PROPOSAL BANTUAN
DANA
A. PENDAHULUAN
SEKILAS TENTANG Berdirinya Paguyuban Seni Ebeg Pengadegan (PASEBAN)
Tanggal 28
Nopember 2012 adalah hari yang paling bersejerah bagi Paguyuban Seni Ebeg
Pengadegan (PASEBAN), Paguyuban Seni Ebeg Pengadegan (PASEBAN) berdiri atas inisiatif dalan ebeg se kecamatan Pengadegan yang tergugah hatinya akan seni dan kebudayaan tradisional Paguyuban Seni
Ebeg Pengadegan (PASEBAN) sebagai
salah satu wadah untuk bakat dan aspirasi para generasi muda di Kecamatan pada
bidang kesenian.
Paguyuban
Seni Ebeg Pengadegan (PASEBAN) merupakan Paguyuban kesenian yang bergerak di bidang seni dan budaya. Dalam perkembangannya, Paguyuban ini telah banyak melakukan eksplorasi dan aktivitas yang progresif
dan sifatnya inovatif demi kepentingan internal Paguyuban. Di samping itu,
kerjasama dengan Paguyuban eksternal telah memberikan kekuatan dan dinamika
dalam Paguyuban ini. Peran Paguyuban ini dalam menghimpun
kreativitas, bakat dan minat masyarakat, khususnya generasi muda telah banyak
menorehkan nilai-nilai yang positif. Maka, Paguyuban ini diharapkan mampu meningkatkan diri baik dari segi Paguyuban, maupun dari segi sumber daya manusianya.
Halangan dan
rintangan menjadi tantangan tersendiri bagi Paguyuban ini ke
depan untuk meningkatkan kinerja Paguyuban. Segala kekurangan dan kejanggalan yang terjadi
selama masa perkembangannya menjadi pelajaran dan perenungan untuk masa
perkembangan selanjutnya. Dalam upaya untuk merealisasikan segala program kerja
yang akan dijalankan, maka dipandang perlu adanya kelengkapan Paguyuban/inventaris yang dapat menunjang terlaksananya program kerja yang telah
direncanakan sehingga tercapai target yang diinginkan.
B. DASAR
PEMIKIRAN
Proses perkembangan suatu negara/bangsa tidak hanya dilihat dari sisi
politik, pendidikan, sosial dan ekonomi, namun juga
harus dilihat dari aspek perkembangan kebudayaannya, dimana kebudayaan
didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk individu dan mahluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasikan ungkapan
dan pengalamannya serta menjadi landasan terbentuknya perilaku masyarakat.
Perkembangan sosial, politik, pendidikan, dan ekonomi
yang pesat namun tidak diimbangi dengan perkembangan kebudayaan, akan
menimbulkan ketidakseimbangan dalam proses pembangunan, karena kebudayaan
merupakan identitas suatu negara/bangsa yang membedakannya dengan identitas
negara/bangsa lainnya di dunia ini. Begitu pun dengan bangsa Indonesia yang
memiliki beragam identitas kebudayaan lokal juga tidak luput dari perkembangan
tersebut. Dalam identitas kebudayaan Indonesia, tercatat salah satunya ialah
identitas kebudayaan Bantengan-Pencak-Jaranan Dor yang berada
di Malang Raya-Jawa Timur, identitas kebudayaan inilah yang terus berkembang sesuai perkembangan
zaman. Kalau salah, malah sebaliknya identitas ini justru akan lenyap. Tentu
merupakan tugas semua elemen untuk memperhatikan setiap saat perkembangan
kebudayaan ini terutama generasi muda, karena ketidakpedulian terhadapnya, akan
menyebabkan generasi muda tidak mengenal kebudayaannya sendiri.
Fenomena yang berkembang sekarang ialah generasi muda semakin jauh dari
kepeduliannya untuk mengenal kebudayaannya sendiri, terlebih lagi untuk
menggali ataupun memeliharanya. Generasi muda diharapkan mampu mengikis image
tersebut. Tampaknya, hal itu disadari betul oleh rekan-rekan generasi
muda Dadapan-Pandanrejo-Bumiaji-Kota
Batu, di mana mereka berusaha mengembangkan dan
mengorganisir generasi muda Dadapan dalam wadah yang terkoordinir (Paguyuban Seni Ebeg Pengadegan
(PASEBAN)).
C. MAKSUD
DAN TUJUAN KOMONITAS
Secara umum tujuan Paguyuban “Wahyu
Putro Prowongso” adalah sebagai berikut:
1. Sebagai
wadah untuk menjalin dan mempererat hubungan sesama generasi muda, dengan
demikian akan mampu terorganisir untuk bersama-sama berkomitmen menggali,
mengenali dan memelihara kebudayaan serta kesenian yang dimiliki
masyarakat Dadapan-Pandanrejo-Bumiaji-Kota
Batu secara keseluruhan.
2. Melestarikan
dan mengembangkan kebudayaan bangsa, terutama seni tradisional Bantengan-Pencak-Jaranan Dor.
3. Mengembangkan
potensi yang ada dalam setiap diri generasi muda terutama dalam bidang seni dan
budaya
4. Menjaga
keutuhan kesenian tradisional yang dimiliki masyarakat Dadapan-Pandanrejo-Bumiaji-Kota
Batu dari masa ke masa.
E. SUMBER DANA
Dana yang akan digunakan
dalam program pengadaan inventaris ini diharapkan bersumber dari:
v Kontribusi
setiap Anggota
v Bantuan dari
Pemerintah Daerah
v Donatur
v Dana kreatif
Anggota
F. ANGGARAN
BIAYA
Dana yang dianggarkan untuk
program pengadaan inventaris ini sebesar Rp. 22. 500.000,-
(Rincian anggaran
terlampir)*.
