NASKAH AMANAT PEMBINA UPACARA
PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2026
MI MA’ARIF NU 02 PENGADEGAN
Tema: Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan kepada kita sehingga pada pagi hari ini kita dapat melaksanakan upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 dalam keadaan sehat dan penuh semangat.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang senantiasa istiqamah mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman.
Yang saya hormati, Bapak dan Ibu Guru MI Ma’arif NU 02 Pengadegan, serta anak-anakku, siswa-siswi MI Ma’arif NU 02 Pengadegan yang saya banggakan.
Anak-anakku yang saleh dan salehah,
Pada pagi yang berbahagia ini, marilah kita bersama-sama memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026. Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama, kiai, dan santri yang telah berjuang dengan penuh keikhlasan demi agama, bangsa, dan negara Indonesia.
Anak-anakku, tahukah kalian siapa itu santri?
Santri bukan hanya anak yang tinggal di pondok pesantren. Santri adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam mempelajari ilmu agama, menjaga akhlak, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, serta berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Oleh karena itu, kalian sebagai siswa-siswi MI Ma’arif NU 02 Pengadegan juga harus memiliki semangat santri dalam kehidupan sehari-hari.
Ada tiga hal penting yang ingin Bapak sampaikan pada kesempatan ini.
Pertama, jadilah anak yang rajin mengaji dan giat belajar.
Anak-anakku, ilmu adalah bekal untuk meraih masa depan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum. Rajinlah membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat, menghafal doa-doa, dan belajar dengan tekun.
Jangan mudah menyerah ketika menghadapi pelajaran yang sulit. Ingatlah, keberhasilan tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diperjuangkan melalui doa, usaha, dan kesungguhan.
Kedua, jagalah akhlak dan hormatilah guru serta orang tua.
Anak yang pintar belum tentu menjadi anak yang hebat apabila tidak memiliki akhlak yang baik. Sebaliknya, anak yang berilmu dan berakhlak mulia akan menjadi kebanggaan orang tua, guru, agama, dan bangsa.
Biasakan mengucapkan salam ketika bertemu, berbicara dengan sopan, menghormati guru, menyayangi teman, membantu orang lain, serta tidak mengejek atau merundung teman.
Jangan pernah merasa malu untuk meminta maaf ketika bersalah dan jangan merasa berat untuk mengucapkan terima kasih ketika menerima kebaikan.
Ingatlah pesan Rasulullah SAW bahwa orang yang terbaik adalah orang yang paling baik akhlaknya.
Ketiga, cintailah tanah air dan jagalah persatuan.
Anak-anakku yang Bapak banggakan,
Para ulama dan santri terdahulu telah memberikan teladan bahwa mencintai agama dan mencintai tanah air dapat berjalan beriringan. Mereka berjuang demi kemerdekaan Indonesia dengan keberanian, doa, ilmu, dan pengorbanan.
Sebagai generasi penerus bangsa, tugas kalian sekarang adalah belajar dengan rajin, menaati peraturan sekolah, menjaga kebersihan lingkungan, menghargai perbedaan, dan hidup rukun dengan semua teman.
Kalian tidak harus mengangkat senjata untuk berjuang bagi Indonesia. Kalian dapat berjuang dengan menjadi anak yang jujur, disiplin, rajin belajar, cinta damai, dan berprestasi.
Anak-anakku sekalian,
Jangan sampai kalian menjadi generasi yang hebat menggunakan teknologi, tetapi lupa beribadah. Jangan sampai kalian pandai berbicara, tetapi tidak menghormati orang tua. Jangan sampai kalian memiliki banyak ilmu, tetapi tidak mau membantu sesama.
Jadilah generasi yang kuat imannya, luas ilmunya, baik akhlaknya, sehat jasmaninya, serta besar cita-citanya.
Bapak berharap, dari MI Ma’arif NU 02 Pengadegan ini akan lahir anak-anak yang menjadi ulama, guru, dokter, pemimpin, pengusaha, dan berbagai profesi lainnya yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara, tanpa meninggalkan ajaran agama serta akhlak yang mulia.
Mari kita buktikan bahwa semangat santri bukan hanya terlihat ketika upacara Hari Santri, tetapi juga tampak dalam perilaku kita setiap hari: ketika berangkat sekolah tepat waktu, ketika belajar dengan sungguh-sungguh, ketika salat, ketika mengaji, ketika menghormati guru, dan ketika menyayangi sesama.
Anak saleh, rajin mengaji!
Anak hebat, hormati orang tua dan guru!
Santri berakhlak, Indonesia bermartabat!
Sebelum mengakhiri amanat ini, marilah kita berdoa semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlakul karimah, dan cinta tanah air. Semoga para ulama, kiai, dan santri yang telah berjasa bagi agama dan bangsa mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.
Demikian amanat yang dapat Bapak sampaikan. Semoga dapat menjadi pengingat dan penyemangat bagi kita semua.
Mohon maaf apabila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam penyampaian amanat ini.
Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026!
Mari terus meneladani perjuangan ulama, mengamalkan ilmu, menjaga akhlak, dan berjuang demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.