BAB I
PENDAHULUAN
A.
Analisis Karakteristik
Madrasah
KMA Nomor 1503
Tahun 2025 adalah Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia yang mengatur
pedoman implementasi kurikulum pada Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah
(MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Aliyah
Kejuruan (MAK). Regulasi ini hadir
sebagai pembaruan dan penyempurnaan dari KMA Nomor 450 Tahun 2024 dengan
menitikberatkan pada dua pendekatan utama, yaitu Pembelajaran Mendalam dan
Kurikulum Berbasis Cinta. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Proses belajar
yang tidak berfokus pada hafalan, melainkan pada pemahaman bermakna yang
melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Kurikulum Berbasis
Cinta (KBC): Pendekatan pembelajaran yang mengedepankan nilai kasih sayang,
empati, serta lingkungan belajar yang humanis dan Islami.
Urgensi implementasi Kurikulum Madrasah yang berlandaskan KMA No. 1503
Tahun 2025 berfokus pada empat pilar operasional utama. Pertama, Pilar Kualitas
& Karakter yang menjadikan kurikulum sebagai dokumen hidup (living
document) dinamis demi mewujudkan pendidikan berkualitas serta membentuk
karakter Rahmatan lil 'Alamin dan 8 Dimensi Profil Lulusan. Kedua, Kemandirian
& Diversifikasi yang memberikan kewenangan penuh bagi madrasah untuk
berinovasi dan mendiversifikasi kurikulum sesuai potensi daerah serta kebutuhan
murid guna mengembangkan ciri khas masing-masing. Ketiga, Relevansi Zaman &
Global yang membekali murid dengan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan
modern agar mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi tanpa mengabaikan akar
budaya dan agama. Keempat, Amanat & Sinergi yang menekankan kepatuhan
implementasi regulasi secara menyeluruh dengan mengedepankan kolaborasi,
sinergi, dan rasa kepemilikan yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan.
KBC adalah sebuah inisiatif inovatif oleh Kementerian Agama yang bertujuan
mendorong pendidikan Islam lebih humanis, kontekstual, dan berwawasan nilai.
Bagi MI Ma’arif NU 02 Pengadegan, ini berarti menyesuaikan strategi pengajaran,
menyusun dokumen pedoman dan asesmen baru yang berbasis nilai cinta, serta
melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara inklusif.
1. Profil
Madrasah
a. Data
Madrasah
Nama Madrasah : MI Ma’arif NU 02 Pengadegan
Alamat : Pengadegan RT
10/15
Nama Kepala
Madrasah : Taufik, S.Pd.I., M.Pd
Status Akreditasi : B
Status Tanah : Hak Guna Pakai
b. Sejarah
Singkat
Pendidikan merupakan
kebutuhan hidup yang sangat penting untuk segera dipenuhi hal inilah yang
menjadi dasar Masyarakat Karangtengah untuk mendirikan Madrasah. Ada beberapa
hal yang melatar belakangi berdirinya MI Ma’arif NU 2 Pengadegan yaitu :
Madrasah Ibtida`iyah Ma`arif NU 02 Pengadegan Purbalingga merupakan suatu
Madrasah yang didirikan berdasarkan inisiatif dari tokoh ulama (NU), inisiatif
tersebut lahir karena pada saat itu banyak terdapat anak-anak yang tidak
sekolah dan pada saat itu sekolah yang ada hanya Sekolah Dasar (SD) dan itupun
letaknya sangat jauh. Dengan alasan-alasan tersebut maka lahirlah pemikiran
dari para tokoh ulama NU serta masyarakat Karangtengah Pengadegan untuk
mendirikan suatu lembaga pendidikan untuk menampung anak-anak yang terlantar
yang tidak bersekolah di daerah tersebut. Para tokoh pendiri
Madrasah tersebut antara lain:
1. K.H.
Sanrakim
2. Sanmunarji
3. Sanmurdi
4. Achmad
Salimi
5. Achmad
Musori
6. Akhmad
Daldiri
7. Ahmad
Dalail
Dengan melalui
musyawarah pada sesepuh Ulama NU Karangtengah maka pada tanggal 24 Maret 1964
berdirilah Gerakan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam (GUPPI) Karangtengah yang
pada saat itu masih bertempat di rumah-rumah penduduk sekitar.
Pada tanggal 01
Januari 1967 Gerakan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam (GUPPI) disahkan oleh
lembaga pendidikan Ma`arif cabang Purbalingga dan pada tahun itu juga para
pengurus madrasah dan masyarakat mengajukan bantuan dana untuk membuat bangunan
madrasah yang dikerjakan secara gotong royong. Pada tanggal 19 November 1973
berdirilah bangunan GUPPI sebanyak 2 lokal semi permanen dan pengurus
mengembagkan menjadi 3 lokal untuk kelas 4,5,6 dan pada tanggal 02 Januari 1974
mulailah bangunan tersebut dipergunakan dan pada saat itu nama GUPPI dirubah
menjadi MI YAPPI sampai dengan tahun 2005, dan pada tanggal 15 Juni 2006
mengalami perubahan nama menjadi MI Ma`arif NU 02 Pengadegan dan masih
digunakan sampai sekarang.
Letak dan
Keadaan Geografis
Madrasah
Ibtida`iyah Ma`arif NU 02 Pengadegan Purbalingga yang menjadi lokasi penelitian
ini adalah sebuah lembaga pendidikan dasar yang berada di bawah naungan Lembaga
Pendidikan Ma`arif NU, yang secara geografis berada di Desa Karangtengah RT 10
RW XV Pengadegan Kecamatan Pengadegan
Kabupaten Purbalingga.
Madrasah Ibtida`iyah Ma`arif NU 02 Pengadegan Purbalingga menempati tanah
seluas 1.387 m2. Dengan luas bangunan 670 m2, lapangan
olahraga 467 m2 dan lahan yang belum digunakan 250 m2. Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai
berikut:
Sebelah Utara
berbatasan dengan Jalan Desa.
Sebelah Timur
berbatasan dengan Rumah Penduduk.
Sebelah Selatan
berbatasan dengan Makam Umum.
Sebelah Barat
berbatasan dengan Perkebunan.
Dilihat dari sisi lokasi, maka area gedung MI Ma`arif NU 02 Pengadegan
Purbalingga letaknya sangat strategis karena tidak jauh dari jalan raya dan
mudah dijangkau. Berikut ini adalah Identitas Madrasah Ibtida`iyah Ma`arif NU
02 Pengadegan Purbalingga.
2. Karakteristik
Madrasah Hasil Analisis Internal
a. Analisis
SWOT
1. Kekuatan
(Strengths) – Internal
a)
Demografi
Luas & Lokasi: Jumlah peserta didik melimpah dan menjangkau luar Desa Pengadegan
didukung lokasi yang sangat strategis.
b) Kualitas SDM: Pendidik & Tenaga Kependidikan memenuhi standar mutu,
dilengkapi Guru Ngaji Yanbu’a yang kompeten.
c)
Fasilitas
Khusus: Perpustakaan representatif dengan sistem otomatisasi terintegrasi.
d)
Modal
Sosial & Ekosistem: Komite madrasah sangat kooperatif, serta berada satu
lokasi dengan RA Diponegoro Karangtengah Pengadegan
e)
Pengembangan
Bakat: Kegiatan ekstrakurikuler variatif dengan pembimbing kompeten.
2. Kelemahan
(Weaknesses) – Internal
a)
Kekurangan
Staf Non-Kependidikan: Kurangnya Staf Tata Usaha, petugas keamanan, dan penjaga
madrasah.
b)
Keterbatasan
Teknologi: Sarana TIK belum sepenuhnya terpenuhi untuk seluruh kebutuhan
madrasah.
c)
Keterbatasan
Finansial: Sumber pendanaan madrasah yang masih terbatas.
d)
Kurangnya
Antusiasme Metode Variatif (Pedagogis): Guru belum sepenuhnya antusias
menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) dengan berbagai metode dan
model pembelajaran yang variatif. Hal ini menjadi tantangan internal utama
karena dapat memicu kejenuhan belajar konvensional pada siswa
3. Peluang
(Opportunities) – Eksternal
a) Optimalisasi
One-Stop Education: Memaksimalkan keberadaan RA
se-lokasi untuk manajemen promosi terpadu dan kesinambungan kurikulum
keagamaan.
b)
Sinergi
Pendanaan Komite: Memanfaatkan dukungan komite untuk menggalang dana
swadaya/sponsorship guna mengatasi keterbatasan dana madrasah.
c)
Pengembangan
E-Library: Otomatisasi perpustakaan berpeluang ditingkatkan menjadi
perpustakaan digital daerah.
d) Adanya transisi kurikulum baru dapat dimanfaatkan
madrasah untuk mengaktifkan Komunitas Belajar (Kombel) internal. Tujuannya
adalah memantik antusiasme guru dalam mengadopsi model Project-Based Learning
(PjBL) atau Problem-Based Learning (PBL)
4. Ancaman
(Threats) – Eksternal
a)
Kompetisi
Fasilitas Digital: Persaingan dengan sekolah/madrasah kompetitor yang memiliki
sarana TIK lebih modern.
b)
Risiko
Keamanan: Lokasi strategis dengan mobilitas tinggi rawan terhadap isu
ketertiban akibat kurangnya personel penjaga/keamanan dan tenaga ahli
c)
Lembaga
pendidikan kompetitor sekitar yang menerapkan pembelajaran aktif/berpusat pada
murid (student-centered) secara dinamis berpotensi menarik minat calon wali
murid jika guru-guru di MI Ma’arif NU 02 Pengadegan tidak segera berbenah
b. Pemetaan
berdasarkan analisis Internal
1.
Tingkat
1 (Ranah Perencanaan & Pengelolaan Pembelajaran):
Implementasi:
Menggunakan keunggulan kompetensi guru dan perpustakaan otomatisasi untuk
merancang modul pembelajaran berkualitas, sembari membuat jadwal giliran
(simulasi) penggunaan sarana TIK yang terbatas agar tetap adil bagi seluruh
kelas. Kepala madrasah perlu merencanakan
supervisi akademik klinis.
2. Tingkat
2 (Sudut Pandang Murid):
Implementasi:
Mengakomodasi minat bakat murid lewat ekstrakurikuler yang variatif dan
penguatan karakter religius (Yanbu'a) agar murid merasa bangga dan nyaman
belajar di madrasah. Dari kacamata siswa, jika di dalam kelas guru belum
menerapkan pembelajaran mendalam, kejenuhan belajar bisa terjadi. Sebagai
alternatif, perpustakaan otomatisasi dapat digunakan sementara sebagai ruang
eksplorasi mandiri literasi yang menyenangkan.
3.
Tingkat
3 (Sudut Pandang Murid & Orang Tua):
Implementasi:
Orang tua memercayai MI Ma’arif NU 02 Pengadegan karena lokasi yang strategis
dan adanya RA Diponegoro Karangtengah Pengadegan berkelanjutan. Sisi keamanan
murid yang dikhawatirkan orang tua (akibat kurangnya penjaga) dicarikan solusi
bersama lewat optimalisasi peran Komite Madrasah.
4.
Tingkat
4 (Kebijakan Daerah/Nasional/Kementerian Agama):
Implementasi:
Menyusun Kurikulum Operasional Madrasah yang mengintegrasikan target Kemenag
(moderasi beragama dan digitalisasi) melalui pemanfaatan sistem administrasi
perpustakaan otomatis dan pelaporan e-RKAM yang akuntabel guna menarik
perhatian bantuan sarpras dari pusat/daerah.
Panduan
Kurikulum Madrasah Kemenag terbaru (Sosialisasi 2026) sangat menekankan deep
learning (pembelajaran mendalam). Kelemahan motivasi guru ini diatasi
secara struktural dengan mengalokasikan anggaran Rencana Kerja Madrasah
(e-RKAM) pada peningkatan mutu pedagogis guru.
3. Karakteristik
Madrasah Hasil Analisis Eksternal
a. Kekuatan
(Strengths) — Internal & Program
1)
Kondisi Program Unggulan:
Program Yanbu’a dan Tahfizul Qur’an sudah berjalan dengan baik dan memiliki
fondasi yang cukup bagus.
2)
Fasilitas
Dasar Tersedia: Sarana dan prasarana penunjang madrasah secara umum sudah
tersedia di lingkungan sekolah.
b. Kelemahan
(Weaknesses) — Internal & Operasional
1) Manajemen
Evaluasi Program: Sistem evaluasi pada program unggulan Yanbu’a dan Tahfizul
Qur’an masih lemah, sehingga ketercapaian tujuannya belum terukur dengan jelas.
2) Mutu
& Kuantitas Sarpras: Kuantitas dan kualitas sarana prasarana yang ada saat
ini belum memadai, serta mendesak untuk dilakukan perawatan, penambahan, dan
pembenahan.
3) Budaya
Warga Sekolah: Tingkat kesadaran warga madrasah (siswa/staf) terkait
kedisiplinan dan kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan.
4) Kendala
Legalitas Aset: Status tanah madrasah masih berupa hak guna pakai, yang secara
regulasi menghambat proses pengadaan sarpras baru, terutama pembangunan fisik
gedung.
c. Peluang
(Opportunities) — Eksternal & Lingkungan
1)
Kondisi Geografis yang
Mendukung: Lokasi madrasah strategis, mudah dijangkau, namun jauh dari pusat
keramaian. Kondisi ini
memberikan peluang besar untuk menanamkan nilai sosial budaya dengan lebih
kondusif.
2)
Laboratorium
Alam Sekitar: Lingkungan sekitar madrasah yang masih asri, hijau, dan
dikelilingi perkebunan sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai media edukasi
riil untuk menanamkan budaya cinta lingkungan hidup.
3)
Dukungan
Sosial yang Kuat: Komite, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar memiliki
kepedulian serta keterlibatan yang tinggi terhadap program atau kegiatan yang
dirancang madrasah.
d. Ancaman
(Threats) — Eksternal & Sosio-Ekonomi
1) Keterbatasan
Fasilitas Mandiri Siswa: Kondisi perekonomian orang tua siswa sangat
variatif/heterogen, yang berdampak langsung pada terbatasnya fasilitas pribadi
yang dimiliki siswa untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di luar sekolah.
e. Rekomendasi
Strategi Integrasi
1)
Strategi
Pengembangan Program (Tingkat 1): Segera buat instrumen evaluasi berkala yang
jelas untuk program Yanbu'a dan Tahfizul Qur'an agar mutunya terukur. Gunakan
lingkungan perkebunan sekitar sebagai bagian dari metode pembelajaran
kontekstual yang variatif.
2)
Strategi
Berbasis Sudut Pandang Orang Tua & Masyarakat (Tingkat 3): Manfaatkan
tingginya kepedulian komite dan orang tua untuk bersama-sama menggalang gerakan
gotong royong pembenahan sarpras atau perawatan kebersihan, sekaligus
menjembatani kesenjangan fasilitas belajar bagi siswa yang kurang mampu dari
segi ekonomi.
3)
Strategi
Advokasi Regulasi (Tingkat 4): Dikarenakan status tanah hak guna pakai
menghambat pembangunan fisik, pihak manajemen madrasah bersama komite perlu
memprioritaskan komunikasi dengan instansi terkait untuk kejelasan legalitas
tanah jangka panjang, sembari memfokuskan dana yang ada pada pemeliharaan
kualitas gedung yang sudah tersedia.
4.
Peta Profil Pendidik, Tenaga Kependidikan, Murid, dan Orang Tua Murid
a. Data PTK
Tabel 1
Data Guru dan Karyawan
|
NO |
NAMA |
TTL |
L |
P |
PNS/ |
PANGKAT/ |
JABATAN |
TMT |
TMT |
|
GURU |
|
NON PNS |
GOL |
TAHUN |
DI MI |
||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1 |
Taufik,S.Pd.I,
M.Pd |
Purbalingga |
L |
|
PNS |
Penata/IIIc |
Kepala |
01/04/2021 |
02/01/2019 |
|
|
NIP.197707112007011027 |
11 Juli 1977 |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Sri
Ponirah, S.Pd.I |
Purbalingga |
|
P |
PNS |
Penata Muda/IIIa |
Guru kelas I |
01/04/2019 |
05/07/2014 |
|
|
NIP.198311182007102001 |
18/11/1983 |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Sokwan,
S.Pd |
Purbalingga |
L |
|
PNS |
Penata Muda/IIIa |
Guru kelas VI |
01/04/2022 |
20/07/2019 |
|
|
NIP.198207032007011009 |
03/07/1982 |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
Yuniati,
S.Pd.I |
Purbalingga |
|
P |
PNS |
Penata Muda Tk I/IIIb |
Guru kelas V |
01/10/2019 |
11/06/2021 |
|
|
NIP.198306012007012006 |
01/06/1983 |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
Titik
Ambar Siami, S.Pd |
Purbalingga |
|
P |
NON PNS |
|
Guru kelas II |
|
19/07/2009 |
|
|
|
15-Mei-86 |
|
|
|
|
|
|
|
|
6 |
Desi
Muntowati, S.Pd.I |
Purbalingga |
|
P |
NON PNS |
|
Guru kelas III |
|
27/08/2007 |
|
|
|
20/12/1985 |
|
|
|
|
|
|
|
|
7 |
Mufti
Aimatul Ngaliyah, S.Pd |
Purbalingga |
|
P |
NON PNS |
|
Guru kelas IV |
|
13/07/2020 |
|
|
|
02/05/1996 |
|
|
|
|
|
|
|
|
8 |
Umi
Ngatiqoh, S.Pd |
Purbalingga |
|
P |
NON PNS |
|
Guru Mapel |
|
01/01/2021 |
|
|
|
02/02/1990 |
|
|
|
|
|
|
|
|
9 |
Khusnul Khotimah |
Purbalingga |
|
P |
NON PNS |
|
Guru Mapel |
|
01/03/2018 |
|
|
|
05/01/1998 |
|
|
|
|
|
|
|
b. Data Rombel dan Murid
Tabel 2
Data Murid MI Negeri 3 Purbalingga Tahun
2026/2027
|
No |
Kelas |
Nama Guru |
Jumlah Siswa |
||
|
Laki- laki |
Perempuan |
Jumlah |
|||
|
1 |
I |
Sri Ponirah, S.Pd.I |
9 |
8 |
17 |
|
2 |
II |
Titik Ambarsiami, S.Pd.I |
8 |
7 |
15 |
|
3 |
III |
Desi Muntowati, S.Pd.I |
7 |
8 |
15 |
|
4 |
IV |
Mufti Aimatul Ngaliyah,
S.Pd |
11 |
17 |
28 |
|
5 |
V |
Yuniati, S.Pd.I |
10 |
7 |
17 |
|
6 |
VI |
Sokwan, S.Pd. |
9 |
12 |
21 |
|
|
JUMLAH |
|
54 |
59 |
113 |
c. Data
Sarana Prasarana
1. Data Lahan & Luas
Area
-
Total Luas Lahan: 870 m2
-
Total Luas Gedung: 448 m2
-
Total Luas Ruang Terbuka: 168 m2
2.
Inventarisasi Kondisi
Ruangan (Menampilkan Ruangan yang Tersedia)
Tabel 3 Inventaris Sarpras
|
No |
Nama Ruang /
Fasilitas |
Baik |
Rusak Ringan |
Rusak Sedang |
Rusak Berat |
Rusak Total |
Jumlah Unit |
|
1 |
Ruang Kelas |
0 |
0 |
0 |
6 |
0 |
6 |
|
2 |
Ruang Kepala Madrasah |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
3 |
Ruang Guru |
0 |
0 |
1 |
0 |
0 |
1 |
|
4 |
Ruang Tata Usaha |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
5 |
Ruang Perpustakaan |
0 |
0 |
0 |
1 |
0 |
1 |
|
6 |
Ruang UKS |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
7 |
Masjid / Musholla |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
8 |
Pos Satpam |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
9 |
Kantin |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
10 |
Tempat Parkir |
0 |
0 |
0 |
1 |
0 |
0 |
|
11 |
Tangga Gedung |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
12 |
Toilet / Kamar Mandi Guru |
0 |
0 |
1 |
0 |
0 |
1 |
|
13 |
Toilet
/ Kamar Mandi Siswa (Umum) |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
14 |
Toilet
/ Kamar Mandi Siswa (Laki-laki) |
0 |
0 |
2 |
1 |
0 |
3 |
|
15 |
Toilet
/ Kamar Mandi Siswa (Perempuan) |
0 |
0 |
2 |
1 |
0 |
3 |
|
16 |
Fasilitas Lainnya |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
TOTAL UNIT FASILITAS |
0 |
0 |
6 |
9 |
0 |
15 |
5. Karakteristik
Kekhasan/ Keunggulan Madrasah
Program Kekhasan/ Unggulan Madrasah
meliputi 2 hal:
a.
Program
Keunggulan Madrasah
Tabel 4
Program Unggulan/Kekhasan MI Ma’arif NU 02 Pengadegan
Purbalingga Tahun 2026/2027
|
No |
Kelas |
Materi Kegiatan |
Waktu |
Keterangan |
|
1 |
I |
Yanbu’a jilid 1-2 |
Senin s.d Kamis pkl 06.15 s.d 07.15 |
Ustaz/ Ustazah dan Guru Kelas |
|
2 |
II |
Yanbu’a jilid 3 |
||
|
3 |
III |
Yanbu’a jilid 4 |
||
|
4 |
IV |
Yanbu’a jilid 5 |
||
|
5 |
V |
Yanbu’a jilid 6 |
||
|
6 |
VI |
Yanbu’a jilid 7 |
||
|
|
|
Al Qur’an |
||
|
7 |
I-VI |
Tahfiz juz 29, 30 |
Terjadwal |
Ustaz/Ustazah |
|
|
|
|
|
|
b.
Program
Keunggulan Global
Program Unggulan Global yang
dilaksanakan di MI Ma’arif NU 02 Pengadegan adalah Keterampilan Komputer dan
Internet. Program kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel5
Program Unggulan Global MI Ma’arif NU 02 Pengadegan
Purbalingga Tahun 2026/2027
|
No |
Kelas |
Materi Kegiatan |
Waktu |
Keterangan |
|
1 |
V |
Mengenal
bagian-bagian |
Dilaksanakan pada
semester gasal |
MOU dengan Alumni |
|
Menyalakan dan
mematikan |
||||
|
Program Word Dasar |
||||
|
Program Excel Dasar |
||||
|
Mengenal Internet |
||||
|
2 |
VI |
Mengenal
bagian-bagian |
Dilaksanakan pada
awal semester genap |
MOU dengan Alumni |
|
Menyalakan dan
mematikan |
||||
|
Program Word Dasar |
||||
|
Program Excel Dasar |
||||
|
Mengenal Internet |
B.
Landasan Hukum
Pengembangan Kurikulum
1. Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2.
Undang-Undang
Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Peraturan
Pemerintah Nomor 4 tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan;
4.
Peraturan
Menteri Agama No. 2 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan
Karakter;
5.
Peraturan
Menteri Agama Nomor 347 Tahun 2022 tentang pedoman Implementasi Kurikulum
Merdeka;
6.
Permendikdasmen
Nomor 1 Tahun 2026: Tentang Standar
Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang
Pendidikan Menengah yang menekankan pada proses pembelajaran bermakna,
menggembirakan, serta berpusat pada perkembangan individu murid.
7.
Permendikdasmen
Nomor 2 Tahun 2026: Tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memperbarui dan menggantikan aturan lama
agar sesuai dengan organisasi kementerian yang baru.
8.
Permendikdasmen
Nomor 3 Tahun 2026: Tentang Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu, yang
mengatur bentuk bantuan berupa barang atau jasa serta tahapan penyelenggaraan
program partisipasi masyarakat.
9.
Permendikdasmen
Nomor 4 Tahun 2026: Tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
yang mencakup aspek hukum, profesi, keselamatan dan kesehatan kerja, serta hak
atas kekayaan intelektual.
10.
Permendikdasmen
Nomor 5 Tahun 2026: Tentang Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) di
Lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menggantikan aturan
manajemen risiko yang lama demi tata kelola yang transparan dan akuntabel.
11.
Permendikdasmen
Nomor 6 Tahun 2026: Tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang diluncurkan
untuk memberikan arah dan perlindungan fisik, psikologis, sosiokultural, serta
keadaban digital bagi murid, guru, dan sekolah.
12.
Permendikdasmen
Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL)sebagai kriteria
minimum kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
13.
Permendikdasmen
Nomor 12 Tahun 2025 tentang Standar Isi mengenai muatan wajib dan ruang lingkup
materi kurikulum.
14.
Permendikbudristek
Nomor 22 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan
15.
Permendikdasmen
Nomor 21 Tahun 2025 tentang Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
16.
Diatur
dalam Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarpras Pendidikan
17.
Permendikdasmen
Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.
18.
Permendikbudristek
Nomor 18 Tahun 2023 tentang Standar Pembiayaan Pendidikan
19.
Surat
Kanwil Kemenag Prov Jateng No 3544/Kk.11.03/2/PP.00/07/2025 tanggal 24 Juli
2025 tentang Pengantar SE No 10 Tahun 2025 tentang Implementasi Kurikulum
Berbasis Cinta
20.
Keputusan Dirjen Pendis
No 6077 tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta
21.
Surat
Kanwil Kemenag Prov Jateng No 14.049/Kw.11.2/1/PP.00/07/2025 tanggal 14 Juli
2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA.
22.
Permendikdasmen No 9
Tahun 2025 tentang TKA.
23.
Permendikdasmen
No 13 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Permendibudristek No 12 tahun 2024
tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan
Jenjang Pendidikan Menengah.
24.
Surat
Dirjen Pendis No B. 848/DJ.I/Dt.1.1/PP.00/07/2024 tanggal 31 Juli 2024 tentang
Keputusan Dirjen Pendis No 3302 tahun 2024 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan
Bahasa Arab Kurikulum Merdeka pada Madrasah.
25.
Keputusan
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek No
032/H/KR/2024 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar dan Menengah.
26.
Surat
Kanwil Kemenag Prov Jawa Tengah No B-1724/Kw.11.2/PP/06/2026 tanggal 30 Juni
2026 tentang Dok. Kurikulum Madrasah Tahun 2026-2027
27.
Panduan
Kokurikuler Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang
Pendidikan Menengah Badan Standar, Kurikulum, dan Aseesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
28.
KMA No 1503 tahun 2025,
Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA,MI,MTs,MA/K
29.
Surat
Kanwil Kemenag Prov Jawa Tengah No. B-403/Dt.I.I/PP.00/06/2026 tanggal 13 Juni
2026 tentang Kaldik Madrasah TA 2026/2027