G. PENUTUP
Keberhasilan dari Program
Pengadaan Peralatan Musik Tradisional dan Kostum Paguyuban Seni Ebeg Pengadegan (PASEBAN) merupakan salah satu target yang hendak dikejar dan diraih dalam
satu tahun kedepan. Hal ini tentunya tak lepas dari dukungan dan peran serta dari
semua pihak yang terkait.
Kami berharap bantuan yang
kami terima berasal dari jiwa dan semangat menjunjung tinggi kebudayaan
nasional yang didalamnya berintegrasi kebudayaan-kebudayaan daerah, dalam hal
ini kebudayaan Masyarakat Dadapan-Pandanrejo-Bumiaji-Kota Batu khususnya
kebudayaan-kebudayaan Bantengan-Pencak-Jaranan Dor. Insya Allah,
dengan semangat itu pula kami dari segenap generasi muda pencinta seni dan
kebudayaan tradisional yang bernaung dalam Paguyuban Seni Ebeg Pengadegan (PASEBAN) akan terus berupaya melestarikan dan mengembangkan
kebudayaan-kebudayaan yang telah kita miliki.
Demikian proposal
ini dibuat, besar harapan kami kiranya bapak dan ibu bersedia membantu demi
lancarnya dan suksesnya program yang telah diprogramkan.
Semoga
Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua dan
semoga apa yang kita kerjakan bernilai ibadah di sisi-Nya, Amin.
Atas bantuan dan kerjasamanya, kami ucapkan banyak terima kasih.
Batu, 28 September 2014
Ketua
Kesenian “Wahyu Putro Prowongso”
Agus
Dalu Openg
Lampiran 1
SUSUNAN STRUKTUR PENGURUS
STRUKTUR PENGURUS
Paguyuban Seni Ebeg Pengadegan (PASEBAN)
PELINDUNG :
Kepala Desa Pandanrejo
Kepala
Dusun Dadapan
PEMBIMBING : Bp. Wahyu Sasamiko
Bp. Hasan Iktari
Bp.
Solikin
PENGURUS HARIAN :
Ketua Umum : Agus
Dalu Openg
Wakil Ketua
Bantengan : Dwi
Prasetyo
Wakil Ketua
Pencak : Joko
“Tember”
Wakil Ketua
Jatilan : Maria
“Lome”
Wakil Ketua Jaranan
Dor : Aries
“ Dares”
Sekretaris : Realino
Bendahara : Herman
Pendegar :
Bp. Latip
:
Bp. Dasan
:
Bp. Dani
Sie
humas Sie
Musik Sie
Tari Sie
peralatan
- Kiki
“Pithut” -Andri -Aries
“Lome” -Dwi
- Ojek -Bawon -Kosiadi
-Fandy -
Dares
-Bp. Karsiman
Nama Anggota:
1. Bp.
Solikin
(RT) 21. Bp.
Doyo
–P 41.
Mamat
2. Bp.
Pendik 22. Bp.
M.
Saiful-T 42.
B. Yati
3. Bp.
Ikwan
–R 43. Mbak
Ayu 43.
Heru
4. Bp.
Miko 24. Bp.
Bowo-R 44.
Maria
5. Bp.
Yopy 25. Bp.
Sodik-R 45.
Item
black
6. Bp.
Utomo-R 26.
Fandy-R 46.
Bp. Nanang
7. Dani-R 28.
Kuncung-R 48.
B.Tri
8. Bp.
Takim 29.
Ponaji-D 49.
B. Jumami
9. Bp.
Kismoyo 30.
Nurkholis-D 50.
B. Anis
10. Bp.
Nursaid 31.
Agung-D 51.
Novi
11. Bp.
Solikin
“sodik” 32.
Amin
52. Dewi
12. Bp.
Gianto 33.
Slamet
“Nono”
53. Piyod-K
13. Kusiadi 34.
Monika-K 35.
Candra
14. Bp.
Asrim 36.
Perry 56.
Lia-K
15. Suwito
“OT”-B 37.
Eko
boneng 57.
Udin
16. Bp.
Alim
(R) 38.
Herman
17. Bp.
Bowo
(R) 39.
Budi
18. Bp.
Yoppy
Nama anggota Nama Anak-Anak
1.
Yenik 11.
yoga
2.
Yoga 12.
Sadam
3.
Milano 13.
Ricky
4.
Agik 14.
Maman
5.
Chenda 15.
Rio
6.
Ferdi 16.
anggi
7.
Dandy
8.
Bendil
9.
Edo
10.
Ega
Lampiran 2
RINCIAN DANA YANG DIPERLUKAN
DAFTAR HARGA
PERALATAN
1 set Gendhang Rp. 3.500.000,-
1 set gong Rp. 4.000.000,-
1
set angklung Rp. 500.000,-
1 buah keyboard Rp. 2.500.000,-
1 buah djidhor Rp. 2.000.000,-
1
buah drum besar Rp. 2.000.000,-
1 buah syaron Rp. 1.500.000,-
1
Set Slompret Rp. 1.000.000,-
1
buah dhemung Rp. 1.500.000,-
1
buah
kenong Rp. 1.000.000,-
1
set ketipong Rp. 2.000.000,-
1 buah peking Rp. 1.000.000,-
TOTAL RP. 22.500.000,-
Terbilang: “(Duapuluhdua
juta lima ratus ribu rupiah)”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar