Kurikulum
operasional Madrasah merupakan pedoman pelaksanaan semua kegiatan di Madrasah.
Kurikulum operasional Madrasah disusun secara bersama-sama oleh kepala
Madrasah, wakil kepala Madrasah, guru dan komite Madrasah. Dokumen kurikulum
operasional Madrasah berisi rincian kurikulum yang akan digunakan pada tahun
ajaran 2023-2024. Dokumen ini disusun
dengan mengacu pada evaluasi terhadap
pelaksanaan kurikulum pada tahun ajaran sebelumnya. Beberapa
perbaikan pada kurikulum tahun ajaran 2023-2024 dilakukan dengan tujuan untuk
meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan kualitas lulusan dengan tetap
mempertahankan cirinya sebagai institusi pendidikan Indonesia.
Dokumen
kurikulum operasional Madrasah disusun dengan melihat karakteristik Madrasah,
visi dan misi Madrasah. Rincian di dalam dokumen kurikulum operasional Madrasah
merupakan panduan dan arahan bagi keseluruah kegiatan yang dilakukan di
Madrasah. Oleh karena itu semua pimpinan, guru dan tenaga kependidikan haruslah
memahami dan menjiwai dokumen kurikulum operasional Madrasah ini.
Pelaksanaan dari rancangan kurikulum
operasional Madrasah pada tahun ajaran 2022- 2023 ini haruslah juga menjadi pedoman pada penyusunan
kurikulum operasional Madrasah pada tahun berikutnya. Evaluasi pelaksanaan
merupakan acuan untuk menentukan bagian mana yang perlu tetap dipertahankan dan
bagian mana yang harus diperbaiki
A.
LATAR BELAKANG
1.
Rasional
Pengembangan Kurikulum
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional
serta kesesuaian dengan kekhasa, kondisi dan potensi daerah satuan pendidikan dan peserta didik.
Untuk mencapai tujuan pendidikan di atas diperlukan adanya standarisasi
pendidikan sebagai upaya menyetarakan kualitas pendidikan di berbagai satuan
pendidikan. Standarisasi pendidikan ini memberikan dasar sebagai indikator
minimal yang memungkinkan dapat dikembangkan oleh masing-masing satuan
pendidikan sesuai dengan karakteristik dan kondisi satuan pendidikan itu
sendiri. Untuk mencapai hal itu, diperlukan sebuah kurikulum. Kurikulum tingkat
satuan pendidikan yang disusun oleh satuan pendidikan memungkinkan penyesuaian
program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di satuan pendidikan
itu sendiri. Pengembangan Kurikulum Operasional di Madrasah (KOM) berpedoman
pada perundang-undangan yang berlaku.
Pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka, mewujudkan
pemahaman konten dan kompetensi siswa yang dicita-citakan harus menjadi poros
perhatian tiap satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat Undang- Undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan
Pemerintah nomor 57 Tahun 2021, sebagaimana telah diubah dengan peraturan
pemerintah nomor 04 tahun 2022 ttentang Standar Nasional Pendidikan dan setiap
satuan pendidikan wajib menyusun dokumen KTSP sebagai acuan untuk mewujudkan
target pemahaman capaian konten dan kompetensi peserta didik yang menjadi
targetnya. Adapun
regulasi kurikulum merdeka sebagai berikut:
1.
KMA no 347 tentang Implementasi
Kurikulum Merdeka pada Madrasah
2.
Permendikbud No 05 Tahun 2022 tentang standar kompetensi
Lulusan
3.
Permendikbidristek No 07 tahun 2022 tentang standar isi
4.
Kepmendikbud Kurikulum Pemulihan
Pembelajaran no 56/M/2022
5.
Kepmendikbudristek No 58 tahun 2022
tentang pedoman penerapan kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran.
6.
Keputusan Kepala BSKAP Kemendibudristek
No 008/H/KR/2022 tentang capaian pembelajaran kurikulum merdeka
7.
Keputusan kepala BSKAP Kemendikbudristek
NO 009/H/KR/2022 tentang dimensi, Elemen dan subelemen profil pelajar pancasila
pada kurikulum merdeka.
8.
Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021
tentang Standar Nasional Pendidikan;
9.
Keputusan Menteri Agama Nomor 347 Tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah.
10. Keputusan
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3211 Tahun 2022 tentang Capaian
Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab Kurikulum Merdeka pada RA;
11. Peraturan
Mendikbudristek RI Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Standar Kompetensi Lulusan pada
pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan
menengah;
12. Peraturan
Mendikbudristek RI Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Standar Isi pada pendidikan anak
usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah;
13. Peraturan
Mendikbudristek RI Nomor 9 Tahun 2022 Tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap pendidikan anak usia dini,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah;
14. Peraturan
Mendikbudristek RI Nomor 16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses pada pendidikan
anak usia dini, jenjang pendidikan dasar dan jenjang pend idikan menengah;
15. Peraturan
Mendikbudristek RI Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan
pada pendidikan anak usia dini, Jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan
menengah;
16. Keputusan
Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 009/H/KR/2022 Tentang Dimensi, Elemen, dan
Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka
Pengembangan
KTSP dalam merealisasikan tujuan
pelaksanaan kurikulum Merdeka dengan pengembangan yang
mengintegrasikan setiap mata pelajaran dengan pendekatan teaching at the
right level atau sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik dengan
menggunakan webbing kurikulum sesungguhnya merupakan bagian dari
strategi penjaminan pencapaian tujuan pendidikan nasional yang mengacu pada
pemenuhan delapan standar nasional. Poros dari kedelapan standar adalah
mewujudkan keunggulan mutu lulusan.
Penyusunan dokumen ini bertujuan menyediakan panduan
yang mengarahkan penyelenggara melaksanakan program pelaksanaan kurikulum
merdeka dengan melengkapi dokumen dengan rasional pengembangan KOM dengan
mempertimbangkan kebutuhan belajar siswa dengan mengembangkan pemahaman konten
dan kompetensi dalam dinamika perubahan kehidupan abad ke-21; sehingga
menghasilkan lulusan yang memiliki profil pelajar pancasila. Rumusan kurikulum
terdiri dari Landasan Hukum, Karakteristik
di Satuan Pendidikan, Visi, Misi dan Tujuan
Sekolah, pengorganisasian pembelajaran (Intrakurikuler, Kokurikuler
Projek Penguatan Profile Pelajar Pancasila Rahmatan lil ‘alamiin dan
Ektrakurikuler), Perencanaan Pembelajaran di Satuan Pendidikan serta Pendampingan,
Evaluasi, dan Pengembangan Profesional.
Penerapan standar kompetensi lulusan (SKL), standar
isi, standar proses, dan standar penilaian sudah berjalan sesuai dengan
perencanaan. Pencapaian semua komponen tersebut memiliki beragam pencapaian,
seperti pada pencapaian standar isi, dimana sasaran (goal) yang sudah di
rancang dapat memberikan peningkatan terhadap aspek-aspek yang ingin dicapai
seperti penguasaan kognitif, keterampilan, maupun sikap dan memberikan
pengalaman belajar yang baik kepada peserta didik. Perwujudan dalam proses
pembelajaran tampak dalam proses secara kontekstual dan memberikan pengalaman
baru bagi peserta didik.
Daya dukung sekolah terhadap proses pendidikan
dilingkungan sekolah merdeka berjalan dengan baik, meliputi penerapan dan
pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan, dimana manajemen sekolah
menerapkan standar yang ideal bagi semua yang terlibat dalam proses pendidikan.
Selain sumber daya manusia, sekolah juga memberikan dukungan penuh dalam hal
sarana dan prasarana bagi terselenggaranya proses pendidikan.
Dalam mendukung keterpenuhan dokumen dan
implementasi kurikulum pada tingkat satuan pendidikan dipandang perlu membentuk
tim perumus KOM dan tim penjamin mutu yang mengelola sistem evaluasi proses
dan pencapaian program pelaksanaan kurikulum. Pembentukan ini ditandai dengan
penerbitan tim dalam bentuk surat keputusan sekolah.
2.
Prinsip
Pengembangan Kurikulum
Madrasah, dalam hal ini sebagai
‘miniatur dunia’, tentunya
diharapkan dapat menyiapkan siswa menjadi pribadi yang
tangguh, kritis, kreatif, dan memiliki sikap positif dalam menghadapi perubahan.
Madrasah harus siap membimbing siswa untuk berkembang di setiap proses belajarnya sehingga mereka
akan menjadi pribadi yang memiliki kompetensi
untuk menjadi bagian dari masyarakat dunia.
Madrasah adalah tempat berkumpulnya anak dengan potensi yang
tidak sama. Di dalam kelas, setiap
siswa memiliki kebutuhan yang berbeda. Hal ini tentunya harus difasilitasi oleh Madrasah. Sebagai miniatur dunia, Madrasah
berfungsi sebagai laboratorium sosialisasi yang sangat bermanfaat bagi siswa untuk bersosialisasi, berkomunikasi, mengembangkan keterampilan emosi, dan memecahkan masalah.
Untuk membekali siswa menjadi pribadi yang kompeten dibutuhkan suatu perangkat yang dikembangkan dengan memerhatikan
berbagai dimensi serta melibatkan berbagai ahli dan merujuk kepada referensi yang terpercaya. Dengan demikian, kurikulum
yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Untuk mencapai tujuan di atas, Madrasah membutuhkan sebuah dokumen sebagai
acuan dalam menjalankan program belajarnya. Dokumen ini merupakan
dokumen kurikulum operasional yang menjadi pegangan (living
document) Madrasah.
Kurikulum operasional ini disusun dengan beberapa prinsip:
a)
Sebagai pedoman
dalam mengembangkan kurikulum
b)
Sebagai pedoman
mengevaluasi program Madrasah
c)
Sebagai acuan
untuk perencanaan program
selanjutnya
d)
Sebagai bahan informasi untuk para pemangku
kepentingan
3.
Tujuan
Pengembangan Kurikulum
Secara umum tujuan diterapkan Kurikulum Madrasah adalah untuk memandirikan dan memberdayakan
satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada satuan
pendidikan dan mendorong untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. Sedangkan
secara khusus tujuannya adalah:
a. meningkatkan
mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif madrasah dalam mengembangkan
kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia; (b)
meningkatkan kepedulian warga madrasah dalam mengembangkan kurikulum
melalui pengambilan keputusan
bersama untuk mewujudkan
keunggulan madrasah; dan (c) meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan. Pengembangan Kurikulum Madrasah diserahkan kepada satuan pendidikan dengan pertimbangan sebagai berikut:
b. madrasah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang
dan ancaman bagi dirinya sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya
yang tersedia untuk memajukan lembaganya;
c. madrasah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya
input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan
dalam proses pendidikan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta
didik; (c) pengambilan keputusan yang dilakukan oleh madrasah lebih cocok untuk
memenuhi kebutuhan madrasah karena pihak madrasahlah yang paling tahu apa yang
terbaik bagi madrasahnya;
d. keterlibatan semua warga madrasah dan masyarakat dalam
pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat, serta
lebih efisien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat setempat;
e. madrasah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikan
masing- masing kepada pemerintah, orang tua peserta didik dan masyarakat pada
umumnya, oleh karena itu madrasah akan berupaya semaksimal mungkin untuk
melaksanakan dan mencapai sasaran KOM;
f.
madrasah dapat melakukan
persaingan sehat dengan satuan pendidikan lain untuk meningkatkan mutu
pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orang tua peserta
didik, masyarakat dan pemerintah setempat;
g. madrasah dapat secara cepat merespon perkembangan zaman,
aspirasi masyarakat dan lingkungannya yang berubah dengan
cepat dan sulit diduga
pada saat sekarang dan yang akan datang
B.
ANALISIS KARAKTERISTIK MADRASAH
1. Profil Madrasah
|
a.
|
Identitas Madrasah
|
|
|
1)
|
Nama Madrasah
|
:
|
MI
Ma'arif NU 2 Pengadegan
|
|
|
|
Alamat Madrasah
|
:
|
|
|
|
|
a)
|
Jalan/Dusun
|
:
|
Karangtengah
|
|
|
|
b)
|
Desa/Kel.
|
:
|
Pengadegan
|
|
|
|
c)
|
Kecamatan
|
:
|
Pengadegan
|
|
|
|
d)
|
Kabupaten
|
:
|
Purbalingga
|
|
|
|
e)
|
Provinsi
|
:
|
Jawa Tengah
|
|
|
|
f)
|
No.Tlp/HP
|
:
|
085227442437
|
|
|
|
g)
|
Nama Rekening
|
:
|
MI Ma'arif NU 2
Pengadegan
|
|
|
|
h)
|
No Rekening / Unit
|
:
|
682001000009565
|
|
|
|
i)
|
No NPWP
|
:
|
31.501.304.5-529.000
|
|
|
|
j)
|
e-mail
|
:
|
mimanu02_pengadegan@yahoo.com
|
|
|
3)
|
Status Madrasah
|
:
|
Swasta
|
|
|
4)
|
Tahun Pendirian
|
:
|
1967
|
|
|
5)
|
Akreditasi
|
:
|
|
|
|
|
a)
|
Status Akreditasi
|
:
|
B
|
|
|
|
b)
|
Nilai Akreditasi
|
:
|
87
|
|
|
|
c)
|
Tahun Akreditasi
|
:
|
2019
|
|
|
|
d)
|
Nomor sertifikat
|
:
|
817/BAN-SM/SK/2019
|
|
|
6)
|
No. Statistik Madrasah
|
:
|
111233030165
|
|
|
7)
|
NPSN
|
:
|
60710658
|
|
|
8)
|
Yayasan Penyelenggara
|
:
|
LP Ma'arif
|
|
|
9)
|
Identitas Ketua Yayasan
|
:
|
|
|
|
|
a)
|
Nama
|
:
|
Hasyim Fahrudin
|
|
|
|
b)
|
Tempat/ Tgl. Lahir
|
:
|
Purbalingga
|
|
|
|
c)
|
Jabatan
|
:
|
Ketua
|
|
|
|
d)
|
Alamat
|
:
|
Pengadegan Rt 10/15
|
|
|
9)
|
Identitas Ketua Komite
|
:
|
|
|
|
|
a)
|
Nama
|
:
|
Habibulloh, S.Pd.I
|
|
|
|
b)
|
Tempat/ Tgl. Lahir
|
:
|
Purbalingga
|
|
|
|
c)
|
Jabatan
|
:
|
Ketua
|
|
|
|
d)
|
Alamat
|
:
|
Pengadegan Rt 10/15
|
|
|
9)
|
Identitas Kepala Madrasah
|
:
|
|
|
|
|
a)
|
Nama
|
:
|
Taufik, S.Pd.I
|
|
|
|
b)
|
NIP
|
:
|
197707112007011027
|
|
|
|
c)
|
Jabatan
|
:
|
Kepala Madrasah
|
|
|
|
d)
|
Alamat
|
:
|
Pengadegan Rt 09/15
|
2. Karakteristik Madrasah Hasil Analisis Internal
Kajian internal atau kondisi madrasah dalam pelaksanaan
penyusunan Kurikulum Oprasional Madrasah (KOM) terwujud atas dasar hasil
evaluasi diri (self evaluation) terhadap madrasah. Hal
itu dapat dilakukan dengan menerapkan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses,
Opportunities, dan Threats). Dalam hal
ini dapat diterapkan kajian lingkungan internal untuk memahami Strengths atau
kekuatan dan Weaknesses atau kelemahan.
Dari hasil analisis internal madrasah pada tahun pelajaran 2023/2024
dapat disampaikan bahwa karakteristik MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan adalah :
Situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang
dimiliki MI Ma’arif NU 2 Pengadegan yang bisa memberikan pengaruh positif pada saat ini atau pun di masa
yang akan datang adalah sebagai berikut :
a. Penerapan pendidikan karakter agar peserta didik
memiliki budi pekerti yang luhur dan dapat diterapkan pada kehidupan
sehari-hari.
b. Berupaya membentuk sifat eksplorasi agar peserta
didik dapat mencari berbagai informasi serta mengetahui ilmu pengetahuan lebih
luas dan mendalam.
c. Memiliki koleksi perpustakan yang memadai dan di
kelola dengan sistem yang baik untuk mendukung peroses pembelajaran.
d. Pendidik dan tenaga kependidika memiliki semangat
kerja yang baik dan mampu berkolaborasi untuk mewujudkan visi misi madrasah.
e. Memiliki sarana TIK yang memadai untuk media
pembelajaran.
f.
Jumlah
siswa yang sedikit sehingga dalam pengelolan kelas dan proses pembelajaran
lebih mudah.
Situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan
yang dimiliki MI Ma’arif NU 2 Pengadegan yang bisa memberikan pengaruh negatif pada saat
ini atau pun di masa yang akan datang adalah sebagai berikut :
a. Jumlah guru yang belum memenuhi dan sesui dengan
klasifikasi sehingga berpengaruh kepada pelaksanaan proses pembelajaran.
b. Tugas tambahan guru di luar tugas pokoknya
sehingga mempengaruh kualitas proses pembelajaran.
c. Keterbatas sumber dana madrasah sehingga harus
mengorbankan beberapa fasilitas madrasah yang tidak dapat terpenuhi seperti
fasilitas UKS, Perpustakaan, Ruang Laporat
Komputer dan Lapangan yang belum memadai.
3. Karakteristik Madrasah Hasil Analisis External
Kajian eksternal atau
situasi madrasah dalam pelaksanaan penyusunan Kurikulum Oprasional Madrasah
(KOM) terwujud atas dasar hasil evaluasi diri (self evaluation) terhadap
madrasah. Hal itu dapat dilakukan dengan menerapkan
pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Dalam hal ini dapat diterapkan kajian lingkungan
eksternal untuk mengungkap opportunities atau peluang dan threats atau
tantangan.
Dari hasil analisis
eksternal madrasah pada tahun pelajaran 2023/2024 dapat disampaikan bahwa
karakteristik MI Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah :
a. Lokasi madrasah di daerah pegunungan yang jauh
dari keramaian sehingga penanaman sosial budaya lebih mudah dilaksanakan.
b. Orangtua siswa dan masyarakat sekitar memiliki
kepedulian yang tinggi program / kegiatan madrasah.
c. Lingkungan sekitar madrasah sangat asri dah hijau
lingkunga perkebunan berpeluang untuk digunakan sebagai menanamkan budaya cinta
lingkungan hidup.
Situasi atau kondisi yang merupakan ancaman atau
tantangan yang akan dihadapi MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan yang bisa menghambat
laju perkembangan madrasah adalah sebagai berikut :
a. Perekonomian orang tua siswa tidak menentu
sehingga fasilitas yang dimiliki siswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
terbatas.
b. Lokasi madrasah yang jauh dari pusat kota
sehingga dapat mempengaruhi lambannya informasi dan perkembangan IPTEK.
c. Sedikitnya jumlah penduduk di sekitar madrasah
sehingga mempengaruhi jumlah siswa yang tidak mencapai jumlah ideal.
4. Keunggulan Madrasah
Program prioritas/
keunggulan MI Ma’arif NU 2 Pengadegan mencakup pendidikan berbasis keunggulan lokal dan
global yang memanfaatkan keunggulan
lokal dan kebutuhan daya saing global dalam
aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi,
ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi
peserta didik.
Dalam pengembangan
kecakapan hidup spesifik vocational dilaksanakan melalui pendidikan berbasis
program keunggulan lokal dan global yaitu :
a. Program Unggulan Lokal
Program
Unggulan Lokal yang dilaksanakan di MI
Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah Keterampilan
Pertanian dan Pemasarannya. Program kegiatannya dapat dilihat pada tabel
berikut :
|
No.
|
Kelas
|
Materi Kegiatan
|
Waktu Kegiatan
|
|
1
|
I
|
1.
|
Mengenal
jenis-jenis bibit unggul
|
|
|
2.
|
Mengenal
jenis-jenis pupuk
|
|
2
|
II
|
1.
|
Mengenal
cara pengolahan tanah.
|
|
|
2.
|
Mengenal
jenis obat/pestisida
|
|
3
|
III
|
1.
|
Menentukan
waktu penanaman
|
|
|
2.
|
Mengenal
cara pemberantasan hama
|
|
4
|
IV
|
1.
|
Mengenal
alat pertanian modern
|
|
|
2.
|
Mengenal
alat memanen modern
|
|
5
|
V
|
1.
|
Mengenal
cara penanaman Pepaya
|
|
|
2.
|
Mengenal
cara pemeliharaan Pepaya
|
|
6
|
VI
|
1.
|
Mengolah
hasil pertanian
|
|
|
2.
|
Pemasaran
hasil pertanian
|
b. Program Unggulan Global
Program
Unggulan Global yang dilaksanakan di MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan adalah Keterampilan
Komputer dan Internet. Program kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut :
|
No.
|
Kelas
|
Materi Kegiatan
|
Waktu Kegiatan
|
|
1
|
I
|
1.
|
Pengenalan
bagian-bagian komputer
|
|
|
2.
|
Menyalakan
dan mematikan computer
|
|
3.
|
Memainkan
salah satu game
|
|
2
|
II
|
1.
|
Menyalakan
dan mematikan computer dengan urutan
secara tepat
|
|
|
2.
|
Memainkan
salah satu game
|
|
3
|
III
|
1.
|
Mengetik
huruf dan angka
|
|
|
2.
|
Memainkan
beberapa macam game
|
|
4
|
IV
|
1.
|
Membuat
dan mengetik surat dan menggambar
|
|
|
2.
|
Membuat
kolom/ tabel jadwal pelajaran mengetik naskah surat
|
|
3.
|
Memainkan
beberapa macam game
|
|
5
|
V
|
1.
|
Membuat
ketikan word
|
|
|
2.
|
Membuat
exel
|
|
3.
|
Mengoperasikan
CD interaktif
|
|
6
|
VI
|
1.
|
Menguasai
word dan exel
|
|
|
2.
|
Membuat
power point
|
|
3.
|
Mengenal
internet
|
c. Program Unggulan Madrasah
Program
Unggulan Madrasah yang dilaksanakan di MI
Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah Bank Sampah Program kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut :
|
No.
|
Kelas
|
Materi Kegiatan
|
Waktu Kegiatan
|
|
1
|
I
|
1.
|
Membawa
Sampah Plastik Dari Rumah
|
Setiap Hari
|
|
2
|
II
|
1.
|
Membawa
Sampah Plastik Dari Rumah
|
Setiap Hari
|
|
3
|
III
|
1.
|
Membawa
Sampah Plastik Dari Rumah
|
Setiap Hari
|
|
4
|
IV
|
1.
|
Membawa
Sampah Plastik Dari Rumah
|
Setiap Hari
|
|
5
|
V
|
1.
|
Membawa
Sampah Plastik Dari Rumah
|
Setiap Hari
|
|
6
|
VI
|
1.
|
Membawa
Sampah Plastik Dari Rumah
|
Setiap Hari
|
5. Peta Profil Pendidik
Profil pendidik dan Tenaga Kependidikan di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan pada tahun pelajaran 2023/2024 dapat dilihat pada
tabel sebagai berikut:
|
No.
|
Nama/NIP
|
Tempat, Tgl. Lahir
|
Jabatan
|
Pendidikan Terakhir
|
Golongan Ruang
|
TMT
|
Di Sekolah ini Mulai
|
|
|
|
|
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
|
1
|
Taufik,S.Pd.I
|
Purbalingga
|
Kepala
|
S2
|
Penata
|
01-04-2021
|
02-01-2019
|
|
|
NIP.197707112007011027
|
11 Juli 1977
|
III/c
|
|
|
2
|
Sri Ponirah, S.Pd.I
|
Purbalingga
|
Guru
|
S1
|
Penata Muda
|
01/04/2019
|
05/07/2014
|
|
|
NIP.198311182007102001
|
18/11/1983
|
III/a
|
|
|
3
|
Sokwan, S.Pd
|
Purbalingga
|
Guru
|
S1
|
Penata Muda
|
01/04/2022
|
20/07/2019
|
|
|
NIP.198207032007011009
|
03/07/1982
|
III/a
|
|
|
4
|
Yuniati, S.Pd.I
|
Purbalingga
|
Guru
|
S1
|
Penata Muda Tk I
|
01/10/2019
|
11/06/2021
|
|
|
NIP.198306012007012006
|
01/06/1983
|
III/b
|
|
|
5
|
Titik Ambar Siami,
S.Pd
|
Purbalingga
|
Guru
|
S1
|
|
|
19/07/2009
|
|
|
|
15-Mei-86
|
|
|
|
6
|
Desi Muntowati,
S.Pd.I
|
Purbalingga
|
Guru
|
S1
|
|
|
27/08/2007
|
|
|
|
20/12/1985
|
|
|
|
7
|
Mufti Aimatul
Ngaliyah, S.Pd
|
Purbalingga
|
Guru
|
S1
|
|
|
13/07/2020
|
|
|
|
02/05/1996
|
|
|
|
8
|
Umi Ngatiqoh, S.Pd
|
Purbalingga
|
Guru
|
S1
|
|
26/10/2009
|
01/01/2021
|
|
|
|
02/02/1990
|
|
|
6. Rekapitulasi Siswa
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan
adalah satuan pendidikan kerjasama yang berlokasi di salah satu desa di Purbalingga. Lokasi Madrasah yang berada di
jalan raya memberikan lingkungan belajar yang kondusif. Fasilitas
pembelajaran yang dilengkapi dengan lapangan, badminton dan aula,
mampu mendukung siswa untuk
mengembangkan potensinya secara maksimal. Gambaran mengenai Madrasah dapat
dilihat dari tabel-tabel di bawah ini.
Rekapitulasi data siswa MI Ma’arif NU
2 Pengadegan pada tiga tahun
terakhir dapat dilahat pada tabel berikut:
|
No
|
Kelas
|
Jumlah
Rombel
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
Total
|
|
1
|
1
|
I
|
12
|
16
|
28
|
|
2
|
II
|
I
|
10
|
7
|
17
|
|
3
|
III
|
I
|
8
|
12
|
20
|
|
4
|
IV
|
I
|
9
|
9
|
18
|
|
5
|
V
|
I
|
7
|
9
|
16
|
|
6
|
VI
|
I
|
12
|
14
|
26
|
|
Jumlah
|
|
58
|
67
|
125
|
Jika melihat pada karakteristik sosial budaya,
sebagian besar siswa Madrasah
Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan berasal dari kalangan sosial
ekonomi menengah ke bawah yang masih mementingkan nilai nilai relegius, identitas dan budaya
sebagai bangsa Indonesia. Latar belakang ini mendasari keinginan orangtua untuk
menyekolahkan anak mereka di Madrasah dengan kurikulum yang berciri khas relegius, tetapi yang masih diwarnai dengan identitas budaya dan karakter bangsa Indonesia.
Oleh karena itu walaupun menggunakan kurikulum berciri khas Islam, Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan
mengintegrasikan pendidikan karakter dan Profil Pelajar Pancasila, profil pelajar Rahmatal Lil alamin ke dalam semua
aspek kegiatan dan pembelajaran.
Dengan melihat latar belakang sosial budaya dan untuk
dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi siswa, Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan berikhtiar merubah bentuknya menjadi madrasah plus ketrampilan yang menonjolkan sikap
akademik melalui kelas digital pada tahun 2021. Kemampuan berbahasa Indonesia dilengkapi dengan karakter Profil Pelajar
Pancasila dan Rahmatal Lil alamin, yang merupakan identitas pelajar Indonesia, ditambah dengan
kemampuan berbahasa Arab dan Inggris merupakan modal utama bagi siswa dalam menghadapi era globalisasi.
Selain latar belakang sosial budaya di atas, ikhtiar perubahan Madrasah
Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan menjadi Madarsah Plus Ketrampilan
(sesuai diversifikasi kurikulum) dapat sekaligus menjembatani persiapan bagi siswa yang ingin memasuku dunia kerja. Dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan perusahaan,
Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2
Pengadegan mampu mempersiapkan siswa yang akan memasuki dunia kerja dengan
lebih baik, Bagi siswa yang tidak memasuki
dunia kerja, Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan melalui kelas digital juga melakukan kerjasama dengan
universitas-universitas serta lembaga swadaya Masyarakat di Indonesia atau di
luar negeri untuk mendukung siswa yang melanjutkan studi di Indonesia maupun di luar negeri.
Dengan melihat kepada
karakteristik sosial budaya dimana sebagian besar siswa Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan berasal dari kalangan sosial ekonomi
menengah kebawah, Madrasah merasa perlu meningkatkan
heterogenitas sosial budaya siswa. Oleh karena itu, Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan memberikan beasiswa kepada siswa
berprestasi dalam bidang akademik, olahraga maupun kesenian bagi siswa kurang mampu.
Dalam hal prestasi, siswa
Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU
2 Pengadegan telah banyak menorehkan prestasi baik di tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten antara lain:
●
Juara 1 dan 2 Jamran
●
Juara 1
dan 2 Jamcab
Dengan melihat pada uraian
karakteristik Madrasah Ibtidaiyah
Ma’arif NU 2 Pengadegan di
atas, maka dapat dilakukan analisa berkaitan
dengan kekuatan, kelemahan dan tantangan yang dihadapi yang termuat pada tabel berikut ini:
|
Kekuatan
|
●
Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan berdiri pada tahun 1967. Pengalaman selama 56 tahun berdiri membuat Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan mempunyai sistem yang stabil dalam
operasional Madrasahnya
●
Sebagian
besar siswa berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi menengah ke
atas yang sangat mendukung perkembangan pendidikan dan karakter putra
putrinya. Hal ini membuat kerjasama orangtua dan Madrasah berjalan dengan
sangat baik
●
Sebagian
besar siswa mempunyai kemampuan berbahasa Inggris yang sangat baik yang
merupakan modal utama untuk dapat berpartisipasi dalam ajang tingkat dunia (global)
●
|
|
Tantangan
|
●
Sebagian
besar siswa berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas yang harus
berlatih untuk lebih mandiri.
●
Agar
siswa Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif
NU 2 Pengadegan dapat
berpartisipasi dalam ajang tingkat dunia (global) dibutuhkan kemampuan
akademis yang memadai yang disertai dengan kecakapan abad 21
|
|
Strategi
menghadapi tantangan
|
●
Madrasah
melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan student- centered yang bertujuan untuk membuat siswa sebagai
subyek dalam pembelajaran. Dengan demikian
kemandirian dapat ditingkatkan.
●
Madrasah menerapkan Profil Pelajar Pancasila dalam setiap aspek
kegiatan di Madrasah agar siswa mengembangkan kecakapan abad 21 (untuk
dapat bersaing di tingkat dunia) dengan tetap memegang teguh identitas
sebagai bangsa Indonesia.
|
7. Kemitraan/Kerjasama Madrasah dengan Pihak lain
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan menjalin kemitraan
dengan pemerintah daerah, swasta, maupun dengan wali murid.
Kemitraan MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dengan
pemerintahan diwujudkan dengan:
a) Puskesmas Kecamatan Pengadegan Pendampingan
Program UKS
b) Polsek Pengadegan : Pendampingan Program Sadar
Lalu Lintas, Pembinaan Karakter
c) RA Diponegora Karangtengah, BA Karangtengah, TK
Pertiwi Pengadegan
Kemitraan MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dengan non
pemerintahan diwujudkan dengan:
a) Masjid Baitul Mutaqim : Tempat Praktek Ibadah dan
Pembinaan Anak
Kemitraan MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dengan Pihak
Swasta diwujudkan dengan:
a. Kerjasama dengan Pengrajin dalam kegiatan
pembelajaran
b. Kerjasama dengan Petani dalam kegiatan
pembelajaran
Yuridis dalam penyusunan Kurikulum Operasional di
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dikembangkan, berlandaskan pada ketentuan peraturan
perundang-undangan sebagai berikut:
1.
Landasan Yuridis
Landasan hukum yang dipergunakan MI Ma’arif NU Banjaran dalam mengembangkan dan menyusun
Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan. Tahun
Ajaran 2023 / 2024 adalah sebagai
berikut.
i.
Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
ii.
Peraturan
Pemerintah 13 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah 19 tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
iii.
Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Republik Indonesia
Nomor 8 Tahun 2014 tentang Kebijakan Madrasah Ramah Anak.
iv.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan
Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
v.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan
Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
vi.
Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan
dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah.
vii.
Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter
pada Satuan Pendidikan Formal.
viii.
Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.
ix.
Peraturan Gubernur
No.19 Tahun 2014 tentang Bahasa Daerah Sebagai Muatan Lokal Wajib di
madrasah/madrasah.
x.
Permendikbudristek
No.262 Tahun 2022 perubahan permendikbudristek no 56 2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Merdeka
xi.
Permendikbudristek
No.5 Tahun 2022 Tentang SKL Kurmer
xii.
Permendikbudristek
No.7 Tahun 2022 Tentang Standart Isi Kurmer
xiii.
Permendikbudristek
No.16 Tahun 2022 Tentang Standart Proses Kurmer
xiv.
Permendikbudristek
No.21 Tahun 2022 Tentang Standart Penilaian Kurmer
xv.
KMA Nomor 347 Tahun 2022 tentang Pedoman Kurikulum
Merdeka Pada Madrasah.
xvi.
SK Kepala Badan Standar
Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek No. 008 Tahun 2022 Ttng CP
Mapel umum
xvii.
SK Dirjen Pendis No. 3211 tentang CP/materi Agama dan B. Arab
xviii.
Permendikbudristek No.56/M/2022, proyek penguatan profil pelajar Pancasila
2.
Landasan Sosiologis
Madrasah, sebagai suatu lembaga pendidikan yang
bertanggung jawab terhadap proses belajar
siswa, memiliki tujuan yang mulia dalam mengembangkan pendidikan anak – anak Indonesia di lingkungannya. Sebagai bangsa
Indonesia, pendidikan yang mereka dapatkan berlandaskan pada agama dan nilai – nilai luhur yang dianut oleh bangsa serta tidak melupakan akar budaya dalam perjalanan belajar
mereka. Siswa Indonesia
diharapkan menjadi warga negara yang mandiri dan bertanggung jawab, menghargai kebhinekaan, mengedepankan berpikir positif dan kritis, serta mampu
berkolaborasi. Hal
tersebut bertujuan untuk melahirkan generasi penerus yang tangguh.
3.
Landasan Pedagogis
Madrasah adalah suatu lembaga yang terdiri atas siswa yang memiliki karakteristik unik. Siswa di kelas awal adalah anak-anak usia
dini yang masih berpikir konkret dan baru mengenal
pendidikan formal. Transisi
dari pendidikan sebelumnya membutuhkan program yang disesuaikan dengan perkembangan usia. Siswa pada tingkatan kelas yang
lebih tinggi adalah siswa dengan usia
transisi dari pendidikan usia dini ke jenjang
pendidikan yang membutuhkan pola berpikir yang lebih abstrak.
Pada jenjang ini keterampilan
berpikir siswa dikembangkan melalui proses belajar yang menantang sehingga kemampuan
kognitifnya berkembang
maksimal.
Siswa di Madrasah Ibtidaiyah membutuhkan pengenalan pendidikan karakter. Proses penanaman
pendidikan karakter dilakukan
melalui pembiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Belajar dari nilai-nilai baik yang mereka lihat di sekitar mereka menjadi
sangat penting. Madrasah dan rumah
harus memberikan contoh baik sehingga siswa dapat
belajar langsung dan meneladaninya. Proses
belajar ini menjadi fondasi yang sangat penting dan menjadi
bekal menuju jenjang pendidikan selanjutnya.
Pengalaman belajar yang beragam dan
kontekstual akan membantu siswa memahami konsep yang diberikan. Belajar
bagi siswa harus menyenangkan, bermakna,
sekaligus menantang. Kesempatan untuk bereksplorasi membantu
siswa menumbuhkan rasa ingin tahu.
Keberhasilan proses belajar setiap siswa akan
tercapai dengan dukungan dari semua pihak. Manajemen
madrasah yang responsif, guru yang memahami kebutuhan siswa, serta dukungan
positif dari orang tua akan membantu setiap anak memaksimalkan potensinya.
Visi, misi dan tujuan
Madrasah merupakan arah dan panduan bagi setiap individu maupun aspek kegiatan di Madrasah. Seluruh individu baik siswa,
guru, staf maupun karyawan harus memahami dan menjiwai visi misi Madrasah agar
dapat berjalan beriringan untuk dapat mencapai satu tujuan yang sama. Melalui visi dan misi yang diterjemahkan ke dalam setiap aspek kegiatan, Madrasah
akan mampu menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu berperan aktif dalam
perkembangan dunia
“CINTA ILMU,
BERBUDI LUHUR DAN UNGGUL DALAM PRESTASI”.
Untuk mencapai Visi tersebut, MI Ma’arif 2 Pengadegan menetapkan misi
sebagai berikut:
1.
Mendorong dan membantu siswa untuk mengenali potensi
dirinya agar dapat berkomunikasi dengan baik
2.
Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif,
sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang
dimiliki.
3.
Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama Islam dan
budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak.
4.
Menumbuhkan sikap perilaku yang santun dan akhlak yang
mulia.
5.
Mengembangkan budaya kompetitif kepada siswa agar mampu
meningkatkan kecakapan dan ketrampilan.
6.
Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan
seluruh warga sekolah dan kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah
(stakeholder).
7.
Menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, bersih,
indah, nyaman, aman dan kondusif.
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Visi Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan sejalan dengan pendidikan karakter dan Profil Pelajar
Pancasila dan Rahmatal Lil alamin. Oleh karena itu dalam pelaksanaan
misinya, pendidikan karakter dan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatal Lil alamin dilakukan dengan cara berikut ini:
|
Profil Pelajar Pancasila
|
Deskripsi
|
|
Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, dan
berakhlak mulia
|
Setiap pagi kegiatan pembelajaran selalu diawali dengan renungan dalam
bentuk:
●
Renungan keagamaan
●
Renungan moral berbasis keagamaan
●
Pembimbingan setiap
siswa bermasalah melalui pendekatan keagamaan
|
|
Kebinekaan
global
|
Semua kegiatan di Madrasah tidak
bertentangan dengan budaya luhur
dan identitas bangsa Indonesia. Siswa dididik untuk menghargai budaya lain
dengan tetap memegang teguh budaya luhur bangsa Indonesia.
|
|
Bergotong
royong
|
Penanaman sikap bergotong royong dilaksanakan dalam bentuk:
●
Pembelajaran kolaborasi yang dilaksanakan melalui berbagai
kegiatan kelompok.
●
Kegiatan
sosial yang bertujuan untuk memupuk jiwa kepedulian dan berbagi di kalangan siswa
|
|
Kreatif
|
Proses pembelajaran dilakukan untuk
mengasah kreatifitas siswa agar dapat menghasilkan sesuatu yang orisinal dan bermanfaat bagi masyarakat
|
|
Bernalar
kritis
|
Setiap proses pembelajaran mengarah
kepada Higher Order Thinking Skill
dimana siswa dituntut untuk dapat melakukan analisa dalam pengambilan keputusan.
|
|
Mandiri
|
Dengan sistem pembelajaran student-centered, siswa
dituntut untuk mandiri
karena siswa merupakan subjek dari proses pembelajaran sehingga dapat
menumbuhkan tanggung jawab siswa terhadap kelangsungan dan keberhasilan
proses pembelajaran
|
Berdasarkan pemahaman akan visi,
dan misi Madrasah,
maka semua kegiatan
Madrasah untuk tahun ajaran 2023-2024 harus mengarah kepada pengembangan
kemampuan siswa untuk dapat menjadi pembelajar seumur hidup Pelajar Pancasila
dan Profil Pelajar Rohmatal Lil ’Alamin . Untuk dapat mencapai ini, Madrasah
Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan menerapkan strategi baik untuk siswa maupun
untuk guru.
Tujuan Madrasah termuat
dalam perencanaan jangka pendek, menengah dan
panjang. Strategi Madrasah untuk
mengembangkan kemampuan siswa untuk dapat menjadi pembelajar seumur hidup dilakukan melalui
perencanaan sebagai berikut:
|
Perencanaan
jangka pendek (1 tahun)
|
●
Mengintegrasikan
Profil Pelajar Pancasila dan
Rahmatal lil alamim ke dalam kegiatan pembelajaran dan semua
kegiatan lain di Madrasah
●
Meningkatkan budaya membaca melalui:
▪
kegiatan 10 menit membaca per hari
▪
tugas membaca buku minimal
2 buku per
semester
|
|
Perencanaan
jangka menengah (4 tahun)
|
●
Semua
siswa memahami dan menerapkan karakteristik Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatal Lil alamin dalam kesehariannya
●
Meningkatkan
kemampuan siswa dalam bidang penelitian
sebagai bentuk pengembangan dari pendekatan project- based learning dan higher
order thinking skills (HOTS)
|
|
Perencanaan
jangka panjang (8 tahun)
|
●
Profil
Pelajar Pancasiladan Rahmatal lil
alamin merupakan salah satu ciri dari profil
lulusan Madrasah
●
Lebih banyak
siswa yang dapat
berpartisipasi dalam ajang bertaraf dunia
|
Strategi Madrasah untuk meningkatkan kualitas guru dalam mencapai tujuan
dilakukan dengan melalui perencanaan sebagai berikut:
|
Perencanaan
jangka pendek (1 tahun)
|
●
Pembimbingan
mengenai pengintegrasian Profil Pelajar Pancasila dan rahmatal lil alamin ke dalam seluruh aspek kegiatan Madrasah
●
Meningkatkan
kemampuan mengajar guru melalui pelatihan internal (sebulan sekali) maupun
pelatihan dari luar Madrasah
|
|
Perencanaan
jangka menengah (4 tahun)
|
●
Guru memahami, menjiwai dan menerapkan Profil Pelajar
Pancasila dan Rahmatal Lila alamin dalam segala kegiatan di Madrasah
●
Pelatihan
guru dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan
pembelajaran interaktif berbasis teknologi dalam Kelas digital
|
|
Perencanaan
jangka panjang (8 tahun)
|
●
Karakteristik
Profil Pelajar Pancasila dan
rahmatal lil Alamin
merupakan salah satu ciri dominan dalam segala kegiatan Madras
●
Pembelajaran
dilaksanakan secara interaktif berbasis teknologi dalam kelas digital
|
Tujuan Madrasah berkaitan erat dengan karakteristik lulusan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan mempunyai 2 aspek dalam karakteristik
lulusannya, yaitu:
1.
Aspek masa sekarang berupa
pengembangan kemampuan belajar
2.
Aspek masa mendatang berupa
peran aktif sebagai pembelajaran mandiri seumur
hidup
Masa
sekarang Masa mendatang
Proses pengembangan kemampuan belajar mandiri untuk nantinya di masa
mendatang menjadi pembelajar seumur hidup dilaksanakan melalui kegiatan
berikut:
|
Bentuk kegiatan
|
Uraian
kegiatan
|
|
Project based learning
|
Kegiatan pembelajaran dengan siswa sebagai
subyek dalam perencanaan dan pelaksanaan project
|
|
Organisasi
(kolaborasi)
|
Organisasi kesiswaan pelatihan kepemimpinan
|
|
Camp
pengembangan diri
|
Kegiatan agar siswa memahami karakter, kemampuan
dan potensi diri sekaligus dengan bagaimana cara mengembangkannya
|
|
Mentoring
|
Pembimbingan intensif per individu atau kelompok
kecil yang dilakukan oleh guru yang ditunjuk
|
Kompetensi/karakteristik lulusan Profil Pelajar Pancasila dan Profil
Pelajar Rohmatal Lil ’Alamin yang akan dihasilkan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah sebagai berikut:
|
Pembelajar seumur hidup
|
Deskripsi
|
|
Selalu belajar
seumur hidup
|
Belajar secara mandiri agar mampu mengikuti
perkembangan
|
|
Kemampuan
berkomunikasi
|
Mendengar untuk belajar dari orang lain dan
berani menyampaikan pendapatnya
|
|
Kemampuan untuk
bekerja sama
|
Tidak mengutamakan kepentingan pribadi, tapi
mengutamakan kemajuan bersama
|
|
Kemampuan untuk
berpikir kritis
|
Mampu melihat dari berbagai sudut pandang dan
mampu menganalisa dengan bijak
|
|
Kemampuan untuk
berpikir kreatif
|
Mampu menemukan hal-hal baru yang dapat menjadi
solusi dari permasalahan yang ada
|
|
Memiliki
wawasan global
|
Mampu melihat segala sesuatu tidak hanya dari
lingkup nasional tetapi juga dari lingkup internasional
|
Berdasarkan pada
KMA No. 347 Tahun 2022 dan Buku Panduan Implemntasi Kurikulum Merdeka pada
Madrasah bahwa Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada madrasah diterapkan
secara bertahap. Pada tahun pertama Implementasi Kurikulum Merdeka pada jenjang
MI dapat diterapkan pada kelas I dan 4 dan kelas 2, 3, 5 dan 6 masih
menggunakan kurikulum 2013.
Dengan acuan
dasar diatas, maka pengorganisasian pembelajaran untuk kelas 1 dan 4 di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan merujuk pada
ketentuan yang dijelaskan dalam Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam
panduan tersebut dijelaskan bahwa Pengorganisasian pembelajaran adalah cara
madrasah mengatur pembelajaran muatan kurikulum dalam satu rentang waktu.
Pengorganisasian ini termasuk pula mengatur beban belajar dalam struktur
kurikulum, muatan mata pelajaran dan area belajar, pengaturan waktu belajar
serta proses pembelajaran.
Pengorganisasian
pembelajaran di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan utama, yaitu
pembelajaran intrakurikuler yang berorientasi pada Capaian Pembelajaran (CP)
serta kokurikuler dalam bentuk projek untuk pencapaian Profil Pelajar Pancasila
dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin. Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin juga dapat dirancang secara
terpadu/terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler atau ekstrakurikuler.
Selain
intrakurikuler dan kokurikuler, MI Ma’arif NU 2 Pengadegan menyusun kegiatan
ekstrakurikuler untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan,
kepribadian, kerja sama dan kemandirian peserta didik secara optimal.
Secara rinci
pengorganisasian pembelajaran di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dapat diorganisir dalam
bentuk struktur kurikulum yang dapat dideskripsikan dalam penjelasan berikut :
Intrakurikuler
adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang ditempuh
peserta didik. Adapun mata pelajaran yang diselenggarakan oleh kelas 1 di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah
Pendidikan Agama (Al-Qur'an Hadits, Akidah Akhlak, Fikih), Bahasa Arab,
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika,
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Mapel Pilihan (Seni Budaya
dan Prakarya), Bahasa Inggris, Mapel Pilihan (Seni Budaya dan Prakarya) serta
Mata Pelajaran muatan lokal (Bahasa Jawa ).
Adapun
mata pelajaran yang diselenggarakan oleh kelas 4 di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan adalah
Pendidikan Agama (Al-Qur'an Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, SKI), Bahasa Arab,
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK),
Mapel Pilihan (Seni Budaya dan Prakarya), Bahasa Inggris, Mapel Pilihan (Seni
Budaya dan Prakarya) serta Mata Pelajaran muatan lokal (Bahasa Jawa ).
Muatan
lokal merupakan bahan kajian pada madrasah yang berisi muatan dan proses
pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksud untuk membentuk
pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya. Muatan
lokal di MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan sesuai dengan peraturan Gubernur
Provinsi Jawa Tengah yaitu memilih Bahasa Jawa
Strategi
pelaksanaan pembelajaran Bahasa Jawa sesuai dengan peraturan Gubernur Provinsi
Jawa Tengah yaitu 2 jam pelajaran per minggu dengan berbasis pada budaya, tata
nilai, dan kearifan lokal yang berkembang di lingkungan masyarakat untuk
menciptakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Pembelajaran Bahasa Jawa di ajarkan dengan memperhatikan aspek pragmatik,
atraktif, rekreatif, dan komunikatif.
Pembelajaran
di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan menekankan pada pembelajaran berbasis literasi
dengan mengangkat nilai luhur budaya lokal dan mengacu pada tema-tema yang
sudah ditentukan dalam capaian pembelajaran. Dalam pembelajaran berbasis
literasi ini peserta didik diharapkan mampu untuk mengkreasikan ide/gagasan
untuk memperoleh sebuah karya dalam bentuk tulisan. Pada akhirnya karya ini
akan didokumentasikan dalam berbagai bentuk contohnya buku, artikel, atau
publikasi digital.
Dalam
pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis literasi ini tetap harus
mengimplementasikan model dan syntak pembelajaran yang sudah ada diantaranya
Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, Inquiry
Based Learning, dan model pembelajaran lain yang relevan.
Struktur
kurikulum pada kegiatan intrakurikuler untuk kelas 1 dan 4 di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan dapat dideskripsikan dalam tabel berikut:
|
Struktur Kurikulum
Merdeka MI Kelas I & 4
|
|
Tahun Pelajaran
2023/2024
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Mata Pelajaran
|
Alokasi
Waktu Per Tahun (Minggu)
|
|
Kelas I
|
Kelas IV
|
|
Pendidikan Agama Islam*
|
|
|
|
|
|
a.
|
Al Quran Hadis
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
|
b.
|
Akidah Akhlak
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
|
c.
|
Fikih
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
|
d.
|
SKI
|
-
|
|
-
|
|
-
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
|
Bahasa Arab
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
|
Pendidikan Pancasila
|
144
|
(
|
4
|
)
|
JP
|
144
|
(
|
4
|
)
|
JP
|
|
Bahasa Indonesia
|
216
|
(
|
6
|
)
|
JP
|
216
|
(
|
6
|
)
|
JP
|
|
Matematika
|
144
|
(
|
4
|
)
|
JP
|
180
|
(
|
5
|
)
|
JP
|
|
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
|
-
|
|
-
|
|
-
|
180
|
(
|
5
|
)
|
JP
|
|
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
|
108
|
(
|
3
|
)
|
JP
|
108
|
(
|
3
|
)
|
JP
|
|
Seni dan Budaya**:
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
|
Seni Musik
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Seni Rupa
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
|
3.
|
Seni Teater
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
Seni Tari
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Prakarya (Budidaya,
Pengolahan, Kerajinan, dan Rekayasa)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bahasa Inggris
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
72
|
(
|
2
|
)
|
JP
|
|
Jumlah
|
1044
|
|
29
|
|
0
|
1332
|
|
37
|
|
0
|
|
Muatan Lokal ***
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
|
Bahasa Jawa
|
36
|
(
|
1
|
)
|
JP
|
36
|
(
|
1
|
)
|
JP
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total *****)
|
1080
|
(
|
30
|
)
|
JP
|
1368
|
(
|
38
|
)
|
JP
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Catatan:
·
Siswa yang berasrama maupun yang terintegrasi dengan
pondok pesantren pelaksanaan proyek bisa lebih fleksibel dan dinamis dalam mengembangkan sistem pengaturan waktu pembelajarannya
bekerja sama dengan kepala asrama maupun pengurus pondok pesantren.
·
Pelaksanaan P5 dan P2RA dilaksanakan scra intra
maupun kokurikuler
·
Pelasanaan P5 dan P2RA semua Mapel
alokasi 20 sd 30 % dari jumlah Jam dalam satu Tahun, dilaksanakan secara khusus sesuai dengan
karakteristik madrasah dengan tetap memenuhi prinsip pelaksanaan P5 RA
Jam pelajaran di atas adalah untuk kegiatan intrakurikuler, MI Ma'arif NU 2
Pengadegan menyediakan tambahan waktu 20% (dua puluh persen) dari total jam
pelajaran selama 1 (satu) tahun untuk kegiatan Penguatan Proyek Profil Pelajar
Pancasila (P5) & Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin (P2RA).
Jam pelajaran
untuk kegiatan Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) & Profil
Pelajar Rahmatan lil 'Alamin (P2RA) di MI Ma'arif NU 2 Pengadegan adalah :
|
Kegiatan Proyek
|
Alokasi Waktu Per Tahun (Minggu)
|
|
|
Kelas I
|
Kelas IV
|
|
Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5)
& Profil Pelajar Rahmatan lil
'Alamin (P2RA)
|
209 (6) JP
|
266 (7) JP
|
|
Jumlah JP Intrakurikuler dan Kokurikuler
|
1325 (37) JP
|
1670 (46) JP
|
MI Ma'arif NU 2 Pengadegan
menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater,
dan/atau Seni Tari). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni (Seni Musik,
Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari). Dengan alokasi Waktu 2 (dua) JP per
minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan
dan 1 JP atau 32 JP pertahun diitegrasikan ke P5 dan P2RA
MI
Ma'arif NU 2 Pengadegan memilih mulok Bahasa Jawa dan Ke NUan dengan alokasi
Waktu masing-masing 1 (satu) JP per
minggu atau 36 (tiga puluh enam) JP per tahun.
Berdasarkan assessmen awal
yang dilaksanakan guru MI Ma'arif NU 2 Pengadegan kepada seluruh peserta didik,
didapatkan informasi bahwa tidak ditemukan anak dengan kebutuhan khusus.
Sehingga kurikulum yang dilaksanakan adalah kurikulum regular. Oleh karena itu,
MI Ma'arif NU 2 Pengadegan tidak menyelenggarakan Pendidikan inklusif,
melainkan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai denga kebutuhan,
bakat, dan minat peserta didik.
Struktur
kurikulum disusun mengacu pada struktur kurikulum yang terdapat dalam KMA Nomor
184 Tahun 2019 sebagai berikut;
|
Mata Pelajaran
|
|
|
|
|
|
Kelompok A
|
II
|
III
|
V
|
VI
|
|
1.
|
Pendidikan Agama Islam
|
|
|
|
|
|
|
a. Al-Qur’an Hadis
|
2
|
2
|
2
|
2
|
|
|
b. Akidah Akhlak
|
2
|
2
|
2
|
2
|
|
|
c. Fikih
|
2
|
2
|
2
|
2
|
|
|
d.
Sejarah Kebudayaan Islam
|
-
|
2
|
2
|
2
|
|
2
|
Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan
|
5
|
6
|
4
|
4
|
|
3
|
Bahasa Indonesia
|
9
|
9
|
7
|
7
|
|
4
|
Bahasa Arab
|
2
|
2
|
2
|
2
|
|
5
|
Matematika
|
6
|
6
|
6
|
6
|
|
6
|
Ilmu Pengetahuan Alam
|
-
|
-
|
3
|
3
|
|
7
|
Ilmu Pengetahuan Sosial
|
-
|
-
|
3
|
3
|
|
Kelompok B
|
|
|
|
|
|
1
|
Seni
Budaya dan Prakarya*
|
4
|
4
|
5
|
5
|
|
2
|
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
|
4
|
4
|
4
|
4
|
|
3
|
Bahasa Jawa
|
2
|
2
|
2
|
2
|
|
4
|
Ke Nuan
|
1
|
1
|
1
|
1
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah
|
39
|
43
|
45
|
45
|
Muatan KTSP
meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban
belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu, materi
muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.
Hal-hal yang harus dimasukkan
tim pengembang kurikulum madrasah dalam dokumen KTSP dokumen 1 sebagai berikut:
1) Muatan nasional mencakup mata pelajaran
dan alokasi waktu yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Permendikbud) maupun Keputusan Menteri Agama (KMA) atau peraturan
lain yang berlaku. Mata pelajaran adalah seluruh mata pelajaran yang diajarkan
di madrasah dengan tetap berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum
dalam KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada
Madrasah. Sedangkan alokasi waktu adalah waktu yang tersedia dalam setiap mata
pelajaran. Madrasah dapat menambah beban belajar maksimal 6 jam pelajaran.
Penambahan 6 jam pelajaran tersebut sudah termasuk di dalamnya mata pelajaran
muatan lokal.
2) Disamping itu madrasah dapat merelokasi
jam pada mata pelajaran tertentu untuk mata pelajaran lain sebanyak-banyaknya 6
JTM untuk keseluruhan relokasi, dengan ketentuan bahwa relokasi tersebut dengan
memindahkan mata pelajaran kelompok B ke mata pelajaran kelompokMadrasah dapat
melakukan relokasi jam pelajaran dengan pertimbangan kebutuhan peserta didik,
akademik, dan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Merelokasi jam
pelajaran bukan karena pertimbangan kekurangan atau kelebihan guru.
Pada kurikulum 2013, mata
pelajaran dikelompokkan menjadi dua yaitu kelompok A dan kelompok B. Kelompok A
tediri dari 4 mata pelajaran untuk kelas I – III dan 6 mata pelajaran untuk
kelas IV – VI.
Tabel Komponen Mata Pelajaran Kurikulum 2013 SD/MI
|
Komponen Mata pelajaran
|
|
Kelompok A
|
|
1.
|
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
|
|
2.
|
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
|
|
3.
|
Bahasa Indonesia
|
|
4.
|
Matematika
|
|
5.
|
Ilmu Pengetahuan Alam
|
|
6.
|
Ilmu Pengetahuan Sosial
|
|
Kelompok B
|
|
1.
|
Seni Budaya
dan Prakarya
|
|
2.
|
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
|
Keterangan:
a)
Mata
pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat memuat Bahasa Daerah
b)
Selain
kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum
diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler Sekolah Dasar / Madrasah
Ibtidaiyah antara lain Pramuka (Wajib), Silat, dan Usaha
Kesehatan Sekolah.
c)
Kegiatan
ekstrakurikuler seperti Pramuka (terutama), Unit Kesehatan Sekolah, dan yang
lainnya adalah dalam rangka mendukung pembentukan kompetensi sikap sosial
peserta didik, terutamanya adalah sikap peduli. Di samping itu juga dapat
dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan
maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit.
d)
Mata
pelajaran kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontenya dikembangkan
oleh pusat. Mata pelajaran kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni
Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah
kelompok mata pelajaran yang kontenya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi
dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah
e)
Sebagai
pembelajaran tematik terpadu, angka jumlah jam pelajaran per minggu untuk tiap
mata pelajaran adalah relatif. Guru dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan
peserta didik dalam pencapaian kompetensi yang diharapkan
f)
Jumlah
alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat
ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
3.2.1
Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk
mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah
yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau
terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran sendiri.
Muatan lokal merupakan mata
pelajaran sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan standar kompetensi dan
kompetensi dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan oleh
satuan pendidikan.
v
Komponen Muatan Lokal Bahasa Jawa
Bahasa Jawa
merupakan muatan lokal wajib Provinsi Jawa Tengah. Muatan lokal Bahasa Jawa wajib bagi semua
siswa kelas I hingga kelas VI. Alokasi waktu adalah 2 jam pelajaran.
Tujuan:
Untuk mengembangkan apresiasi
terhadap bahasa dan budaya Jawa Tengah, mengenalkan identitas masyarakat Jawa
Tengah dan menanamkan kecintaan pada Bahasa Jawa.
Ruang Lingkup:
a.
Kemampuan
berkomunikasi yang meliputi mendengarkan (ngrungokake), berbicara (guneman),
membaca (maca), dan menulis (nulis).
b.
Kemampuan menulis huruf Jawa.
v Komponen Muatan Lokal Ke
Nuan
Pendidikan Ke Nu
an adalah salah satu mata pelajaran pokok di semua lembaga pendidikan Ma’arif.
Dari pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi di bawah persyarikatan
Muhammadiyah. Saat ini secara normatif telah disusun rumusannya dalam bentuk bahan
ajar Al Islam dan Ke Nuan
Ke Nu an dijadikan
pelajaran pokok dengan tujuan agar dapat diamati, dipahami dan dihayati oleh
setiap peserta didik. Selain itu diharapkan agar kelak peserta didik bersedia
dengan suka rela mengamalkan berbagai prinsip keyakinan dan cita-cita para
Ulama NU.
Ruang lingkup
muatan local Ke NU an meliputi aspek:
a.
sejarah berdirinya,
b.
organisasi,
c.
perjuangan,
d.
amal usaha, dan
e.
tokoh pemimpinnya.
f.
Amalan orang NU
g.
Ciri khas orang NU
Peminatan Diri
Pengembangan diri bukan
merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri
bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan
mengekspresikan diri sesuai kebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik
sesuai dengan kondisi madrasah.
Pengembangan diri adalah
kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan
minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi madrasah.
Bentuk kegiatan pengembangan diri:
1)
Pengembangan
diri tidak terprogram (Pembiasaan)
Pembiasaan
diri rutin
a)
Upacara
bendera setiap hari senin dan tanggal 17 di setiap bulan
Tujuan: Menumbuhkan rasa cinta
tanah air, menumbuhkan jiwa patriotisme, dan menghargai jasa Pahlawan.
Ruang lingkup: Pembiasaan
upacara bendera setiap hari senin dan tanggal 17 di setiap bulan
b)
Jum’at sehat
Tujuan:
Menumbuhkan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Ruang lingkup:
Pembiasaan hidup sehat dan gemar berolahraga
c)
Jum’at bersih
Tujuan:
Menumbuhkan hidup bersih dan tanggap terhadap lingkungan dalam kehidupan
sehari-hari.
Ruang lingkup:Pembiasaan hidup bersih di
madrasah dan di rumah.
d)
Pembiasaan
Shalat Dluha dan Shalat Dhuhur Berjamaah
Tujuan: Untuk
membiasakan dan menanamkan kecintaan menjaga shalat fardlu.
Ruang Lingkup:
Pembiasaan shalat dluha dan shalat dhuhur berjamaah
e)
Tadarus
Al Qur’an dan Hafalan Surat Pendek Juz 30
Tujuan: Untuk
menanamkan rasa cinta terhadap Al Qur’an dan membiasakan peserta didik agar
senantiasa membaca Al Qur’an.
Ruang Lingkup:
Pembiasaan membaca Al Qur’an dan menghafal surat pendek juz 30 setiap hari.
Pembiasaan diri
spontan
1.
Memberi
salam ketika masuk ruangan.
2.
Memberi
salam kepada guru atau teman
3.
Mengucapkan kalimatthoyibah
4.
Masuk
ruang kelas/guru dengan kaki kanan terlebihdahulu
5.
Masuk
kamar mandi dengan kaki kiri
Pembiasaan diri keteladanan
1.
Pakaian
2.
Bahasa yang baik
3.
Rajin membaca
4.
Memuji kebaikan
5.
Datang tepat waktu
2)
Pengembangan diri terprogram
(Ekstrakurikuler)
a)
Kepramukaan
Tujuan:
Untuk melatih peserta didik agar terampil dan mandiri, menanamkan sikap peduli
terhadap orang lain, melatih agar mampu bekerja sama dengan orang lain,
menanamkan sikap disiplin, menumbuhkan rasa percaya diri.
Ruang
Lingkup: Keterampilan personal, Keterampilan sosial, Keterampilan vokasional
sederhana.
b)
UKS d
Tujuan: Untuk menumbuhkan
kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Ruang Lingkup: Pembiasaan hidup sehat, Keterampilan penanganan pertama pada
kecelakaan.
c)
Seni Bela
Diri
Tujuan:
Untuk menumbuhkan patriotisme
keanekaragaman budaya dan mengarahkan kreatifitas peserta didik
dalam bidang seni bela diri.
Ruang
Lingkup: Keterampilan memainkan alat music, Menciptakan inovasi dalam memainkan
alat music
d)
Seni Baca Al Qur’an/TPQ
Tujuan: Untuk menumbuhkan apresiasi
(penghargaan) peserta didik terhadap seni budaya islami, memupuk bakat dan
minat peserta didik di bidang seni baca Al Qur’an serta menumbuhkan rasa
percaya diri.
Ruang
Lingkup: Keterampilan seni membaca Al Qur’an
Ketuntasan Belajar
1.
Kriteria
Ketuntasan Minimum (KKM)-(Panduan penilaian 2016)
Kriteria
Ketuntasan Minimum (KKM) Belajar adalah tingkat pencapaian standar kompetensi
dan kompetensi dasar mata pelajaran oleh siswa per mata pelajaran. Penentuan
kriteria ketuntasan minimal belajar ini ditetapkan dengan memperhatikan; (1)
Tingkat kompleksitas (kesulitan dan kerumitan) setiap indikator pencapaian
kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa; (2) Tingkat kemampuan (intake)
rata-rata siswa di madrasah; danketersediaan sumber daya pendukung dalam
penyelenggaraan pembelajaran.
KRITERIA
KETUNTASAN MINIMAL (KKM) PER MATA PELAJARAN PERKELAS
|
No
|
Komponen
|
Kriteria
Ketuntasan Minimum
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
A.
|
Mata Pelajaran
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
|
Pendidikan Agama
|
|
|
|
|
|
|
|
|
a. Qur’an Hadits
|
70
|
70
|
70
|
70
|
70
|
70
|
|
|
b. Akidah Akhlak
|
75
|
75
|
75
|
75
|
75
|
75
|
|
|
c. Fikih
|
75
|
75
|
75
|
75
|
75
|
75
|
|
|
d. SKI
|
-
|
-
|
60
|
60
|
60
|
60
|
|
2.
|
Pendidikan Kewarganegaraan
|
70
|
70
|
70
|
70
|
70
|
70
|
|
3.
|
Bahasa Indonesia
|
75
|
75
|
75
|
75
|
75
|
75
|
|
4.
|
Bahasa Arab
|
-
|
-
|
60
|
60
|
60
|
60
|
|
5.
|
Matematika
|
70
|
70
|
70
|
70
|
70
|
70
|
|
6.
|
Ilmu Pengetahuan Alam
|
70
|
75
|
75
|
70
|
75
|
75
|
|
7.
|
Ilmu Pengetahuan Sosial
|
70
|
70
|
70
|
70
|
|
8.
|
Seni Budaya dan Keterampilan
|
70
|
70
|
70
|
70
|
70
|
70
|
|
9.
|
Pendidikan Jasmani
|
70
|
70
|
70
|
70
|
70
|
70
|
|
B.
|
Muatan Lokal
|
|
|
|
|
|
|
|
|
a. Bahasa Jawa
|
65
|
65
|
65
|
65
|
65
|
65
|
|
|
b. BTA
|
70
|
70
|
70
|
70
|
70
|
70
|
|
|
c. Bahasa Inggris
|
60
|
-
|
-
|
60
|
60
|
60
|
|
|
a. MDNU
|
-
|
-
|
-
|
70
|
70
|
70
|
|
10.
|
Pengembangan Diri
|
|
|
|
|
|
|
|
a. Shalat Dluha dan
Dluhur
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
|
b. Tadarus Al Qur’an dan
Hafalan
Surat pendek juz 30
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
|
c. Kepramukaan
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
|
d. UKS
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
|
e. Seni Baca Al Qur’an
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
|
f. Seni Rebana
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
Ket: Menggunakan kurikulum
2013 dengan pendekatan Tematik Terpadu dan Autentic Assesment.
Setelah KKM setiap muatan/mata
pelajaran ditentukan, KKM satuan pendidikan dapat ditetapkan dengan memilih KKM
yang terendah dari seluruh KKM muatan/mata pelajaran. Untuk MI Ma’arif NU 2
Pengadegan, KKM terendah dari seluruh muatan/mata pelajaran adalah 70.
Rentang predikat dapat
menggunakan satu ukuran yang sama di satu sekolah. Karena KKM satuan pendidikan
70, berarti predikat Cukup dimulai dari nilai 70.Rentang predikat untuk semua
mata pelajaran menggunakan rumus sebagai berikut:
Rentang Predikat = nilai
maksimum – KKM = 110 – 70 = 11
3 3
*Keterangan: angka 3
pada rumus diperoleh dari jumlah predikatselain D (A,B, dan C) Sehingga panjang
interval untuk setiap predikat 8 atau 9.
Karena rentang predikat
nilainya 8 atau 9, maka rentang predikatnya sebagai berikut:
|
KKM Sat.
Pend
|
Panjang Interval
|
Rentang Predikat
|
|
A (Sangat
Baik)
|
B
(Baik)
|
C (Cukup)
|
D
(Perlu
Bimbingan
|
|
70
|
30:3 = 11
|
90< A<110
|
80<B<89
|
70<C<79
|
D< 70
|
Satuan pendidikan ini menggunakan prinsip mastery learning
(ketuntasan belajar), ada perlakuan khusus untuk peserta didik yang belum
maupun sudah mencapai ketuntasan. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus
mengikuti kegiatan remedial, sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM
mengikuti kegiatan pengayaan
1)
Dalam setahun harus dilaksanakan 3 proyek
2)
Pelaksanaan
proyek dilakukan dengan cara kolaborasi (integrasi beberapa mata pelajaran yang
berkaitan dengan topik)
3)
Proyek dapat
dilaksanakan dalam satu atau dua semester (disesuaikan dengan kondisi di
lapangan)
4)
Rencana
pelaksanaan pembelajaran Mata pelajaran Aqidah Akhlak dan PPKn disusun
berdasarkan capaian pembelajaran dengan mengintegrasikan dengan proyek
penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatal
lil alamin. Uraian proyek penguatan profil Pelajar
Pancasila dan Rahmatal lill Alamin untuk ketiga tema ini termuat dalam lampiran (disertai dengan contoh RPP)
5)
Tiga tema
utama proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan
rahamatal Lil alamin yang digunakan untuk tahun
ajaran 2023-2024 adalah:
●
Perubahan Iklim Global
●
Sejarah Rakyat Indonesia
●
Bineka Tunggal Ika
●
Keteladanan
●
Toleransi
●
Tawasuth
6)
Jadwal pelaksanaan proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan setiap hari dalam minggu ke-1 sampe minggu ke-4
seperti terlihat pada tabel di bawah ini:
|
|
Senin
|
Selasa
|
Rabu
|
Kamis
|
Jum’at
|
Sabtu
|
|
Minggu ke-1
|
|
|
|
P5 & RA
|
|
P5 & RA
|
|
Minggu ke-2
|
|
|
|
P5 & RA
|
|
P5 & RA
|
|
Minggu ke-3
|
|
|
|
P5 & RA
|
|
P5 & RA
|
|
Minggu ke-4
|
|
|
|
P5 & RA
|
|
P5 & RA
|
Minggu ke-1 sampe minggu ke-4 adalah jadwal
pelaksanaan proyek di kelas dimana
siswa dapat berdiskusi dan berkoordinasi dengan guru dan teman
sekelasnya. Minggu ke -2 dan minggu ke-4 adalah jadwal pelaksanaan proyek
secara mandiri (ini sesuai dengan filosofi student-centered
yang diterapkan pada Madrasah
Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Pengadegan
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin
(P2RA) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk
menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil
pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil 'alamin yang disusun
berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Proyek penguatan profil pelajar
rahmatan lil alamiin beriringan dan disatukan dengan Proyek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila.
Pelaksanaan
proyek penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil
'alamin dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu
pelaksanaan. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya dapat dilaksanakan terpisah
atau terpadu dengan pembelajaran intrakurikuler dan dapat pula terintegrasi
dengan pembelajaran intrakurikuler tergantung keefektivan capaian pembelajaran
yang dibutuhkan oleh siswa.
Proyek
penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil 'alamin di
MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan menambah alokasi waktu 20% (dua puluh persen) dari total jam pelajaran
selama 1 (satu) tahun dan dilaksanakan secara berkelompok sesuai Fase A (kelas
I dan II), Fase B (kelas III dan kelas IV) dengan pengalokasian waktu untuk
kelas 1 adalah 209 (6) Jam pelajaran,
untuk kelas 4 adalah 266 (7) jam pelajaran dalam setahun dan dilaksanakan pada
setiap hari sabtu setiap minggu.
Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan proyek penguatan profil pelajar Rahmatan
lil ‘Alamiin bagi madrasah pelaksana Kurikulum Operasional Madrasah (KOM)
Kurikulum Merdeka jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI)
wajib memilih minimal 2 (dua)proyek/ tema untuk dilaksanakan per tahunnya.
Di
MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan, kepala madrasah dan tim fasilitator memutuskan bahwa di tahun pelajaran
2023/2024 ingin fokus pada dimensi profil berkebhinnekaan global,
bergotong-royong dan bernalar kritis. Sementara tema projek pilihannya adalah
Kearifan Lokal dan Kewirausahaan. Dimensi dan tema tersebut berdasarkan kondisi
dan kebutuhan lingkungan madrasah.
Berdasarkan
hal tersebut, tim fasilitator pada kelas I memetakan projek profil sebagaimana
tercantum dalam tabel berikut:
|
|
Projek Profil 1
|
Projek Profil 2
|
|
Dimensi
Pelajar
Pancasila
|
Berkebhinnekaan
Global, Bergotong- Royong
|
Bergotong-Royong
dan
Bernalar Kritis
|
|
Nilai
Pelajar
Rahmatan Lil 'Alamin
|
Kewarganegaraan
& kebangsaan
(Muwaṭanah)
|
Toleransi
(Tasāmuh), Dinamis dan inovatif (Tathawwur wa Ibtikâr)
|
|
Tema
|
Kearifan Lokal
|
Kewirausahaan
|
|
Alokasi Waktu
|
122
|
|
JP
|
108
|
|
JP
|
|
|
|
|
|
|
|
Selanjutnya
tim fasilitator pada kelas IV memetakan projek profil sebagaimana tercantum
dalam tabel berikut:
|
|
Projek Profil 1
|
Projek Profil 2
|
|
Dimensi Pelajar
Pancasila
|
Berkebhinnekaan
Global, Bergotong-
Royong
|
Bergotong-Royong
dan
Bernalar Kritis
|
|
Nilai Pelajar
Rahmatan Lil
Alamin
|
Kewarganegaraan
&
kebangsaan
(Muwaṭanah)
|
Toleransi
(Tasāmuh),
Dinamis dan inovatif
(Tathawwur wa
Ibtikâr)
|
|
Tema
|
Kearifan Lokal
|
Kewirausahaan
|
|
Alokasi Waktu
|
133
|
|
JP
|
133
|
|
JP
|
|
|
|
|
|
|
|
Total JP diatas tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal
dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan madrasah.
Pengemasan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin
di MI Ma’arif
NU 2 Pengadegan berada di luar jam pembelajaran regular dengan komposisi 20% dari
alokasi waktu selama satu tahun. Sehingga proyek ini tidak mengganggu atau
mengurangi jumlah jam pembelajaran intrakurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler
sebagai wadah mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian,
kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal. Untuk menyalurkan
minat dan bakat siswa, ekstrakurikuler yang dilaksanakan di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan tahun ajaran
2023/2024 antara lain: Ekstrakurikuler Wajib dan pilihan
Eksrakurikuler wajib merupakan
kegiatan yang wajib diikuti oleh semua siswa dari kelas I sampai VI,
ekstrakurikuler wajib yang dilaksanakan adalah pramuka.
Ekstarakurikuler pilihan yang
dilaksanakan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa terdiri dari beberapa
bidang.
Jenis kegiatan yang dapat
dilaksanakan di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan pada tahun pelajaran 2023/2024 dapat dideskripsikan
pada tebel berikut:
|
Kegiatan
|
Deskripsi
|
|
Pramuka
|
Ekskul Pramuka merupakan
Ekskul Pilihan Wajib bagi siswa laki-laki maupun perempuan
|
|
Volly
|
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan terkenal
dengan tim Vollynya yang telah memenangkan berbagai pertandingan di tingkat
nasional maupun internasional. Melalui ekskul dapat dilakukan regenerasi agar
tim basket MI Ma’arif NU 2 Pengadegan tetap bertahan sebagai tim yang kuat.
|
|
Badminton
|
Ekskul badminton merupakan cabang olahraga yang disukai siswa baik
laki-laki maupun perempuan
|
|
Hadroh
|
Ekskul Hadroh merupakan ekskul yang
sangat disukai terutama siswa Perempuan.
|
|
Bela Diri
|
Ekskul Bela Diri Pagar Nusa memberi peluang bagi yang ingin belajar
di dunia persilatan yang sangat menarik bagi kalangan siswa.
|
Pelaksanaan
kegiatan ekstrakurikuler
|
Semester 1
|
Agustus – November
|
|
Semester 2
|
Februari - Mei
|
Kegiatan
pembiasaan yang ditumbuhkan melalui kegiatan rutin, spontan, dan keteladanan
yang baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sedangkan pembiasaan melalui
kegiatan terprogram dilaksanakan secara bertahap disesuaikan dengan kalender
pendidikan, semua guru berpartisipasi aktif dalam membentuk watak, kepribadian
dan kebiasaan positif. Peran Konselor dalam hal ini memberikan bimbingan dan
konseling, arah pengembangan kebiasaan
peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dan sekaligus mengkoordinir penilaian
prilaku mereka melalui pengamatan guru-guru terkait.
Kegiatan
pembiasaan dilaksanakan secara rutin, baik harian, mingguan, bulanan dan
tahunan, dan tehnik pelaksanaannya ada yang terstruktur dan tidak terstruktur
atau spontan berupa direct dan indirect learning, yang bertujuan melatih dan
membimbing peserta didik bersikap dan berperilaku dengan menananmkan
nilai-nilai karakter baik sehingga menjadi habituasi yang terinternalisasi
dalam hati dan jiwa peserta didik.
Berikut
adalah Aktualiasasi kegiatan pembiasaan yang dibudayakan di MI Ma’arif NU 2 Pengadegan diantaranya seperti yang tercantum dalam tabel:
|
Jenis Kegiatan
Pembiasaan sebagai Aktualisasi Budaya Madarasah
|
|
|
Kegiatan Harian
|
Kegiatan Mingguan
|
Kegiatan Tahunan
|
|
|
1.
|
Penyambutan
peserta didik.
|
1.
|
Upacara
bendera
|
1.
|
Peringatan
Hari Besar Islam (PHBI).
|
|
|
2.
|
Tartil
Qur’an
|
|
|
2.
|
Do’a
Sebelum dan Sesudah Belajar.
|
3.
|
Pembiasaan
Do’a Sehari-hari
|
*
|
Peringatan
Tahun Baru Hijriyah 1444 H.
|
|
|
|
|
3.
|
Salam
5S: Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun
|
4.
|
Infak
Shadaqah
|
*
|
Peringatan
Maulid Nabi SAW.
|
|
|
5.
|
Ekstrakurikuler
wajib (pramuka).
|
|
|
4.
|
Sholat
Dhuha kelas 1 – kelas 6 dan Sholat Duhur berjamaah Kelas 4, 5 dan kelas 6.
|
*
|
Peringatan
Isra!’ Mi’raj.
|
|
|
6.
|
Ekstrakurikuler
pilihan
|
|
|
7.
|
Kegiatan
Jumat Religi
|
*
|
Peringatan
Nuzulul Qur’an.
|
|
|
8.
|
Kegiatan
Sabtu bersih
|
|
|
5.
|
Kedisiplinan
|
9.
|
Kegiatan
olahraga bersama bersama sebelum pembelajaran.
|
*
|
Peringatan
Hari Santri
|
|
|
6.
|
Pembiasaan
Do’a Sehari-hari.
|
|
Kegiatan
Pesantren Kilat
|
|
|
7.
|
Gerakan
literasi madrasah
|
|
|
|
Peringatan
Hari Besar Nasional (PHBN).
|
|
|
8.
|
Gerakan
Pungut Sampah (GPS)
|
10
|
Bang
Sampah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9.
|
Gerakan
kelas bersih
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10.
|
Gerakan
kamar mandi bersih.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jadwal Pelaksanaan
|
No
|
Uraian Kegiatan
Harian Sekolah
|
Penanggungjawab
|
|
1
|
Nasionalis
|
1.
|
|
|
Peserta didik melaksanakan Upacara rutin, menyanyikan lagu-lagu nasional,
berlatih berbaris, dan bersalaman terhadap guru. Tujuannya untuk menanamkan
jiwa nasionalisme, ketertiban dan menumbuhkan sikap hormat terhadap guru.
|
2.
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Literasi
|
1.
|
|
|
Peserta didik secara mandiri membaca buku di dalam kelas selama 10 menit.
Tidak hanya membaca buku, tetapi peserta didik juga mampu menceritakan
kembali dengan bahasanya sendiri dan makna yang terkandung dalam isi buku
yang telah dibaca.
|
2.
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Sedekah
|
1.
|
|
|
Peserta didik melaksanakan sedekah seiklasnya. Hasil sedekah untuk
membantu teman yang sakit, korban bencana, teman yang keluarganya meninggal,
santunan anak yatim. Tujuannya untuk melatih peserta didik memiliki
kepedulian terhadap sesama.
|
2.
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Tartil Qur’an
|
1.
|
|
|
Peserta didik beraga Islam membaca juz amma secara bergiliran sebelum jam
pembelajaran. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa cinta Alqur’an, mengetahui
makna isi kandungan Alqur’an, dan melatih membaca dengan tajwid yang benar.
|
2.
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Religi
|
1.
|
|
|
Peserta didik dan guru melaksanakan kegiatan keagamaan (melafalkan asmaul
husnah, dzikir bersama, istigosah, bersholawat, ceramah keagamaan). Tujuannya
untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, mendalami dan mempraktikkan
kegiatan agama, mengetahui sejarah ke Islaman, pembentukan karakter siswa
sesuai ajaran Rasullah.
|
2.
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Bersih dan Sehat
|
1.
|
|
|
Semua peserta didik dan guru melaksanakan senam bersama dan melaksanakan
kebersihan lingkungan sekolah. Tujuannya untuk menjaga Kesehatan tubuh dan
menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.
|
2.
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
G. Pengaturan Beban Belajar dan Kalender Pendidikan
Perhitungan waktu
atau beben belajar di MI Ma’arif NU 2
Pengadegan disampaikan dalam
satu tahun. Beban belajar di Kelas I dan kelas VI, dalam satu semester paling
sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu. Beban belajar dalam satu tahun
pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu.
Asumsi 1 Tahun
untuk kelas I dan kelas 4 adalah 36 pekan dan 1 JP = 35 menit.
Beban belajar di
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan kelas I untuk alokasi kegiatan intrakurikuler per tahun (minggu)
berjumlah 1152 (32) JP, dan untuk alokasi P5 & P2RA ditambah 20% dari total
jam pelajaran selama 1 (satu) tahun sehingga mendapatkan jumlah 209 JP bila di
bagi 36 minggu maka menjadi (6) JP. Alokasi kegiatan P5 dan P2RA tersebut
kepala dan tim fasilitator projek kelas
I MI Ma’arif NU 2 Pengadegan
memutuskan bahwa di tahun pelajaran 2023/2024 kegiatannya akan di bagi 2
proyek P5 dan P2RA dalam setahun yaitu
122 JP di Semester 1 dan 108 JP di semester 2 yang pelaksanaannya dilakukan
secara terjadwal yaitu pada setiap hari sabtu setiap minggu. Tema yang pilih
dalam kegiatan tersebut adalah Kearifan Lokal dan Kewirausahaan. Dimensi dan
tema tersebut berdasarkan kondisi dan kebutuhan lingkungan madrasah.
Beban belajar di
MI Ma’arif NU 2 Pengadegan kelas IV untuk alokasi kegiatan intrakurikuler per tahun (minggu)
berjumlah 1368 (38) JP, dan untuk alokasi P5 & P2RA ditambah 20% dari total
jam pelajaran selama 1 (satu) tahun sehingga mendapatkan jumlah 266 JP bila di
bagi 36 minggu maka menjadi (7) JP. Alokasi kegiatan P5 dan P2RA tersebut
kepala dan tim fasilitator projek kelas
I MI Ma’arif NU 2 Pengadegan
memutuskan bahwa di tahun pelajaran 2023/2024 kegiatannya akan di bagi 2
proyek P5 dan P2RA dalam setahun yaitu
133 JP di Semester 1 dan 133 JP di semester 2 yang pelaksanaannya dilakukan
secara terjadwal yaitu pada setiap hari sabtu setiap minggu. Tema yang pilih
dalam kegiatan tersebut adalah Kearifan Lokal dan Kewirausahaan. Dimensi dan
tema tersebut berdasarkan kondisi dan kebutuhan lingkungan madrasah.
|
Mata
Pelajaran
|
|
|
Alokasi
Waktu
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kelas
I
|
Kelas
IV
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pendidikan Agama Islam*
|
|
|
|
|
|
a.
|
Al Quran Hadis
|
72
|
2
|
72
|
2
|
|
b.
|
Akidah Akhlak
|
72
|
2
|
72
|
2
|
|
c.
|
Fikih
|
72
|
2
|
72
|
2
|
|
d.
|
SKI
|
-
|
-
|
72
|
2
|
|
Bahasa Arab
|
72
|
2
|
72
|
2
|
|
Pendidikan Pancasila
|
144
|
4
|
144
|
4
|
|
Bahasa Indonesia
|
216
|
6
|
216
|
6
|
|
Matematika
|
144
|
4
|
180
|
5
|
|
Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial
|
-
|
-
|
180
|
5
|
|
Pendidikan
Jasmani Olahraga dan Kesehatan
|
108
|
3
|
108
|
3
|
|
Seni dan Budaya**:
|
|
|
|
|
|
1.
|
Seni Musik
|
|
|
|
|
|
2.
|
Seni Rupa **
|
72
|
2
|
72
|
2
|
|
3.
|
Seni Teater
|
|
|
|
|
|
4.
|
Seni Tari
|
|
|
|
|
|
Prakarya
(Budidaya,
Pengolahan, Kerajinan, dan Rekayasa)
|
|
|
|
|
|
Bahasa Inggris ***
|
72
|
2
|
72
|
2
|
|
Total
|
1044
|
29
|
1332
|
37
|
|
Muatan Lokal ***
|
|
|
|
|
|
1.
|
Bahasa Jawa
|
36
|
1
|
36
|
1
|
|
2.
|
Kemuhammadiyahan
|
36
|
1
|
36
|
1
|
|
Jumlah
|
1116
|
31
|
1404
|
39
|
|
Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) & Profil Pelajar
Rahmatan lil 'Alamin (P2RA)
|
209
|
6
|
266
|
7
|
|
Total
|
1325
|
37
|
1670
|
46,4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Contoh Jadwal Pelajaran Kelas I
|
Jam
Ke-
|
Waktu
Hari
Senin
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Selasa
|
Rabu
|
Kamis
|
Jumat
|
Sabtu
|
|
|
06.45
- 07.00
|
Kegiatan
Pembiasaan
|
|
1
|
07.00
- 07.35
|
Upacara
|
Bahasa
Indonesia
|
MTK
|
Bahasa
Indonesia
|
Qurdis
|
P5 & P2RA
|
|
2
|
07.35
- 08.05
|
Pend.
Pancasila
|
Bahasa
Indonesia
|
MTK
|
Bahasa
Indonesia
|
Qurdis
|
P5 & P2RA
|
|
3
|
08.05
- 08.40
|
Pend.
Pancasila
|
MTK
|
Bahasa
Indonesia
|
Bahasa
Inggris
|
Fikih
|
P5 & P2RA
|
|
4
|
08.40
- 09.15
|
Pend.
Pancasila
|
MTK
|
Bahasa
Indonesia
|
Bahasa
Inggris
|
Fikih
|
P5 & P2RA
|
|
|
09.15
- 09.30
|
Istirahat
|
|
5
|
09.30
- 10.05
|
Pend.
Pancasila
|
PJOK
|
Akidah
Akhlak
|
SBdP
|
KMD
|
P5 & P2RA
|
|
6
|
10.05
- 10.40
|
Bhs.
Arab
|
PJOK
|
Akidah
Akhlak
|
SBdP
|
|
P5 & P2RA
|
|
7
|
10.40
- 11.15
|
Bhs.
Arab
|
PJOK
|
B
Jawa
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Contoh Jadwal Pelajaran Kelas IV
|
Jam
Ke-
|
Waktu
Hari
Senin
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Selasa
|
Rabu
|
Kamis
|
Jumat
|
Sabtu
|
|
|
06.45
- 07.00
|
Kegiatan
Pembiasaan
|
|
1
|
07.00
- 07.35
|
Upacara
|
Bhs.
Indo.
|
SKI
|
MTK
|
Qurdis
|
Akidah Akhlak
|
|
2
|
07.35
- 08.05
|
Pend.
Pancasila
|
Bhs.
Indo.
|
PJOK
|
MK
|
Qurdis
|
Akidah Akhlak
|
|
3
|
08.05
- 08.40
|
Pend.
Pancasila
|
MTK
|
PJOK
|
MTK
|
Fikih
|
P5 & P2RA
|
|
4
|
08.40
- 09.15
|
Pend.
Pancasila
|
MTK
|
PJOK
|
Bahasa
Indonesia
|
Fikih
|
P5 & P2RA
|
|
|
09.15
- 09.30
|
Istirahat
|
|
5
|
09.30
- 10.05
|
Pend.
Pancasila
|
IPAS
|
SKI
|
Bahasa
Indonesia
|
KeNUan
|
P5 & P2RA
|
|
6
|
10.05
- 10.40
|
Bhs
Jawa
|
IPAS
|
IPAS
|
Bahasa
Indonesia
|
|
P5 & P2RA
|
|
7
|
10.40
- 11.15
|
Bhs.
Arab
|
SBdP
|
IPAS
|
Bahasa
Inggris
|
|
P5 & P2RA
|
|
|
11.15
- 12.00
|
Istirahat
|
|
8
|
12.00-12.35
|
Bhs.
Arab
|
SBdP
|
IPAS
|
Bahasa
Inggris
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Juli 2023
|
|
Agustus 2023
|
|
Mgg
|
Sen
|
Sel
|
Rabu
|
Kam
|
Jum
|
Sab
|
|
Mgg
|
Sen
|
Sel
|
Rabu
|
Kam
|
Jum
|
Sab
|
|
|
|
|
|
|
|
1
|
|
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
|
13
|
14
|
15
|
16
|
17
|
18
|
19
|
|
16
|
17
|
18
|
19
|
20
|
21
|
22
|
|
20
|
21
|
22
|
23
|
24
|
25
|
26
|
|
23
|
24
|
25
|
26
|
27
|
28
|
29
|
|
27
|
28
|
29
|
30
|
31
|
|
|
|
30
|
31
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari :
|
|
31
|
|
|
|
|
|
Total Hari :
|
31
|
|
|
|
|
|
Hari Efektif :
|
25
|
|
|
|
|
|
Hari Efektif :
|
26
|
|
|
|
|
|
September 2023
|
|
Mgg
|
Sen
|
Sel
|
Rabu
|
Kam
|
Jum
|
Sab
|
|
|
|
|
|
|
1
|
2
|
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
|
17
|
18
|
19
|
20
|
21
|
22
|
23
|
|
24
|
25
|
26
|
27
|
28
|
29
|
30
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari
:
|
30
|
|
|
|
|
|
Hari
Efektif :
|
25
|
|
|
|
|
|
Oktober 2023
|
|
Mgg
|
Sen
|
Sel
|
Rabu
|
Kam
|
Jum
|
Sab
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
|
15
|
16
|
17
|
18
|
19
|
20
|
21
|
|
22
|
23
|
24
|
25
|
26
|
27
|
28
|
|
29
|
30
|
31
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari :
|
31
|
|
|
|
|
|
Hari Efektif :
|
26
|
|
|
|
|
|
Nopember 2023
|
|
Desember 2023
|
|
Mgg
|
Sen
|
Sel
|
Rabu
|
Kam
|
Jum
|
Sab
|
|
Mgg
|
Sen
|
Sel
|
Rabu
|
Kam
|
Jum
|
Sab
|
|
|
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
|
|
|
|
|
1
|
2
|
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
17
|
18
|
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
|
19
|
20
|
21
|
22
|
23
|
24
|
25
|
|
17
|
18
|
19
|
20
|
21
|
22
|
23
|
|
26
|
27
|
28
|
29
|
30
|
|
|
|
24
|
25
|
26
|
27
|
28
|
29
|
30
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
31
|
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari :
|
30
|
|
|
|
|
|
Total Hari :
|
31
|
|
|
|
|
|
Hari Efektif :
|
26
|
|
|
|
|
|
Hari Efektif :
|
27
|
|
|
|
|
|
SEMSETER
I
|
TANGGAL
|
KETERANGAN
|
|
10 Juli 2023
|
Hari pertama masuk semester ganjil TP 2023/2024
|
|
19 Juli 2023
|
Tahun Baru Islam 1445 H
|
|
17 Agustus 2023
|
HUT Kemerdekaan RI
|
|
28 September 2023
|
Maulid Nabi Muhammad SAW
|
|
25 Desember 2023
|
Hari Raya Natal
|
|
11 Juli 2023
|
Penilaian Akhir Semester (PAS)
|
|
24 Juni 2023
|
Pembagian Rapor Semester GanjiL (6
Hari Kerja)
|
|
26 Juni 2023
27 Nopember 2023
22 Desember 2023
|
Libur Semester GanjiL
Asesmen Sumatif Akhir Semester Ganjil
Pembagian Raport Semester Ganjil
|
|
Januari 2024
|
|
Februari 2024
|
|
Mgg
|
Sen
|
Sel
|
Rabu
|
Kam
|
Jum
|
Sab
|
|
Mgg
|
Sen
|
Sel
|
Rabu
|
Kam
|
Jum
|
Sab
|
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
|
|
|
|
1
|
2
|
3
|
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
|
14
|
15
|
16
|
17
|
18
|
19
|
20
|
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
17
|
|
21
|
22
|
23
|
24
|
25
|
26
|
27
|
|
18
|
19
|
20
|
21
|
22
|
23
|
24
|
|
28
|
29
|
30
|
|
|
|
|
|
25
|
26
|
27
|
28
|
29
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total Hari :
|
31
|
|
|
|
|
|
Total Hari :
|
29
|
|
|
|
|
|
Hari Efektif :
|
26
|
|
|
|
|
|
Hari Efektif :
|
25
|
|
|
|
|