 116 - 118. |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
1.8. |
Capaian Pembelajaran Matematika |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Fase
A (Kelas I dan kelas 2 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Bilangan |
Pada
akhir fase A, peserta didik menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi
bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, mereka dapat membaca,
menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan
komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
Peserta
didik menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui
konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak, pecahan yang
diperkenalkan adalah setengah dan seperempat. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Aljabar |
Pada
akhir Fase A, peserta didik dapat menunjukan pemahaman makna simbol
matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan
penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar.
Contoh: |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
Peserta
didik dapat mengenali, meniru, dan melanjutkan pola bukan bilangan (misalnya,
gambar, warna, suara). |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Pengukuran |
Pada
akhir Fase A, peserta didik dapat membandingkan panjang dan berat benda
secara langsung, dan membandingkan durasi waktu. Mereka dapat mengukur dan
mengestimasi panjang benda menggunakan satuan tidak baku. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Geometri |
Pada
akhir Fase A, peserta didik dapat mengenal berbagai bangun datar (segitiga,
segiempat, segibanyak, lingkaran) dan bangun ruang (balok, kubus, kerucut,
dan bola). Mereka dapat menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) suatu
bangun datar (segitiga, segiempat, dan segibanyak). Peserta didik juga dapat
menentukan posisi benda terhadap benda lain (kanan, kiri, depan belakang). |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Analisis Data dan
Peluang |
Pada
akhir fase A, peserta didik dapat mengurutkan, menyortir, mengelompokkan,
membandingkan, dan menyajikan data dari banyak benda dengan menggunakan turus
dan piktogram paling banyak 4 kategori. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
Fase
B (Kelas 3 dan kelas 4 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Bilangan |
Pada
akhir fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan
(number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat membaca,
menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan
nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka
juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang menggunakan ribuan
sebagai satuan.peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan
pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi
perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda
konkret, gambar dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan
masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
Peserta
didik dapat membandingkan dan mengurutkan antar-pecahan dengan pembilang satu
(misalnya, 1/2,1/3,1/4) dan antar-pecahan dengan penyebut yang sama
(misalnya, 2/8,4/8,7/8). Mereka dapat mengenali pecahan senilai menggunakan
gambar dan simbol matematika. Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi
bilangan (number sense) pada bilangan desimal. Mereka dapat menyatakan
pecahan desimal persepuluhan dan perseratusan, serta menghubungkan pecahan
desimal perseratusan dengan konsep persen. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Aljabar |
Pada
akhir Fase B, peserta didik dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam
sebuah kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan
pada bilangan cacah sampai 100 (contoh: 10 + … = 19, 19 - … = 10) |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Pengukuran |
Pada
akhir Fase B, peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda
menggunakan satuan baku. Mereka dapat menentukan hubungan antar-satuan baku
panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur dan mengestimasi luas dan volume
menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Geometri |
Pada
akhir Fase B, peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun
datar (segiempat, segitiga, segibanyak). Mereka dapat menyusun (komposisi)
dan mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara
jika memungkinkan. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Analisis Data dan
Peluang |
Pada
akhir fase B, peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan,
menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar,
piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan). |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Sumber : Lampiran SK Keputusan
Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 033/H/KR/2022, hal. 137 -140. |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
1.9. |
Capaian Pembelajaran IPAS |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Fase
B (Kelas 3 dan kelas 4 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Pemahaman IPAS (sains
dan sosial) |
Peserta
didik menganalisis hubungan antara bentuk serta fungsi bagian tubuh pada
manusia (pancaindra). Peserta didik dapat membuat simulasi menggunakan
bagan/alat bantu sederhana tentang siklus hidup makhluk hidup. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
Peserta
didik dapat mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber
daya alam di lingkungan sekitarnya dan kaitannya dengan upaya pelestarian
makhluk hidup. |
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
Peserta
didik mengidentifikasi proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi
dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengidentifikasi sumber dan bentuk
energi serta menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan
sehari-hari (contoh: energi kalor, listrik, bunyi, cahaya). Peserta didik
memanfaatkan gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, mendemonstrasikan
berbagai jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak dan bentuk benda.
Peserta didik mendeskripsikan terjadinya siklus air dan kaitannya dengan
upaya menjaga ketersediaan air. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
Di
akhir fase ini, peserta didik menjelaskan tugas, peran, dan tanggung jawab
sebagai warga sekolah serta mendeskripsikan bagaimana interaksi sosial yang
terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah. Peserta didik mengidentifikasi
ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
Peserta
didik mampu menunjukkan letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya
pada peta konvensional/digital. Peserta didik mendeskripsikan keanekaragaman
hayati, keragaman budaya, kearifan lokal dan upaya pelestariannya. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
Peserta
didik mengenal keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah (baik tokoh maupun
periodisasinya) di provinsi tempat tinggalnya serta menghubungkan dengan
konteks kehidupan saat ini. Peserta didik mampu membedakan antara kebutuhan
dan keinginan, mengenal nilai mata uang dan mendemonstrasikan bagaimana uang
digunakan untuk mendapatkan nilai manfaat/ memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Keterampilan proses |
1. |
Mengamati |
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
Di
akhir fase ini, peserta didik mengamati fenomena dan peristiwa secara
sederhana dengan menggunakan pancaindra dan dapat mencatat hasil
pengamatannya |
|
|
||||||||||||||||
|
|
2. |
Mempertanyakan
dan memprediksi |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
Dengan
menggunakan panduan, peserta didik mengidentifikasi pertanyaan yang dapat
diselidiki secara ilmiah dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang
dimiliki sebelumnya. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
3. |
Merencanakan
dan melakukan penyelidikan |
|
|
||||||||||||||
|
|
|
|
|
Dengan
panduan, peserta didik membuat rencana dan melakukan langkah-langkah
operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Menggunakan alat dan
bahan yang sesuai dengan mengutamakan keselamatan. Peserta didik menggunakan
alat bantu pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat. |
|
|
||||||||||||||
|
|
|
|
4. |
Memproses,
menganalisis data dan informasi |
|
|
||||||||||||||
|
|
|
|
|
Mengorganisasikan
data dalam bentuk tabel dan grafik sederhana untuk menyajikan data dan
mengidentifikasi pola. Peserta didik membandingkan antara hasil pengamatan
dengan prediksi dan memberikan alasan yang bersifat ilmiah. |
|
|
||||||||||||||
|
|
|
|
5. |
Mengevaluasi
dan refleksi |
|
|
||||||||||||||
|
|
|
|
|
Mengevaluasi
kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan
dan kekurangan proses penyelidikan. |
|
|
||||||||||||||
|
|
|
|
6. |
Mengomunikasikan
hasil |
|
|
||||||||||||||
|
|
|
|
|
Mengomunikasikan
hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai format. |
|
|
||||||||||||||
|
|
Sumber : Lampiran SK Keputusan
Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 033/H/KR/2022, hal. 183 -184. |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
1.10. |
Capaian Pembelajaran PJOK |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Fase
A (Kelas I dan kelas 2 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Elemen Keterampilan
Gerak |
Pada
akhir fase A peserta didik menunjukkan kemampuan dalam menirukan aktivitas
pola gerak dasar, aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, dan aktivitas
permainan dan olahraga air (kondisional). |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Elemen Pengetahuan |
Pada
akhir fase A peserta didik memahami prosedur dalam melakukan pola gerak
dasar, aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, dan aktivitas permainan dan
olahraga air (kondisional). |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Elemen Pemanfaatan |
Pada
akhir fase A peserta didik memahami prosedur dan mampu mempraktikkan latihan
pengembangan kebugaran jasmani terkait kesehatan. Peserta didik juga memahami
prosedur dan mampu mempraktikkan pola perilaku hidup sehat berupa mengenali
nama dan fungsi anggota tubuh, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Elemen Pengembangan
Karakter dan Internalisasi Nilai-nilai Gerak |
Pada
akhir fase A peserta didik menunjukkan perilaku bertanggung jawab dalam
menyimak arahan dan umpan balik yang diberikan guru, mulai dapat menghormati
orang lain, serta menerima ragam keriangan yang didapat melalui aktivitas
jasmani. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
Fase
B (Kelas 3 dan kelas 4 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Elemen Keterampilan
Gerak |
Pada
akhir fase B peserta didik menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan variasi
dan kombinasi aktivitas pola gerak dasar dan keterampilan gerak secara
mandiri (tanpa meniru contoh) berupa permainan dan olahraga, aktivitas senam,
aktivitas gerak berirama, dan aktivitas permainan dan olahraga air
(kondisional). |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Elemen Pengetahuan |
Pada
akhir fase B peserta didik menerapkan prosedur variasi dan kombinasi pola
gerak dasar dan keterampilan gerak berupa permainan dan olahraga, aktivitas
senam, aktivitas gerak berirama, dan aktivitas permainan dan olahraga air
(kondisional). |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Elemen Pemanfaatan |
Pada
akhir fase B peserta didik dapat menerapkan prosedur dan mempraktikkan
latihan pengembangan kebugaran jasmani sesuai ukuran dan intensitas aktivitas
jasmani (ringan hingga sedang), menunjukkan kemampuan dalam menerapkan pola
perilaku hidup sehat berupa perlunya aktivitas jasmani, istirahat, pengisian
waktu luang, serta memilih makanan bergizi dan seimbang. Peserta didik juga
dapat menunjukkan kemampuan dalam menerapkan prosedur pemeliharaan kebersihan
dan kesehatan alat reproduksi, serta kesehatan diri dan orang lain dari
penyakit menular dan tidak menular. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Elemen Pengembangan
Karakter dan Internalisasi Nilai-nilai Gerak |
Pada
akhir fase B peserta didik dapat menunjukkan perilaku bertanggung jawab untuk
belajar mengarahkan diri dalam proses pembelajaran, menerima dan
mengimplementasikan arahan dan umpan balik yang diberikan guru, serta
mendukung adanya keriangan di dalam aktivitas jasmani. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Sumber : Lampiran SK Keputusan
Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 033/H/KR/2022, hal. 199 - 201. |
|
|
|||||||||||||||||
|
1.11. |
Capaian Pembelajaran Seni dan Budaya Prakarya |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Seni
Musik Fase A (Kelas I dan kelas 2 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Mengalami |
Pada
akhir fase ini, peserta didik mampu mengimitasi bunyi musik sederhana dengan
mengenal unsur-unsur bunyi musik baik intrinsik maupun ekstrinsik. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Merefleksikan |
Pada
akhir fase ini, peserta didik mampu mengenali diri sendiri, sesama, dan
lingkungan yang beragam (berkebhinekaan), serta mampu memberi kesan atas
praktik bermusik lewat bernyanyi atau bermain alat/media musik baik sendiri
maupun bersama-sama dalam bentuk sederhana. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Berpikir dan Bekerja |
Pada
akhir fase ini, peserta didik mampu menyimak, mengenali, dan mengimitasi
bunyimusik dan menerapkan kebiasaan bermusik yang baik dan rutin dalam
berpraktik musik sederhana sejak dari persiapan, saat bermusik, maupun usai
berpraktik musik, serta memilih secara aktif dan memainkan karya musik
sederhana secara artistik, yang mengandung nilai-nilai positif dan membangun. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menciptakan |
Pada
akhir fase ini, peserta didik mampu mengembangkan imitasi bunyi-musik menjadi
pola baru yang sederhana dengan mengenal unsur-unsur bunyi musik baik
intrinsik maupun ekstrinsik. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Berdampak
(Impacting) |
Pada
akhir fase ini, peserta didik mampu menjalani kebiasaan bermusik yang baik
dan rutin dalam berpraktik musik dan aktif dalam kegiatan-kegiatan bermusik
lewat bernyanyi dan memainkan media bunyi-musik sederhana serta mendapatkan
pengalaman dan kesan baik bagi diri sendiri, sesama, dan lingkunga |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
Fase
B (Kelas 3 dan kelas 4 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Mengalami |
Pada
akhir fase ini, peserta didik mampu mengimitasi dan menata bunyi musik
sederhana dengan menunjukkan kepekaan akan unsur-unsur bunyi musik baik
intrinsik maupun ekstrinsik. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Merefleksikan |
Pada
akhir fase ini, peserta didik mampu mengenali diri sendiri, sesama, dan
lingkungan yang beragam (berkebhinekaan), serta mampu memberi kesan atas
praktik bermusik lewat bernyanyi atau bermain alat/media musik baik sendiri
maupun bersama-sama dalam beragam bentuk: lisan, tulisan/gambar, atau
referensi lainnya. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Berpikir dan
BekerjaSecara Artistik(Thinking and Working Artistically) |
Pada
akhir fase ini, peserta didik mampu menyimak, mendokumentasikan secara
sederhana, dan menjalani kebiasaan bermusik yang baik dan rutin dalam
berpraktik musik sejak dari persiapan, saat bermusik, maupun usai berpraktik
musik, serta memilih secara aktif dan memainkan karya musik sederhana secara
artistik, yang mengandung nilai-nilai positif dan membangun. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menciptakan |
Pada
akhir fase ini, peserta didik mampu mengembangkan, mengimitasi, dan menata
bunyi musik sederhana menjadi pola baru dengan mempertimbangkan unsur-unsur
bunyi-musik intrinsik maupun ekstrinsik. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Berdampak
(Impacting) |
Pada
akhir fase ini, peserta didik mampu menjalani, mendokumentasikan kebiasaan
bermusik yang baik dan rutin dalam berpraktik musik dan aktif dalam
kegiatan-kegiatan bermusik lewat bernyanyi dan memainkan media bunyi musik
sederhana serta mendapatkan pengalaman dan kesan baik bagi diri sendiri,
sesama, dan lingkungan. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Sumber : Lampiran SK Keputusan
Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 033/H/KR/2022, hal. 289 -291. |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
1.12. |
Capaian Pembelajaran Bahasa Ingris |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Fase
A (Kelas I dan kelas 2 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menyimak – Berbicara |
Pada
akhir Fase A, peserta didik menggunakan bahasa Inggris sederhana untuk
berinteraksi dalam situasi sosial dan kelas seperti berkenalan, memberikan
informasi diri, mengucapkan salam dan selamat tinggal. Mereka merespon
instruksi sederhana (dengan bantuan visual) melalui gerakan tubuh atau
menjawab pertanyaan pendek sederhana dengan kata, frase atau kalimat
sederhana. Mereka memahami ide pokok dari informasi yang disampaikan secara
lisan dengan bantuan visual dan menggunakan kosakata sederhana. Mereka menggunakan
alat bantu visual untuk membantu mereka berkomunikasi. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Membaca – Memirsa |
Pada
akhir Fase A, peserta didik merespon secara lisan terhadap teks pendek
sederhana dan familiar, berbentuk teks tulis yang dibacakan oleh guru.
Peserta didik menunjukkan pemahaman teks yang dibacakan atau gambar/ilustrasi
yang diperlihatkan padanya, menggunakan komunikasi non-verbal. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menulis –
Mempresentasikan |
Belum
menjadi fokus pembelajaran pada fase ini, karena peserta didik belum diminta
untuk mengungkapkan gagasan secara tertulis (composing/producing). |
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
Fase
B (Kelas 3 dan kelas 4 SD/MI) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menyimak – Berbicara |
Pada
akhir Fase B, peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berinteraksi
dalam lingkup situasi sosial dan kelas yang makin luas, namun masih dapat
diprediksi (rutin) menggunakan kalimat dengan pola yang sesuai dengan konteks
yang dibicarakan. Mereka mengubah/mengganti sebagian elemen kalimat untuk
dapat berpartisipasi dalam rutinitas kelas dan aktivitas belajar, seperti
menyampaikan perasaan, menyampaikan kebutuhan, dan meminta pertolongan.
Mereka memahami ide pokok dari informasi yang disampaikan secara lisan dengan
bantuan visual, serta menggunakan kosakata sederhana. Mereka mengikuti
rangkaian instruksi sederhana yang berkaitan dengan prosedur kelas dan
aktivitas belajar dengan bantuan visual. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Membaca – Memirsa |
Pada
akhir fase B, peserta didik memahami kata-kata yang sering digunakan
sehari-hari dengan bantuan gambar/ilustrasi. Mereka membaca dan memberikan
respon terhadap teks pendek sederhana dan familiar dalam bentuk tulisan atau
digital, termasuk teks visual, multimodal atau interaktif. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Menulis –
Mempresentasikan |
Pada
akhir fase B, peserta didik mengomunikasikan ide dan pengalamannya melalui
gambar dan salinan tulisan. Dengan bantuan guru, mereka menghasilkan teks
deskripsi dan prosedur sederhana menggunakan kata/frasa sederhana dan gambar.
Mereka menulis kosakata sederhana yang berkaitan dengan lingkungan kelas dan
rumah dalam bahasa Inggris menggunakan ejaan yang diciptakan sendiri oleh
anak. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Sumber : Lampiran SK Keputusan
Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 033/H/KR/2022, hal. 156 -158. |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
1.12. |
Mulok (Bahasa Jawa) |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Muatan lokal merupakan kegiatan
kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas
dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat
dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Pengembangan mata pelajaran muatan
nasional sesuai dengan Permendikbud 57 Tahun 2014. Penambahan muatan lokal
Bahasa Jawa, sesuai Permendikbud 79 Tahun 2014 bahwa satuan pendidikan dapat
melaksanakan muatan lokal baik terintegrasi dengan Seni Budaya dan Prakarya
atau dilaksanakan terpisah. |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Di MI ... muatan lokal Bahasa Jawa
dilaksanakan secara terpisah dengan menambahkan 2 jam pelajaran di struktur
kurikulum.s dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya
tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
Tujuan Mulok Bahasa Jawa diuraikan
berikut ini : |
|
|
|||||||||||||||||
|
|
a. |
Mengembangkan
kemampuan dan keterampilan berkomunikasi siswa dengan menggunakan Bahasa
Jawa. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
b. |
Meningkatkan
kepekaan dan penghayatan terhadap karya satra Jawa. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
c. |
Memupuk
tanggungjawab untuk melestarikan hasil kreasi budaya Jawa sebagai salah satu
unsur kebudayaan nasional. |
|
|
||||||||||||||||
|
|
Kompetensi Inti dan Kompotensi Dasar muatan lokal Bahasa Jawa terlampir. |
|
|
|||||||||||||||||
2.
Tujuan
Pembelajaran
Tujuan
Pembelajaran (TP) merupakan deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi yakni
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih
kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan
pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju CP (Capaian
Pembelajaran).
Tujuan
pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari
waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju capaian pembelajaran.
Rumusan
tujuan pembelajaran tidak hanya mencakup tahapan kognitif (mengingat, memahami,
mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta) dan dimensi pengetahuan
(faktual, konseptual, prosedural, metakognitif) tetapi juga mengikutsertakan
perilaku capaian seperti kecakapan hidup (kritis, kreatif, komunikatif, dan
kolaboratif) serta profil pelajar Pancasila (Beriman, berkebinekaan global,
bergotong-royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri) dan profil pelajar
rahmatan lil 'alamin.
3.
Alur
Tujuan Pembelajaran
Alur
Tujuan Pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara
sistematis dan logis di dalam fase pembelajaran.
Alur
menjadi panduan guru dan siswa untuk mencapai capaian pembelajaran di akhir
suatu fase. Tujuan pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan
pembelajaran dari waktu ke waktu.
Secara
umum, Alur Tujuan Pembelajaran mempunyai fungsi sama seperti silabus, yaitu
untuk acuan perencanaan pembelajaran. Alur Tujuan Pembelajaran ini bukan hanya
dijadikan acuan atau panduan guru, tetapi juga siswa dalam mencapai pencapaian
pembelajaran di akhir fase.
Berikut
ini adalah kriteria Alur Tujuan Pembelajaran yang akan dilaksanakan di MI
Ma’arif Nu 2 Pengadegan, sebagaimana berikut:
a. Menggambarkan urutan pengembangan kompetensi yang
harus dicapai oleh siswa.
b. Setiap fase dalam Alur Tujuan Pembelajaran
menggambarkan cakupan serta tahapan pembelajaran yang linear mulai dari awal
fase hingga akhir fase.
c. Alur Tujuan Pembelajaran yang dibuat untuk
seluruh fase menggambarkan cakupan serta tahapan pembelajaran yang di dalamnya
terdapat tahapan perkembangan kompetensi antar fase serta jenjang.
Aspek-aspek yang terdapat dalam
Alur Tujuan Pembelajaran meliputi: kompetensi, konten, serta variasi.
a.
Kompetensi
Kompetensi
merupakan kemampuan yang dimiliki dan bisa didemonstrasikan atau
diaktualisasikan oleh siswa dalam bentuk produk maupun kinerja, baik yang
abstrak ataupun konkret. Kompetensi ini menunjukkan bahwa siswa sudah berhasil
mencapai tujuan pembelajaran. Keberhasilan dalam memiliki kompetensi ini bisa
dilihat setelah siswa mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran di kelas.
Saat
menentukan kompetensi dalam Alur Tujuan Pembelajaran, guru dapat menggunakan
kata kerja operasional yang bisa diamati sesuai dengan taksonomi bloom yang
direvisi. Sebagai contoh, peserta didik mampu memberikan solusi untuk mengatasi
perubahan lingkungan akibat faktor manusia.
b.
Konten
Konten
merupakan isi atau materi ilmu pengetahuan inti maupun konsep utama yang bisa
didapatkan oleh siswa melalui pemahaman selama mengikuti proses pembelajaran di
akhir 1 unit pembelajaran. Guru dapat menentukan ilmu pengetahuan atau konsep
utama apa yang harus dipahami siswa di akhir satu unit pembelajaran. Kemudian,
guru juga dapat merumuskan pertanyaan yang hrus dapat dijawab siswa setelah
mengikuti kegiatan pembelajaran unit tersebut. Contoh konten adalah perubahan
alam yang terjadi di permukaan bumi akibat faktor manusia.
c.
Variasi
Alur Tujuan
Pembelajaran juga perlu memenuhi aspek variasi, yaitu beberapa keterampilan
berpikir siswa yang harus dikuasai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Variasi
keterampilan berpikir ini seperti berpikir kritis, kreatif, dan berpikir
tingkat tinggi, seperti analisis evaluasi, prediksi, menciptakan, dan
lain-lain.
Guru dapat
menentukan variasi keterampilan berpikir siswa yang harus dikuasai. Salah satu
perantinya adalah menggunakan soal-soal HOTS. Sebagai contoh, peserta didik
mampu menganalisis hubungan manusia dengan perubahan alam di permukaan bumi
lalu membuat kesimpulan faktor utamanya. Dalam hal ini berarti siswa dituntut
mempunyai variasi berpikir untuk mengetahui, memahami, mengaplikasikan,
menganalisis, serta membuat kesimpulan materi tersebut.
4. Modul
Ajar
Modul ajar merupakan dokumen
yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran, serta asesmen yang
dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran. Guru
memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih, dan memodifikasi modul
ajar yang tersedia sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan
peserta didik.
MI Ma'arif NU 2 Pengadegan
memberikan kemerdekaan kepada bapak dan ibu guru untuk memilih atau
memodifikasi modul ajar yang sudah disediakan pemerintah untuk menyesuaikan
modul ajar dengan karakteristik peserta didik, atau menyusun sendiri modul ajar
sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Kriteria
Pembuatan Modul Ajar (MA) Kurikulum MerdekaFase A (kelas 1) dan Fase B (kelas
4) di MI Ma'arif NU 2 Pengadegan meliputi:
|
a. |
Esensial |
|
|
Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman belajar
dan lintas disiplin. |
|
b. |
Menarik,
Bermakna dan Menantang |
|
|
Menumbuhkan minat untuk belajar, melibatkan murid, berkaitan dengan
pengalaman atau pengetahuan sebelumnya, serta menyesuaikan capaian
belajarnya. |
|
c. |
Relevan dan
Kontekstual |
|
|
Menyesuaikan konteks diri dan lingkungan murid |
|
d. |
Berkesinambungan |
|
|
Keterkaitan antara alur pembelajaran dengan fase belajar murid. |
Untuk
penyusunan Modul Ajar yang akan digunakan di MI Ma'arif NU 2 Pengadegan dan
diharapkan dapat membantu guru mengajar menggunakan metode terdiferensiasi,
maka penyusunan modul ajar dapat menggunakan kerangka modul ajar yang terdiri
dari tiga bagian utama yang meliputi sebagaimana berikut:
|
Informasi Umum |
Komponen Inti |
Lampiran |
|||
|
1. |
Identitas Modul |
1. |
Tujuan Pembelajaran |
1. |
Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD) |
|
2. |
Kompetensi Awal |
2. |
Pemahaman Bermakna |
2. |
Bahan Bacaan
Guru & Peserta Didik |
|
3. |
Profil Pelajar Pancasila |
3. |
Pertanyaan Pemantik |
3. |
Glosarium |
|
4. |
Sarana Prasarana |
4. |
Kegiatan Pembelajaran |
4. |
Daftar Pustaka |
|
5. |
Target Peserta Didik |
5. |
Asesmen |
|
|
|
6. |
Model Pembelajaran |
6. |
Pengayaan dan Remedial |
|
|
B. PERENCANAAN PEMBELAJARAN RUANG LINGKUP KELAS
Strategi
pembelajaran yang akan diterapkan oleh guru kelas dan guru mata pelajaran di
kelas 1 dan kelas 4 MI Ma’arif NU 2 Pengadegan Tahun Pelajaran 2023/2024 adalah
sebagai berikut:
a.
Koordinasi
Persiapan Pembelajaran
Persiapan
pembelajaran perlu dilakukan oleh guru mata pelajaran, baik yang mata
pelajarannya terintegrasi secara materi maupun yang terintegrasi dalam bentuk
Proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil
'Alamin. Kegiatan ini dilakukan untuk membuat kesepakatan terhadap jalannya
proses pembelajaran, agar berjalan secara efektif dan sesuai dengan Alur Tujuan
Pembelajaran.
b.
Prosedur
Untuk prosedur
pelaksanaan pembelajaran dalam 1 kali pertemuan standarnya adalah terdiri dari
kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Setiap kegiatan memiliki
komponen minimal yang harus dilaksanakan oleh guru namun guru diperbolehkan
untuk menambah variasi agar pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan
menarik selama tetap memperhatikan ketercukupan waktu pertemuan.
Kegiatan
minimal yang harus dilaksanakan pada setiap langkah kegiatan pembelajaran
diantaranya dpat terlihat dalam tabel berikut:
|
No. |
Kegiatan |
Kegiatan Minimal
yang dilakukan |
|
|
1. |
Pembuka |
1. |
Menyiapkan
kondisi fisik dan psikis peserta didik |
|
2. |
Menyampaikan
tujuan pembelajaran |
||
|
3. |
Memberikan
apersepsi |
||
|
2. |
Inti |
1. |
Melaksanakan
pembelajaran sesuai model pembelajaran yang dipilih. |
|
2. |
Melakukan
integrasi ketrampilan literasi, 4C (communication, Collaboration, Critical
Thinking & Creativity) dan HOTS (Hight Order Thinking Skill) dalam
pembelajaran. |
||
|
3. |
Penutup |
1. |
Melakukan
refleksi |
|
2. |
Menyampaikan
rencana tindak lanjut |
||
c. Model
Pembelajaran
Standar model pembelajaran
yang dipergunakan oleh MI Muhammadiyah Larangan dipilih berdasar kebutuhan
untuk memberikan pembelajaran yang bersifat inkuiri dan kontekstual dalam
kegiatan inti pembelajaran yang diberikan pada peserta didik. Standar model pembelajaran di MI Muhammadiyah Larangan
yang rencana akan digunakan dalam kegiatan proses pembelajaran diantaranya :
|
a. |
Problem
Based Learning. |
|
b. |
Project
Based Learning |
|
c. |
Cooperative
Learning |
|
d. |
Discovery
Learning |
d. Media Pembelajaran
Sebagai alat bantu proses pembelajaran, MI Muhammadiyah Larangan
menetapkan standar media pembelajaran yang akan digunakan.
Standar
media pembelajaran yang ditetapkan mengacu pada prinsip mengintegrasikan
teknologi pada pembelajaran dan memberi pengalaman belajar yang kaya pada
peserta didik di masing-masing kelas.
Jenis
standar media pembelajaran MI Muhammadiyah Larangan dibedakan menjadi 2, yaitu
media wajib dan media pilihan. Media wajib adalah media pembelajaran yang harus
dipergunakan dalam setiap pembelajaran dan media pilihan adalah media
pembelajaran yang boleh dipergunakan dalam pembelajaran jika diperlukan. Guru
diperbolehkan menambah media pembelajaran lain jika dirasa perlu dengan tetap
memperhatikan tujuan dan efektifitas pembelajaran.
Standar
media pembelajaran MI Muhammadiyah Larangan baik yang wajib atau yang pilihan
dapat dilihat di tabel berikut:
|
No |
Jenis |
Media Pembelajaran |
|
1 |
Wajib |
Leptop |
|
|
|
Konten Pembelajaran Digital |
|
2 |
Pilihan |
Alat Peraga |
|
|
|
LCD |
|
|
|
Papan Tulis |
|
|
|
Vidio |
|
|
|
Zoom |
|
|
|
Internet |
C. PENILAIAN
PEMBELAJARAN
Pelaksanaan
penilaian atau asesmen pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru kelas maupun
guru mata pelajaran di MI Ma’arif Nu 2 Pengadegan Tahun Pelajaran 2023/2024
terbagi menjadi 3 (tiga) jenis assesmen, antara lain:
a.
Assessmen
Awal
Assessmen awal
dilaksanakan untuk mengetahui informasi kognitif dan non kognitif. Guru
melaksanakan assessment diagnostic kognitif secara lisan dan tulis, baik diawal
tahun pelajaran maupun akhir pekan untuk memetakan kemampuan dasar peserta
didik dalam memahami materi.
Assessmen awal
dilaksanakan untuk mengetahui informasi kognitif dan non kognitif. Guru
melaksanakan assessment awal kognitif secara lisan dan tulis, baik diawal tahun
pelajaran maupun akhir pekan untuk memetakan kemampuan dasar peserta didik
dalam memahami materi. Assessment awal non kognitif digunakan untuk menegathui
informasi terkait dengan gaya belajar, bakat, minat, senin, karakter peserta
didik. Guru melakukan di awal Tahun Pelajaran baru maupun akhir pekan baik
secara lisan maupun tulis.
b.
Asesmen
Formatif
Asesmen
formatif dilaksanakan guru dengan menggunakan berbagai instrument, baik tes
tulis, tes lisan, praktik, proyek, portofolio, penugasan. Hasil kegiatan
tersebut digunakan oleh guru untuk memperbaiki proses pembelajaran. Sedangkan
oleh peserta didik digunakan sebagai bahan refleksi.
c.
Asesmen
Sumatif.
Assessmen
Sumatif dilakukan di akhir tema, bab, unit, lingkup materi. Instrument yang
digunakan adalah tes lisan, tes tulis, praktik, dan proyek. Jenis yang
digunakan adalah penilaian harian (PH) dan penilaian akhir semester (PAS).
Nilai tersebut digunakan untuk pelaporan hasil belajar (raport).
D.
KETUNTASAN HASIL PEMBELAJARAN
Untuk
mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran,
pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan
pembelajaran. Kriteria ini dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen,
yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran, pembelajaran
ataupun modul ajar.
Kriteria
ketercapaian ini juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat
instrumen asesmen, karena belum tentu suatu asesmen sesuai dengan tujuan dan
kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini merupakan penjelasan
(deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/didemonstrasikan
peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.
Kriteria kenaikan
kelas di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah terpenuhinya Kriteria Ketuntasan
Minimal (KKM) yang sudah ditentukan.
|
No |
Komponen |
Kriteria
Ketuntasan Minimum |
|||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
||
|
A. |
Mata Pelajaran |
|
|
|
|
|
|
|
1. |
Pendidikan Agama |
|
|
|
|
|
|
|
|
a. Qur’an Hadits |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
|
b. Akidah Akhlak |
75 |
75 |
75 |
75 |
75 |
75 |
|
|
c. Fikih |
75 |
75 |
75 |
75 |
75 |
75 |
|
|
d. SKI |
- |
- |
60 |
60 |
60 |
60 |
|
2. |
Pendidikan Kewarganegaraan |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
3. |
Bahasa Indonesia |
75 |
75 |
75 |
75 |
75 |
75 |
|
4. |
Bahasa Arab |
- |
- |
60 |
60 |
60 |
60 |
|
5. |
Matematika |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
6. |
Ilmu Pengetahuan Alam |
70 |
75 |
75 |
70 |
75 |
75 |
|
7. |
Ilmu Pengetahuan Sosial |
70 |
70 |
70 |
70 |
||
|
8. |
Seni Budaya dan Keterampilan |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
9. |
Pendidikan Jasmani |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
B. |
Muatan Lokal |
|
|
|
|
|
|
|
|
a. Bahasa Jawa |
65 |
65 |
65 |
65 |
65 |
65 |
|
|
b. BTA |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
|
c. Bahasa Inggris |
60 |
- |
- |
60 |
60 |
60 |
|
|
a. MDNU |
- |
- |
- |
70 |
70 |
70 |
|
10. |
Pengembangan Diri |
|
|
|
|
|
|
|
a. Shalat Dluha dan Dluhur |
B |
B |
B |
B |
B |
B |
|
|
b. Tadarus Al Qur’an dan
Hafalan Surat pendek juz 30 |
B |
B |
B |
B |
B |
B |
|
|
c. Kepramukaan |
B |
B |
B |
B |
B |
B |
|
|
d. UKS |
B |
B |
B |
B |
B |
B |
|
|
e. Seni Baca Al Qur’an |
B |
B |
B |
B |
B |
B |
|
|
f. Seni Rebana |
B |
B |
B |
B |
B |
B |
|
Kriteria
kelulusan MI Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah terpenuhinya kriteria kelulusan
yang telah di tentukan.
E. KALENDER
PENDIDIKAN
Kurikulum
pada satuan pendidikan pada setiap jenis dan
jenjangdiselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan. Kalender
pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik
selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun ajarann, minggu efektif
belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.
Untuk
Tahun ajarann 2023/2024, Pembelajaran dimulai 17 Juli
2023 dan berakhir pada bulan Juni 2024 sesuai SK Dirjen Pendidikan Islam No 27626 Tahun
2023 Tentang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun ajarann 2023/2024.
· Permulaan
Waktu Pelajaran
Permulaan waktu
pelajaran di setiap satuan pendidikan dimulai pada setiap awal tahun ajarann
yaitu tanggal 17 Juli 2023.
·
Pengaturan Waktu Belajar Efektif
a.
Minggu
efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran di luar waktu libur
untuk setiap tahun ajarann pada setiap satuan pendidikan.
b.
Waktu
pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu yang meliputi
jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal
(kurikulum tingkat daerah), ditambah jumlah jam untuk kegiatan lain yang
dianggap penting oleh satuan pendidikan.
· Pengaturan
Waktu Libur
Penetapan
waktu libur dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku tentang hari
libur, baik nasional maupun daerah. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah
semester, jeda antar semester, libur akhir tahun ajarann, hari libur keagamaan,
hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus. Alokasi waktu minggu
efektif belajar, waktu libur, dan kegiatan lainnya tertera pada bagan sebagai
berikut;
|
No |
KEGIATAN |
ALOKASI
WAKTU |
KETERANGAN |
|
1. |
Minggu efektif belajar |
Minimum 18
minggu dan maksimum 20
minggu /semester |
Digunakan untuk kegiatan
pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan |
|
2. |
Jeda tengah semester |
Maksimum 2 minggu |
Satu minggu setiap semester |
|
3. |
Libur akhir tahun ajarann |
Maksimum 2 minggu /semester |
Digunakan untuk
penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun ajarann |
|
4. |
Hari libur keagamaan |
2
minggu |
Daerah khusus yang
memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa
mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu |
|
5. |
Hari libur umum/nasional |
Maksimum 2 minggu |
Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah |
|
6. |
Hari libur khusus |
Maksimum 1 minggu |
Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri
kekhususan masing-masing |
|
7. |
Kegiatan khusus madrasah |
Maksimum 3 minggu |
Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara
khusus oleh madrasah tanpa mengurangi
jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif |
·
Perhitungan
Pekan Efektif Tahun ajarann 2023/2024
|
No |
Bulan |
Jumlah Pekan |
Jml. Pekan
Tidak Efktif |
Jml. Pekan
Efektif |
Jml. Jam
Pelajaran/Minggu |
Jam Efektif |
|
1 |
Juli |
5 |
3 |
2 |
245*) |
490**) |
|
2 |
Agustus |
5 |
0 |
5 |
245*) |
980**) |
|
3 |
September |
4 |
0 |
4 |
245*) |
980**) |
|
4 |
Oktober |
5 |
1 |
3 |
245*) |
980**) |
|
5 |
Nopember |
4 |
0 |
4 |
245*) |
980**) |
|
6 |
Desember |
5 |
5 |
0 |
245*) |
245**) |
|
Jumlah |
28 |
10 |
18 |
|
4655**) |
|
|
No |
Bulan |
Jumlah Pekan |
Jml. Pekan
Tidak Efktif |
Jml. Pekan
Efektif |
Jml. Jam
Pelajaran/Minggu |
Jam
Efektif |
|
1 |
Januari |
4 |
0 |
4 |
245*) |
980**) |
|
2 |
Pebruari |
4 |
0 |
4 |
245*) |
980**) |
|
3 |
Maret |
5 |
0 |
5 |
245*) |
1225**) |
|
4 |
April |
4 |
1 |
3 |
245*) |
735**) |
|
5 |
Mei |
5 |
4 |
1 |
245*) |
245**) |
|
6 |
Juni |
5 |
4 |
0 |
245*) |
0**) |
|
Jumlah |
27 |
10 |
17 |
|
4165**) |
|
l Perhitungan Kegiatan Semester dan Libur
Sekolah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||
|
|
BULAN |
JUMLAH |
JML MINGGU |
JENIS LIBUR |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||||||||||||||||||
|
SEMESTER |
HES |
HEF |
KTS |
EFEKTIF |
LU |
LHB |
LS |
LPP |
LHR |
JML |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||||||||||||
|
I |
JULI 2023 |
16 |
0 |
|
3 |
4 |
0 |
0 |
- |
1 |
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
AGUSTUS 2023 |
23 |
0 |
|
4 |
5 |
3 |
- |
- |
- |
8 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
SEPTEMBER 2023 |
26 |
- |
|
4 |
4 |
0 |
- |
- |
- |
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
OKTOBER 2023 |
24 |
- |
6 |
4 |
4 |
3 |
- |
- |
- |
7 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
NOPEMBER 2023 |
25 |
- |
|
4 |
4 |
0 |
- |
- |
- |
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
DESEMBER 2023 |
17 |
- |
|
0 |
4 |
2 |
9 |
- |
- |
15 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
JUMLAH
SEMESTER I |
131 |
0 |
6 |
19 |
25 |
8 |
9 |
0 |
1 |
43 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
BULAN |
JUMLAH |
JML MINGGU |
JENIS LIBUR |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||||||||||||||||||
|
SEMESTER |
HES |
HEF |
KTS |
EFEKTIF |
LU |
LHB |
LS |
LPP |
LHR |
JML |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||||||||||||
|
II |
JANUARI 2024 |
24 |
|
|
4 |
5 |
1 |
- |
- |
- |
6 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
PEBRUARI 2024 |
23 |
|
|
4 |
4 |
1 |
- |
- |
- |
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
MARET 2024 |
26 |
|
|
5 |
4 |
1 |
- |
- |
- |
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
APRIL 2024 |
22 |
|
6 |
3 |
4 |
1 |
- |
3 |
- |
8 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
MEI 2024 |
9 |
3 |
|
1 |
5 |
4 |
- |
- |
10 |
19 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
JUNI 2024 |
15 |
|
|
0 |
4 |
1 |
10 |
|
- |
15 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
JULI 2024 |
0 |
|
|
0 |
0 |
|
|
- |
|
0 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
|
JUMLAH SEMESTER II |
119 |
3 |
6 |
17 |
26 |
9 |
10 |
3 |
10 |
59 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
JUMLAH SELURUHNYA |
250 |
3 |
12 |
36 |
51 |
17 |
19 |
3 |
11 |
102 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
KETERANGAN : |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||||||||||||
|
HES |
Hari Efektif Sekolah |
|
|
|
|
Purbalingga, Juli 2023 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||
|
HEF |
Hari
Efektif Fakultatif |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
PTS |
Kegitan Tengah Semester |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||||||||||||
|
LU |
Libur Umum |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
LHB |
Libur Hari Besar |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
LS |
Libur Semester |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||
|
LPP |
Libur Permulaan Puasa |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
LHR |
Libur Hari Raya |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||||||||||||||||||
Kalender Pendidikan
BAB V
PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL
A.
PENDAMPINGAN
Pelaksanaan
pendampingan MI Ma’arif Nu 2 Pengadegan dilakukan secara internal oleh madrasah
untuk memastikan pembelajaran berjalan sesuai rencana untuk mencapai tujuan
yang ditetapkan. Proses ini dikelola oleh kepala madrasah dan atau guru yang
dianggap sudah mampu untuk melakukan peran ini.
Pendampingan
dilakukan secara bertahap dan mandiri agar terjadi peningkatan kualitas secara
berkelanjutan di madrasah, sesuai dengan kemampuan madrasah. Dalam melakukan
pendampingan dan pengembangan professional ditekankan pada prinsip reflektif
dan pengembangan diri bagi guru, serta menggunakan alat penilaian yang jelas
dan terukur.
Proses pendampingan
dirancang sesuai kebutuhan dan dilakukan oleh kepala madrasah dan atau guru
yang berkompetensi berdasarkan hasil pengamatan atau evaluasi. Proses
pendampingan dan pengembangan professional ini dilakukan melalui :
a. Program regular supervisi madrasah, yang dilakukan
minimal dua kali dalam satu semester oleh kepala madrasah;
b. Kegiatan Kelompok Kerja Guru MI Ma’arif Nu 2
Pengadegan, yang dilaksanakan sesuai program kerja KKG secara reguler, seperti
kegiatan mingguan untuk pendampingan penyusunan atau revisi alur tujuan
pembelajaran dan modul ajar. Kegiatan ini merupakan pendampingan oleh kepala
madrasah dan guru yang berkompetensi;
c. Pelaksanaan In-House Training (IHT) atau Focus
Group Discussion (FGD), dilakukan minimal enam bulan sekali atau sesuai
kebutuhan dengan mengundang narasumber yang berkompeten, instansi terkait dan
praktisi pendidikan.
B.
EVALUASI
Evaluasi Kurikulum
Oprasional MI Ma’arif Nu 2 Pengadegan secra reguler dilaksanakan secara
bertahap yaitu jangka pendek satu tahun sekali dan jangka panjang 4 tahun
sekali dengan mempertimbangkan perubahan yang terjadi baik perubahan kebijakan
maupun update perkembangan terkini dalam proses pembelajaran.
Evaluasi kurikulum
dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan secara
reflektif, yaitu:
a. Evaluasi Harian, dilakukan secara individual oleh
guru setelah pembelajaran berdasarkan catatan anekdot selama proses
pembelajaran, penilaian dan refleksi ketercapaian tujuan pembelajaran. Hasil
evaluasi ini digunakan untuk perbaikan rencana pembelajaran atau modul ajar
pada hari berikutnya.
b. Evaluasi Per Unit Belajar, dilakukan secara
kelompok (team teaching) setelah satu unit pembelajaran atau tema modul ajar
pada selesai. Hasil ini digunakan untuk merefleksikan proses belajar,
ketercapaian tujuan dan melakukan perbaikan maupun penyesuaian terhadap proses
belajar dan perangkat ajar, yaitu alur tujuan pembelajaran dan modul ajar.
c. Evaluasi Per Semester, dilakukan secara kelompok
(team teaching) setelah satu semester selesai. Evaluasi ini dilakukan
berdasarkan refleksi pembelajaran dan hasil asesmen peserta didik yang telah
disampaikan pada laporan hasil belajar peserta didik.
Pelaksanaan
evaluasi kurikulum MI Ma’arif Nu 2 Pengadegan dilakukan oleh Tim Pengembang
Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) bersama pengawas madrasah, kepala madrasah
dan komite madrasah serta pihak lainnya yang telah mengadakan kerja sama dengan
madrasah.
Evaluasi
dilaksanakan berdasarkan data yang telah dikumpulkan pada evaluasi
pembelajaran, hasil supervisi kepala madrasah, laporan kegiatan Kelompok Kerja
Guru, hasil kerja peserta didik dan kuesioner peserta didik dan orang tua.
Informasi yang berimbang dan berdasarkan data tersebut diharapkan menjadi bahan
evaluasi untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan madrasah kepada peserta
didik, peningkatan prestasi dan hubungan kerja sama dengan pihak lain.
Fokus evaluasi pada
Implementasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) ini ada
pada : Ketercapaian Capaian Pembelajaran (CP), Keterlaksanaan proyek P5 dan
P2RA, Ketercapaian Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin,
Hasil Penilaian atau Asesmen, Kualitas Pengajaran, dan Keterlaksanaan Program.
C.
PENGEMBANGAN
Pelaksanaan
pengembangan profesional ditekankan pada prinsip reflektif dan pengembangan
diri bagi pendidik, serta menggunakan alat penilaian yang jelas dan terukur.
Kepala madrasah merancang dan melakukan proses pengembangan profesional sesuai
kebutuhan sebagai tindak lanjut dari hasil pengamatan dan evaluasi dengan
melibatkan pengawas madrasah.
Program
pengembangan profesionalitas MI Ma’arif Nu 2 Pengadegan dilakukan melalui
beberapa kegiatan sebagaimana yang akan dijelaskan pada tabel berikut.
|
No. |
Bentuk
Pengembangan |
Jenis
Kegiatan |
Waktu
Pelaksanaan |
||
|
1. |
Coacing |
1. |
Pendampingan pembelajaran |
Satu bulan
sekali |
|
|
|
Proses pendampingan
untuk mencapai tujuan dengan menggali pemikiran-pemikiran seseorang terhadap
suatu masalah |
2. |
Pendampingan individu |
Satu bulan
sekali |
|
|
2. |
Mentoring |
1. |
Supervisi klinis Kepala Madrasah |
Satu bulan
sekali |
|
|
|
Proses pendampingan
dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala |
2. |
Supervisi klinis pengawas madrasah |
Dua bulan
sekali |
|
|
3. |
Pelatihan |
1. |
Pelatihan pengembangan CP menjadi ATP |
Maret-April
2023 |
|
|
|
Proses pendampingan
dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala |
2. |
Pengembangan Modul Ajar |
Maret-April
2023 |
|
|
|
3. |
Pengembangan modul proyek |
Maret-April
2023 |
||
|
|
4. |
Pelatihan penilaian dalam kurikulum merdeka |
Maret-April
2023 |
||
|
|
5. |
Pengembangan media pembelajaran |
Agustus
2023 |
||
|
|
6. |
Pelatihan pustakawan/ operator madrasah |
Juli 2023 |
||
|
|
7. |
Pendampingan penanggung jawab ekstrakurikuler |
Juli 2023 |
||
|
|
|
* |
Pramuka |
||
|
|
|
* |
Olah raga |
||
|
|
|
* |
Kesenian |
||
|
|
|
* |
Keagamaan |
||
BAB VI
PENUTUP
A.
HARAPAN
Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) MI Ma’arif NU 2
Pengadegan Tahun Pelajaran 2023/2024 disusun sebagai kerangka acuan atau
pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran di madrasah. Kurikulum Operasional
Madrasah (KOM) juga sebagai panduan ketercapaian pembelajaran bagi peserta
didik dan upaya guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran baik itu dengan
menggunakan Kurikulum Merdeka.
Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) MI Ma’arif NU 2
Pengadegan Tahun Pelajaran 2023/2024 yang telah tersusun ini akan berjalan
lancar bila ada dukungan penuh dari semua pihak, yaitu kepala madrasah, guru,
komite madrasah dan stakeholder yang ada di madrasah.
Tim Penyusun Kurikulum Madrasah (TPKM) Kurikulum Merdeka
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan Tahun Pelajaran 2023/2024 berharap, mudah-mudahan
dukungan dan partisipasi aktif semua pihak dapat memajukan lembaga yang kita
cintai sesuai dengan apa yang telah terumuskan dalam visi, misi dan tujuan
madrasah sehingga terwujudnya madrasah yang mandiri dan berprestasi.
B.
SARAN
Kami selaku Tim Penyusun Kurikulum Operasional Madrasah
(KOM) MI Ma’arif NU 2 Pengadegan Tahun Pelajaran 2023/2024 menyadari jika dalam
penyusunan Kurikulum Merdeka masih banyak kekurangan serta jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kami berharap saran dan kritikan dari berbagai pihak
agar nantinya dalam penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) menjadi
lebih baik dan mendekati sempurna.
Terakhir, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah mendukung, sehingga Kurikulum Operasional
Madrasah (KOM) MI Ma’arif NU 2 Pengadegan Tahun Pelajaran 2023/2024 dapat
terselesaikan. Teriring do’a, semoga kontribusi pemikiran, kerja keras dan
dukungannya semua pihak menjadi amal kebaikan dan dapat manfaat untuk umat
serta maslahat untuk masyarakat terutama dilingkungan MI Ma’arif NU 2
Pengadegan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar